Pentingnya Figur Bapak

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” Yesaya 9:5

Banyak sekali masalah yang terjadi di dunia kita ini karena kurang atau tidak adanya figur bapak.

Hari ini, janganlah kita melihat Yesus seperti seoarang bayi kecil yang tidak berdaya lagi, Dia adalah seorang Bapa yang Kekal, Raja Damai. Dan tanpa Yesus yang terlebih dahulu menjadi Bapa atas hidup kita maka kita tidak akan dapat menjadi bapak.

God is love, and without God there is no love!

Kehormatan tertinggi yang Tuhan berikan kepada manusia adalah seoarang bapak.

“Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.” Lukas 11:2

Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya untuk “Berkata: Bapa…”. Perhatikan bahwa Yesus mengajarkan mereka untuk mengatakan, atau mendeklarasikan Bapa. Saat kita lakukan ini kita sebenarnya sedang memberikan penghargaan dan penghormatan kepada Tuhan dengan memanggilnya Bapa.

Abba atau Bapa adalah sumber (source).

Kebapaan adalah tujuan utama seorang pria. Dosa datang dari seoarang ayah (Adam), dan pertobatan juga datang dari seorang ayah, yaitu Yesus. Dosa adalah deklarasi manusia untuk independent dari Bapa.

Kunci dari banyak permasalahan di dunia sekarang ini ada di hubungan antara bapak dan anak.

“Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. 4:6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.” Maleakhi 4:5-6

“TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. 2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas” Kejadian 2:15-16

Perhatikan kedua ayat di atas, Tuhan membawa Adam masuk ke taman Eden, ini berarti Adam tidak diciptakan di dalam taman Eden. Tuhan membawa Adam ke dalam taman Eden supaya manusia yang diciptakannya mempunyai hubungan dengan Tuhan.

Anak-anak muda di tempat ini, carilah pasangan hidup yang mempunyai hubungan yang baik dengan Bapa di surga.

Hal lain yang perlu kita perhatikan adalah di taman Eden Adam disuruh untuk bekerja, yaitu mengusahakan taman itu. Janganlah kita mencari calon suami yang tidak atau belum bekerja.

Lalu Tuhan juga memerintahkan Adam untuk memelihara taman itu supaya menghasilkan buah. Ini adalah suatu tanggung jawab yang Tuhan berikan atas Adam. Janganlah kita mencari pacar atau calon suami yang tidak bertanggung jawab.

Point yang terakhir dari kedua ayat di dalam kitab Kejadian ini adalah bahwa Adam diperintahkan untuk menghasilkan buah. Hal ini berbicara tentang kreatifitas dalam menciptaka/menghasilkan sesuatu. Carilah calon suami yang kreatif.

Adam diberikan Firman Tuhan sehingga ia menjadi orang dapat menyampaikan Firman Tuhan.

“You are witnesses, and God also, how devoutly and justly and blamelessly we behaved ourselves among you who believe; as you know how we exhorted, and comforted, and charged every one of you, as a father does his own children, that you would walk worthy of God who calls you into His own kingdom and glory.” 1 Tesalonika 2:10-12

Ayat-ayat di atas adalah kualifikasi untuk masuk ke dalam kerajaan surga:

1. Saleh (Devout) 2. Adil (Just) 3. Tanpa cacat (Blameless)

Apa yang harus dilakukan seorang bapak kepada anaknya? 1. Menasehati anaknya 2. Menguatkan hati (comforting) 3. Menegur dengan tegas Seorang ayah harus berani mendisiplin anak, namun tidak dengan emosi. Dan di dalam hal mendisiplin anak, janganlah menggunakan tangan atau anggota tubuh kita.

Yusuf dikirim ke Mesir karena Firaun tidak mempunya figure ayah dalam hidupnya. Dan Yusuf menjadi figure ayah dalam hidup Firaun.

A father€™s job is to encourage. A discourage person is like a demolished building. To make the person whole again, one has to start from scratch, like building from its foundation all over again.

Tags:
No Comments

Post A Comment