Penutupan Akan Masa Lalu

1 Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
2 Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.”
3 Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
4 Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
6 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.
8 Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
9 Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. – Yoh 20:1-9

Saudara yang terkasih, hari ini Ps. Terry Apel mengajarkan kepada kita bagaimana pentingnya kita menutup masa lalu supaya kita bisa terus bertumbuh didalam iman dan hidup kita didalam Tuhan. Dari ayat perikop tentang kebangkitan Yesus diatas, dikatakan bahwa murid-murid belum mengerti isi Kitab Suci. Sama halnya dengan mereka, terkadang kita juga sangat terbatas mengerti tentang firman Tuhan. Mereka tidak mengerti bahwa Yesus akan bangkit pada hari yang ketiga. Nah…. seringkali kita juga kurang memperhatikan firman Tuhan atau kita menganggap itu kurang nyata, sama seperti yang dialami murid-murid Yesus. Mereka tidak menganggap nubuatan tentang Yesus di Kitab Suci itu suatu yang ‘real’ atau nyata. Akibatnya mereka mencari Yesus dikuburnya setelah hari ketiga. Jika mereka mengerti yang tertulis di Kitab Suci, mereka tentu tidak akan datang ke kuburan Yesus hari itu. Saudara yang terkasih, jika kita hidup diluar firman Tuhan sebetulnya engkau sedang hidup didalam ‘virtual reality’ atau kenyataan yang semu. Kita harus mengerti bahwa alam rohani itu lebih nyata dari alam jasmani! Kita perlu hidup didalam firman Tuhan. Kebangkitan Yesus adalah sesuatu yang nyata. Kematian Yesus telah menutup seluruh perjanjian lama sehingga perjanjian baru dimulai. Jika perjanjian lama (hukum) tidak ditutup maka perjanjian baru (kasih karunia) itu tidak akan ada. Rasul Paulus didalam Filipi 3:13 berkata, “… but one thing I do, forgetting those things which are behind and reaching forward to those things are ahead.” Paulus hanya melakukan satu hal, yaitu melupakan apa yang telah dibelakangku. Seringkali begitu banyak dari kita telah mencoba untuk merubah banyak hal didalam hidup kita, tetapi kita gagal! Kenapa?? Karena kita tidak pernah menutup hal yang lalu, sehingga kita tidak pernah melihat apa yang akan datang. Waktu kita selalu melihat ke belakang maka kita tidak akan bisa melihat masa depan kita. Adalah bukan kehendak Tuhan untuk anak-anak-Nya hidup didalam masa lalu. Tidak tahukah saudara bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang ‘sekarang’ dan kita juga hidup pada waktu ‘sekarang’ bukan ‘kemarin’ atau ‘besok’. Ratapan 3:22-23 berkata, “Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi, besar kesetiaan-Mu.” Tuhan selalu bekerja ‘hari ini’ Dia adalah Tuhan yang selalu baru! Itulah sebabnya Tuhan mau kita hidup di masa ‘sekarang’ bukan di masa lalu atau masa depan. Istri Lot adalah contoh dari orang yang hidupnya selalu melihat apa yang ada dibelakang. Walaupun Tuhan memimpin dia kepada suatu yang baru didepan tetapi dia masih memikirkan yang dibelakangnya, sehingga masa depannya hilang. Dia menjadi tiang garam! Masa depanmu akan berhenti segera sewaktu engkau melihat kebelakang!! Waktu engkau melihat ke belakang, waktu itu juga engkau berhenti melihat kedepan!

Kekecewaan akan selalu datang kepada orang yang hidup, artinya kita tidak bisa menolak itu tetapi hal itu hanya akan sementara jika kita membawanya kepada penutupan! Waktu Maria melihat Yesus disalibkan, waktu itulah semua harapan Maria atas Yesus masuk didalam penutupan. Tidak ada lagi harapan, segala impiannya supaya Yesus menjadi seorang Mesias bagi bangsa Israel menjadi hilang waktu ia melihat Yesus mati di atas kayu salib itu.

1 Kor 1517, “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih dalam dosamu.” Kebangkitan Kristus membawa suatu penutupan bagi dosa kita! Halleluyah! Waktu Maria datang ke kubur Yesus untuk mencari Yesus yang ‘kemarin’ itu, dia tidak menemukannya, tetapi waktu Yesus menyatakan diri-Nya, Maria mendapatkan jamahan khusus dari Tuhan. Kita semua memerlukan jamahan khusus itu dari Yesus! Oleh sebab itu kita perlu membawa segala masa lalu kita, baik itu masa lalu yang buruk maupun yang baik! Semua itu harus ditutup supaya yang baru bisa datang! Tidak tahukah saudara bahwa setiap kitab di Alkitab kita mempunyai penutupan? Air bah di jaman Nuh adalah suatu penutupan dari jaman itu. Kematian Musa merupakan suatu penutupan sehingga harapan baru atas Yosua itu muncul. Kematian Yesus merupakan suatu penutupan dari hukum Taurat dan kasih karunia itu dimulai! Penutupan akan hal-hal yang lalu itu sangatlah penting sehingga yang baru bisa datang. Yesus adalah Tuhan atas penutupan dan Tuhan atas permulaan! He is the closure God and the beginning God!

Seringkali kita bergaul dengan Tuhan dengan cara yang ‘kemarin’. Kita perlu mengerti bahwa Tuhan menginginkan suatu hubungan yang ‘segar’ bukan hubungan yang ‘kemarin’. Maria mau menjamah Yesus seperti yang biasa ia lakukan tetapi Yesus berkata, “janganlah engkau memegang Aku tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku…” Yoh 20:17. Tuhan mau Maria menutup yang lalu dan lepaskan pengharapan itu dengan pergi kepada saudara-saudara, menyatakan bahwa Yesus telah bangkit! Persis seperti itulah yang Tuhan inginkan untuk kita semua lakukan. Kebangkitan Yesus juga telah menutup kebimbangan Thomas!

Marilah engkau hari ini membuat suatu penutupan didalam hidupmu melalui Yesus, didalam Yesus dan dengan Yesus! Maka biarlah terjadi seperti yang dinubuatkan oleh Yeremia, “Pada waktu itu Yerusalem akan disebut tahta Tuhan, dan segala bangsa akan berkumpul kesana, demi nama Tuhan ke Yerusalem dan mereka tidak lagi akan bertingkah langkah menurut kedegilan hatinya yang jahat.” Yer 3:17.

No Comments

Post A Comment