Permanently Strong

Shakepeare diperkirakan mengutip sekitar 550 kali dari Alkitab, dan mengutipnya dari 54 kitab dari 66 kitab. Pertanyaannya untuk kita, berapa banyak kita telah mengutip dari Alkitab dalam hidup kita? Dengan kata lain, seberapa besarkah Alkitab telah mempengaruhi hidup kita? Sudahkah ayat-ayat Alkitab menggaris-bawahi dan mewarnai hidup kita sebagaimana kita telah menggaris-bawahi dan mewarnai ayat-ayat di dalam Alkitab?

Hari ini kita mau bersama melihat dan belajar tiga pilar yang diperlukan dalam hidup kita supaya kuat di dalam Tuhan.

“Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan. Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau-entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya-orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. Aku juga tahu tentang orang itu, – entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya- ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku. Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku. Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” 2 Korintus 12:1-10

Pilar 1 – Memiliki Saat Teduh yang dinamis. Ayat-ayat di atas membuktikan bahwa Paulus sekalipun, seorang rasul yang sangat luar biasa, tidak lepas dari masalah dan tantangan di dalam hidupnya. Paulus bahkan pernah diangkat oleh Tuhan ke surga yang ke-3. Ini adalah salah satu bukti juga bahwa Paulus adalah seseorang yang memiliki hubungan yang sangat baik dengan Tuhan.

Saat Teduh yang dinamis itu bukan suatu hal yang biasa-biasa saja, melainkan sesuatu yang dikhususkan untuk Tuhan. Saat Teduh semacam ini tidak mencari berkat dari Tuhan, tetapi dilakukan dengan tulus dan dikarenakan semata-mata hanya ingin dekat dengan Tuhan.

Pakailah Saat Teduh kita untuk memuji dan menyembah Tuhan tanpa meminta apapun juga. Dan jangan juga kita lakukan Saat Teduh karena merasa bersalah atau takut dihukum oleh Tuhan jika tidak melakukannya, ini bukanlah suatu alasan dan motivasi yang benar.

Saat Teduh yang dinamis itu lahir dari hati yang mengasihi Kristus dan lahir dari kerinduan untuk mengenal-Nya lebih lagi.

Pilar 2 – Memiliki hati yang kuat di tengah-tengah masalah. Paulus walaupun memiliki masalah tetap saja kuat. Paulus bahkan memuji dan menyembah Tuhan di dalam penjara dan tidak sekalipun mengeluh kepada Tuhan.

Segala kesulitan dan masalah yang kita alami itu berguna untuk membangun karakter kita. Seperti Musa contohnya, dia diproses 40 tahun lamanya sebelum dipakai Tuhan untuk memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Tuhan memakai masalah dan tantangan untuk membentuk hidup dan melepaskan dari keduniawian kita.

Masalah juga membuat kita menjadi rendah hati!

Pilar 3 – Bergantung total kepada anugerah Tuhan. Seperti Paulus, jika kita bergantung kepada Tuhan maka kesuksesan akan mengikuti hidup kita!

“Berkat ada di atas kepala orang benar, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman.” Amsal 10:6

Tags:
No Comments

Post A Comment