Pertumbuhan Dari Anak-Anak Menjadi Dewasa

“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia” Roma 8: 14-17.

Setiap kita tidak dapat mengelak dari pertambahan umur, tambah hari kita akan menjadi tambah tua, hal ini terjadi secara natural. Kita tidak mempunyai pilihan. Namun untuk menjadi seorang ayah adalah suatu keputusan yang kita buat. Setiap kita dapat menjadi seorang bapa. Yang saya maksudkan di sini adalah karakter dari seorang bapa. Karakter seorang bapa tidak tergantung pada jenis kelamin, wanita sekalipun dapat memiliki karakter bapa.

Seperti halnya di alam natural, sewaktu kita lahir baru di dalam Kristus kita tidak lahir langsung menjadi dewasa. Pada saat kita percaya kepada Tuhan Yesus dan lahir baru, kita lahir kembali dari benih Allah; Dan setiap kita yang lahir baru memiliki DNA Allah (1 Petrus 1: 23). Itu berarti kita mempunya karakter seperti Allah.

“Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat” (Ibrani 5: 12-14).

Bayi (Gk. Napion) – Sewaktu kita lahir kembali dalam Kristus, kita adalah ciptaan baru di dalam Dia (2 Korintus 5: 17) dan setiap kita lahir menjadi bayi dalam Kristus. Seperti halnya bayi-bayi di alam natural, kita masih belum dapat berbuat apa-apa. Segala sesuatu yang kita perlukan masih disiapkan dan dibantu oleh orang lain, orang yang sudah dewasa. Bayi-bayi rohani masih belum bisa melakukan pekerjaan Tuhan.

Anak-anak di bawah 5 tahun (Gk. Piodion) – Sewaktu kita sudah menjadi anak-anak di dalam Kristus, kita sudah mulai berbicara, dan melakukan beberapa hal dengan sendiri. Pada saat-saat seperti ini, kita masih perlu banyak belajar, masih perlu di disiplin oleh orang tua. Kita mulai dilatih dan belajar banyak hal-hal baru.

Pada umur yang seperti ini umumnya kita masih suka iri hati, egois, dsb. (1 Korintus 3: 1-4). Sikap kita masih kekanak-kanakan (Childish). Kita juga masih suka berkelompok, dan tidak mempedulikan orang lain.

Remaja (Gk. Teknon) – Di dalam kitab Roma 8: 14-16 ke-2 kata “anak Allah” mempunyai arti yang berbeda. “Anak” di dalam ayat yang ke-14 diterjemahkan dari kata Huios (Yunani), yang mempunyai arti orang yang sudah dewasa. Dan “anak-anak” di dalam ayat yang ke-16 diterjemahkan dari kata Teknon yang mempunyai arti anak-anak yang hampir dewasa, atau remaja.

Anak-anak remaja selalu mau dianggap dewasa, dan sering kali berlaga dan bertingkah laku seperti orang dewasa. Biasanya menganggap dirinya sudah hebat.

Saat kita remaja di dalam kerohanian, kita sudah bisa melayani Tuhan, namun kita harus terus bertumbuh menjadi dewasa. Kita harus mau merendahkan diri dan dipimpin.

Dewasa (Gk. Huios) – Orang orang yang sudah dewasa adalah ahli waris. Dan kita harus mau menderita bersama-sama dengan Kristus. Rela berkorban adalah salah satu dari karakter yang di miliki oleh mereka yang sudah dewasa.

Siapakah yang menentukan status kita di dalam Kristus? (Matius 3: 16, 17; 17: 5) Bapa di surga sendirilah yang mendeklarasikan status kita. Pada waktu itu orang-orang akan mendengarkan kepada kita, sebab kita sudah diberikan otoritas oleh Allah.

Pengangkatan status datang dari Allah, janganlah kita sekali-kali mengangkat diri kita sendiri!

Tags:
No Comments

Post A Comment