Panggilan Seorang Pemimpin (The Call of a Leader)

“Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”” Yesaya 6:8

Yesaya 6:1-8 menceritakan tentang panggilan seorang pemimpin. Tuhan senantiasa mencari orang-orang yang mau pergi membawa pesan-pesan-Nya kepada dunia. Di ayat ke-2 digambarkan seorang pekerja yang tersembunyi yang tidak mengharapkan pujian dari orang lain; ia tidak menyiarkan apa yang ia kerjakan. Kata sayap di dalam ayat ini menggambarkan kecepatan dalam ketaatan, dan selalu siap untuk melaksanakan apa yang sang Raja perintahkan. Ini adalah suatu model pelayan yang sejati.

God has a message and He is looking for a messengers! Adalah tanggung jawab setiap kita untuk meresponi panggilan Allah secara pribadi.

Mari kita bersama-sama melihat 3 faktor untuk menjadi seorang pemimpin: 1. Peluang (Opportunity) Seorang harus dapat melihat satu peluang atau kesempatan di mana ia dapat membuat perbedaan.

2. Kemampuan (Ability) Sadar bahwa ia mempunyai bakat dan kemampuan untuk melakukan sesuatu. Ketahuilah bahwa setiap kita mampu, sebab Roh Allah yang memampukan kita.

“Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.” (Zakharia 4:6)

3. Keinginan (Desire) Mempunyai keinginan untuk memimpin!

Pelayan Tuhan adalah orang yang melakukan perintah-perintah Tuhan. Di malai dari hal-hal yang paling kecil dan dasar. Contohnya, para istri tunduk kepada suami; para suami mengasihi istri; dan anak-anak menghormati orang tua.

Bagaimana seorang menjawab panggilan Tuhan? Marilah kita lihat bagaimana Yesaya menjawab Tuhan secara pribadi.

Tahap I (ayat 1-2) Perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang merubah hidup. Setiap kita yang belum berubah hidupnya pasti belum bertemu dengan Tuhan secara pribadi. Sebab perjumpaan dengan Tuhan itu mengubahkan!

Tahap II (ayat 3-4) Setelah bertemu dengan Tuhan, seorang akan sadar bahwa Tuhan adalah Allah yang kudus.

Tahap III (ayat 5) Lalu orang yang mengalami kekudusan Allah, sadar akan dosa dan segala kekurangnya sendiri. Ada kerendahan hati.

Tahap IV (ayat 6-7) Setelah itu akan terjadi pemurnian dan penyucian dari Tuhan. Ijinkanlah Tuhan menjamah mata kita supaya kita mempunyai perspektif yang baru.

Tahap V (ayat 8)
Tahap yang terakhir adalah meresponi panggilan Tuhan dengan perubahan gaya hidup. Biarlah kita boleh berkata: “ini aku Tuhan, utuslah aku”.

Tags:
No Comments

Post A Comment