Perjalanan Yang Berhasil

Saudara, kita akan belajar dari Petrus, waktu ia bertemu dengan Yesus dan berjalan di atas air yang terambil dari Mat. 14:22-33.

Waktu murid-murid Yesus berlayar dan angin sakal datang, tiba-tiba Yesus datang dan mereka ketakutan. “Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan diatas air.” Ay.28.

Saudara, didalam ketakutan, Petrus tahu adalah sesuatu yang mustahil bagi orang biasa/normal untuk berjalan atas air. Tetapi Petrus percaya jika Yesus yang suruh ia pasti bisa. Kita akan belajar, ada 4 langkah supaya perjalanan kita berhasil:

Langkah pertama adalah JANGAN MENDENGAR KATA MANUSIA.
Petrus lebih percaya kepada suara Yesus daripada suara teman-temannya! “Sebab hidup kami adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.” 2 kor 5:7. Petrus bahwa tahu ia tidak mungkin jalan diatas air, tetapi ia percaya!

Langkah kedua adalah JANGAN MENGANDALKAN KEKUATAN SENDIRI.
Petrus tidak mengandalkan kekuatannya sendiri tetapi mengandalkan Tuhan. There is a miracle when you believe. Kekuatan manusia itu terbatas, tetapi andalkanlah Tuhan yang tidak terbatas.

Langkah ketiga adalah JANGAN TINGGAL DIPERAHU.
Kata Yesus: “Datanglah!” maka Petrus turun dari perahu dan berjalan diatas air.” Ay.29. Kata ‘datanglah’ adalah kata undangan. Yesus juga mengundang kita untuk masuk dalam rencana-Nya dan rencana-Nya selalu baik! Perhatikan saudara, Petrus lebih senang untuk masuk kedalam gelombang lautan bersama Yesus daripada tinggal di kapal bersama teman-temannya! Dengan kata lain, ia lebih baik berada didalam bahaya bersama Yesus daripada ditempat yang aman tetapi tanpa Yesus. Saudara, Yesus saat ini mengundang engkau untuk meninggalkan ‘perahu’ mu. Perahu adalah gambaran dari dosa, persoalan, kesenangan dunia, drugs, dll.

Langkah keempat adalah JANGAN LIHAT SEKELILINGMU. “Tetapi ketika dirasakannya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”” ay. 30-31. Saudara, kita sudah tahu bahwa orang benar hidup karena percaya dan bukan karena melihat, karena yang kelihatan itu adalah semu, sementara.

Ibr 1:6-8, “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang ambingkan kian kemari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.”

Orang yang bimbang hati tidak akan mendapatkan apa-apa. Kita harus mengarahkan pandangan kita kepada Yesus. Jika engkau dalam keadaan yang berbahaya atau bermasalah besar, perhatikan kemana arah pandanganmu hari-hari ini? Jika hari-hari ini matamu sedang tidak memandang kepada Yesus, ini adalah waktu yang terbaik untuk mengarahkan pandanganmu kepada-Nya. Percayakan hidupmu kepada Yesus dan jadikan Dia Tuhan dan juru selamat atas hidupmu! Amin.

No Comments

Post A Comment