Perjamuan Kudus

Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-muridNya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuhKu.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan BapaKu.” Matius 26:26-29

Perjamuan Kudus adalah perintah dari Tuhan kepada setiap gerejaNya. Dalam bahasa Inggris, perjamuan kudus disebut sebagai the Lord€™s supper dan the Lord€™s table. The Lord€™s supper mengartikan suatu komuni dengan Tuhan, sedangkan the Lord€™s table mengartikan kita sebagai umat yang sudah ditebus oleh tubuh dan darah Tuhan Yesus harus memisahkan persekutuan kita dengan iblis dan kedagingan kita.

1 Korintus 10:16 dan 1 Korintus 11:23-26 menekankan bagaimana gereja Tuhan harus meneruskan pemecahan roti dan minum anggur yang merupakan symbol dari tubuh dan darah Tuhan Yesus. Perjamuan Kudus adalah salah satu amanat yang Yesus ingin gerejaNya lakukan untuk menjadi peringatan akan Dia.

Dalam perjamuan kudus, ada beberapa barang yang harus ada. Yang pertama adalah meja. Meja berarti fellowship, dan meja merupakan symbol persekutuan dengan Tuhan (Imamat 24:5-9) Raja Daud mengatakan di dalam Mzm 23:5 “You prepare a table before me in the presence of my enemies,” (NASB) Persekutuan identik dengan makanan. Karena itu Daud merasakan betapa Tuhan membela dia di depan musuh-musuhnya dengan menyediakan hidangan bagi Daud. Selain meja, roti dan anggur juga sangat penting dalam ibadah perjamuan kudus. Roti melambangkan gereja Tuhan dan anggur melambangkan darah Kristus. (1 Korintus 10:16-17)

Ada beberapa sikap yang harus kita perhatikan dalam menjalankan ibadah perjamuan kudus:

1. Kita harus menghadapi perjamuan kudus dengan gairah dan bersemangat. “Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasulNya. KataNya kepada mereka: “Aku sangat rindu (earnestly desired) makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. (Lukas 22:14,15) Yesus sangat ingin melakukan perjamuan kudus ini, atau dalam bahasa Inggrisnya dikatakan earnestly desired, Yesus begitu bersemangat dan bergairah untuk memecahkan roti dan minum anggur bersama-sama dengan murid-muridNya. 2. Dengan iman Roma 14:23 berkata “Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa. 3. Dengan mengingat akan Tuhan Yesus “dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuhKu, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darahKu; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumNya, menjadi peringatan akan Aku.” 1 Korintus 11:24-25. 4. Dengan mengucap syukur. 5. Dengan satu tubuh, kesatuan. 6. Ketika kita makan perjamuan kudus, ada pewahyuan akan pribadi Yesus. Lukas 24:30-34 menceritakan dua orang murid yang pergi ke Emaus dan di tengah jalan bertemu Yesus. Mereka akhirnya menjadi sadar akan Yesus ketika Yesus memecah-mecahkan roti dan mengucap syukur.
Satu hal lagi yang penting untuk kita ingat dalam mengikuti ibadah perjamuan kudus. Kalau ada dosa, segera bereskan. Jangan karena kita berdosa, lantas kita tidak mengambil bagian dalam ibadah ini. Dosa itu harus dibereskan, minta ampun, bertobat, lalu ambillah perjamuan kudus.

Tags:
No Comments

Post A Comment