Penyembah Yang Benar

“Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran” Yohanes 4: 24

Apakah penyembahan yang benar itu? Dan bagaimanakan menyembah dalam roh dan kebenaran itu? Jawaban ini dapat kita ketemukan di dalam Yohanes 4: 4-42, di sini diceritakan tentang percakapan Yesus dengan perempuan Samaria di dekat sumur Yakub.

Yesus sedang duduk di dekat sumur Yakub, murid-murid Yesus sedang pergi ke kota membeli makanan, datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Pada jaman itu, orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria, maka dari itu wanita Samaria ini kaget saat Yesus meminta air kepadanya, dan berkata kepada Yesus: “Masakan Engkau, seorang Yahudi minta minum kepadaku, seorang Samaria?”

Bukan secara kebetulan Yesus berada di dekat sumur Yakub dan murid-murid-Nya tidak ada di sana. Yesus menunggu kedatangan perempuan Samaria itu! Mungkin Yesus telah menunggu 1 jam, 3 jam, mungkin 5 jam. Ini adalah sesuatu hal yang sangat luar biasa, sebab di dalam dunia sekarang ini biasanya seorang pegawai yang menunggu seorang bos, bukan sebaliknya. Tetapi Tuhan Yesus merendahkan diri-Nya untuk menunggu seorang perempuan Samaria yang belum mengenal-Nya. Ketahuilah bahwa Yesus juga menunggu setiap kita dengan sabar lama sebelum kita mengenal-Nya!

Lalu Yesus memberikan dua pilihan kepada perempuan Samaria ini, minum air dari sumur Yakub atau minum air hidup yang ada pada-Nya. Yesus menjelaskan bahwa siapa yang minum air dari sumur itu akan haus kembali, tetapi sebaliknya siapa yang minum air hidup yang dari Yesus tidak akan haus untuk selama-lamanya. Air ini akan menjadi mata air di dalam orang yang meminumnya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal (Yohanes 4: 14).

Yesus berkata kepada perempuan Samaria ini bahwa penyembah-penyembah yang benar adalah mereka menyembah di dalam roh dan kebenaran sebab Allah itu Roh (ayat ke-23 dan 24). Penyembahan itu bukan tentang gaya menyembah, tempat di mana kita menyembah, ataupun musik-musik yang indah. Penyembahan adalah suatu gaya hidup, dan yang keluar dari dalam hati seseorang yang mengasihi Tuhan. Jikalau kita belum menyembah Tuhan di dalam roh, itu belum merupakan suatu penyembahan, itu mungkin hanya nyanyian indah yang keluar dari mulut kita.

Ada satu gereja bawah tanah di China, di kota Khun Min, jemaat di sana sangat sederhana, mereka menyembah Tuhan tanpa ada satu alat musik pun, namun hadirat Tuhan begitu nyata dan begitu kuat turun di tengah-tengah mereka saat penyembahan mulai mereka naikkan.

Saat kita benar-benar mengandalkan Tuhan sepenuhnya, itu merupakan suatu penyembahan yang benar. Dikatakan di dalam Firman Tuhan bahwa orang kaya susah untuk masuk ke dalam surga. Kenapa demikian? Karena banyak orang kaya yang walaupun sudah mengaku percaya kepada Tuhan Yesus, masih tetap hidup dengan gaya bos, dan mengandalkan kekayaan yang mereka miliki. Andalkan Tuhan di dalam hidup kita, bukan uang atau apapun juga!

Ada perbedaan dari pujian dan penyembahan. Pujian adalah sesuatu yang kita naikan kepada Tuhan akan apa yang sudah Dia kerjakan di dalam hidup kita. Contohnya, doa kita yang sudah dijawab-Nya, penyakit yang sudah Ia sembuhkan. Tetapi penyembahan adalah sesuatu yang kita berikan kepada Tuhan akan hal yang belum kita lihat, yang belum terjadi. Kita menyembah bukan karena hasil yang sudah kita peroleh, tetapi karena kepribadian Tuhan. Walaupun keadaan kita susah, kita menyembah Dia, sebab kita tahu bahwa Allah itu mengasihi kita, dan Ia setia kepada janji-janji-Nya. Itulah penyembahan!

Di dalam ayat yang ke-4 dikatakan bahwa Yesus harus masuk melintasi daerah Samaria. Tetapi sebenarnya kalau kita pelajari benar-benar, Yesus tidak secara fisik masuk kota Samaria, tetapi Yesus masuk ke kota Samaria melalui seorang perempuan Samaria yang hidupnya sudah Tuhan ubahkan.

Tuhan Yesus menginginkan agar setiap kita memiliki hati seperti Dia, hati yang merindukan akan jiwa-jiwa. Perempuan Samaria ini juga mempunyai kerinduan terhadap jiwa-jiwa lainnya, ia membawa orang-orang di kota itu kepada Yesus. Dan pada waktu itu, banyak orang Samaria yang percaya kepada Yesus. Marilah kita juga mempunyai kerinduan kepada jiwa-jiwa, dan membawa mereka kepada Yesus.

“Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yohanes 4: 34).

Tags:
No Comments

Post A Comment