Padang Pasir dan Tanah Perjanjian

“Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel.” Beginilah firman TUHAN, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat, yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagah–mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu–, firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan-Ku; umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.”” Yesaya 43:15-21

Tuhan Allah kita akan membuat hal-hal yang tidak masuk di akal manusia dan juga segala hal yang mustahil bagi manusia. Kita mungkin bertanya mengapa Tuhan melakukan semuanya ini. Jawabannya adalah Tuhan melakukan semuanya itu untuk kita umat-Nya, supaya orang-orang dapat melihat bahwa Tuhan melakukan perbedaan antara umat-Nya dengan mereka yang tidak mengenal Dia.

“kamu berkata: “Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat,” maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: “Kami mau mengendarai kuda tangkas,” maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi. Seribu orang akan lari melihat ancaman satu orang, terhadap ancaman lima orang kamu akan lari, sampai kamu ditinggalkan seperti tonggak isyarat di atas puncak gunung dan seperti panji-panji di atas bukit. Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab. Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia, dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya,” entah kamu menganan atau mengiri. Engkau akan menganggap najis patung-patungmu yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas; engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: “Keluar!” Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas; sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak. Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh.” Yesaya 30:16-26

Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, sebab Ia akan memberikan kelepasan. Di saat kita menghadapi masalah, janganlah kita ter-fokuskan dengan masalah itu tetapi fokuslah kepada Tuhan.

Semakin besar persoalan kita, maka akan semakin besar juga mujizat yang akan Tuhan lakukan.

Bangsa Israel dipelihara oleh Tuhan sewaktu mereka berada di padang pasir. Memang pada waktu itu bangsa Israel tidak hidup berkelimpahan, tetapi mereka juga tidak kekurangan. Tuhan mencukupkan segala keperluan mereka; bahkan justru di padang pasirlah bangsa Israel membangun Tabernakel, yang artinya Tuhan tinggal bersama-sama dengan mereka. Jika kita sedang berada di padang pasir, ingatlah bahwa Tuhan mendekat dan tinggal bersama dengan kita.

Apaan tujuan padang pasir di dalam hidup kita? Tujuannya ialah guna memurnikan umat Tuhan. Segala berhala dan dosa akan ditinggal di padang pasir. Untuk itu janganlah kita mengeluh dan takut sewaktu berada di padang pasir, sebab padang pasir itu baik untuk kita.

Begitu umat Tuhan keluar dari padang pasir, maka semua mujizat yang spektakuler yang pernah mereka alami tidak lagi terjadi. Masuk ke tanah perjanjian umat Tuhan justru harus menabur, tetapi Tuhan menumbuhkan benih-benih yang ditabur.

Ketahuilah bahwa kemuliaan Tuhan atas umat-Nya berbeda saat berada di padang pasir dan di tanah perjanjian.

Jika tahun lalu kita mengalami padang pasir, maka percayalah bahwa tahun ini kita akan masuk ke tanah perjanjian.

Ingatlah bahwa pukulan Tuhan saat di padang pasir berguna supaya kita semakin indah di hadapan-Nya, dan pukulan-pukulan-Nya akan memurnikan kita.

Tags:
No Comments

Post A Comment