Pencurahan Roh Kudus

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air… ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” Kejadian 1:1-2; 2:7

Pada mulanya Tuhan telah menghembuskan Roh-Nya (Ibrani: Ruach) kepada manusia saat Ia menciptakannya. Roh yang dimaksudkan di ayat di atas adalah Roh Kudus yang bersama-sama dengan Allah Bapa dan Allah Anak.

Di dalam setiap kita yang menerima Kristus ada Roh yang dari Tuhan. Dan Roh inilah yang memampukan kita untuk dapat berkomunikasi dengan Tuhan.

Di dalam Perjanjian Baru, setelah Yesus bangkit dari mati, Dia juga menghembuskan Roh Kudus kepada murid-murid-Nya.

“Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.” (Yohanes 20:20, 21)

Jadi, setiap kita yang sudah menerima Yesus dan lahir baru sudah menerima Roh Kudus. Namun hal ini berbeda dengan baptisan Roh Kudus dan juga karunia berbahasa Roh.

“Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang–demikian kata-Nya–“telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”” (Kisah Para Rasul 1:4, 5)

Tuhan menjanjikan baptisan Roh Kudus kepada murid-murid-Nya yang kita ketahui hal ini digenapi pada hari Pentakosta.

“Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.” (Kisah Para Rasul 2:4-6)

Roh Kudus diberikan kepada kita supaya kita memiliki kuasa (Yunani: Dunamis) dan menjadi saksi Kristus. Menjadi saksi Kristus adalah memiliki hidup yang bersedia mati bagi Tuhan.

Perlu kita ketahui di sini bahwa baptisan Roh Kudus dan karunia berbahasa Roh bukanlah suatu takaran kerohanian seseorang. Orang yang dapat berbahasa Roh belum tentu lebih rohani dibanding dengan orang yang tidak dapat berbahasa Roh.

Ada 2 macam di dalam hal berbahasa Roh. Yang pertama adalah bahasa yang hanya dapat dimengerti oleh Tuhan. Dan yang kedua adalah bahasa yang dapat dimengerti oleh manusia namun bahasa itu adalah bahasa yang tidak diketahui oleh yang mengucapkannya. Misalnya orang Indonesia yang tidak pernah belajar bahasa Rusia tiba-tiba dapat berbahasa Rusia dengan lancar.

“Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia… Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.” (1 Korintus 14:2, 4)

Dengan berbahasa Roh kita dapat membangun Roh kita walaupun kita tidak mengerti artinya.

Seperti Tuhan Yesus, apapun juga yang kita lakukan biarlah semuanya dipimpin oleh Roh Kudus. Di dalam pencobaan sekalipun, Roh Kudus ada bersama-sama dengan kita. Bukankah Roh Kudus sendiri yang memimpin Tuhan Yesus untuk masuk ke padang gurun untuk dicobai?

“Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” (Kisah Para Rasul 2:38)

“Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Lukas 11:13)

Tags:
No Comments

Post A Comment