Perubahan Dalam Hidup

Manusia umumnya senang dengan yang namanya status quo, yaitu tinggal tetap tidak berubah. Namun kita tahu bahwa dalam hidup kita ini tidak ada yang namanya yang tidak berubah. Di dalam pertumbuhan hidup kita juga berubah.

Di dalam Alkitab kita dapat melihat bagaimana cara Tuhan membuat manusia untuk berubah. Salah satu cara yang Tuhan pakai adalah dengan melalui masalah di dalam hidup.

Di dalam kitab 2 Raja-raja 2:1-18 kita dapat melihat cerita tentang nabi Elia dan Elisa. Sebelum nabi Elia diangkat oleh Tuhan, Elia harus mengalami dahulu badai ketika di dalam perjalanannya dari Gilgal. Arti dari Gilgal adalah roda, di sini dapat diartikan dengan hidup yang mengalami perubahan seperti roda berputar. Tetapi perubahan ini bukan berarti hidup yang kadang naik ke atas, dan kadang turun ke bawah, sebab di dalam Tuhan hidup tidak akan naik turun. Kita boleh saja dalam masalah, gagal ataupun bersalah, jangan salah kita tidak akan turun, paling-paling kita tinggal tetap dan tidak naik. Seperti anak sekolah yang gagal dalam ujian, dia tidak akan turun kelas, tetapi hanya tinggal kelas, dan mengulang lagi pelajaran yang gagal itu.

Ketika bangsa Israel berada di padang pasir, saat mereka keluar dari tanah Mesir, segala keperluan mereka disediakan dan dicukupi oleh Tuhan. Tetapi setelah mereka masuk ke Gilgal semua fasilitas yang Tuhan berikan sebelumnya berhenti disediakan. Kenapa? Bukan karena Tuhan kejam atau meninggalkan bangsa Israel, tetapi karena Tuhan sedang melatih bangsa Israel. Pada waktu itu bangsa Israel sedang mengalami perubahan “paradigm”.

Di Gilgal kita harus mengandalkan iman kita sendiri dan tidak dapat lagi mengandalkan iman orang lain.

Dari padang pasir lalu ke Gilgal, dari Gilgal lalu ke Betel. Betel ada rumah Tuhan, dan tempat visi. Di Betel Yakub melihat malaikat Tuhan naik turun dari langit. Di sini juga lah nama Yakub yang artinya penipu diganti menjadi Israel, yang artinya adalah pangeran.

Di rumah Tuhan hidup kita akan dirubah! Karena itu janganlah kita menghindar dari persekutuan dengan sesama di rumah Tuhan.

Setelah Betel maka sampailah kita ke Yerikho. Yerikho memiliki dua arti, yang pertama adalah tempat yang berbau harum, dan yang kedua adalah tempat untuk berperang. Dari kedua arti Yerikho ini, kita dapat katakan bahwa tidak ada keharuman tanpa peperangan. Dengan kata lain, tidak mungkin ada kemenangan tanpa didahului oleh peperangan.

Setelah Yerikho, kita akan tiba di tepi sungai Yordan. Yordan berbicara tentang tempat penurunan, dan juga tempat kematian daging. Setelah melalui sungai Yordan, barulah Elia berkata kepada Elisa (ayat ke 9): “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.”

Dan hanya setelah kita menyeberangi sungai Yordan, maka Tuhan akan berkata kepada kita: “Apakah yang kau mau Aku perbuat bagimu?” Hal ini terjadi setelah melalui kematian kedagingan kita.

Di dalam Alkitab banyak sekali perubahan hidup yang Tuhan buat. Daud, yang tadinya hanya seorang gembala sederhana Tuhan jadikan raja bangsa Israel. Yusuf, seorang yang sombong Tuhan rubah dan akhirnya diangkat-Nya menjadi seorang perdana menteri Mesir.

Di dalam Alkitab kita dapat melihat hidup Elia yang tidak sempurna, namun bagaimana Elisa tetap setia kepada Elia.

“Ketika rombongan nabi yang dari Yerikho itu melihat dia dari jauh, mereka berkata: “Roh Elia telah hinggap pada Elisa.” Mereka datang menemui dia, lalu sujudlah mereka kepadanya sampai ke tanah.” 2 Raja-raja 2:15

Orang-orang yang mengikuti dari jauh hanya terkagum-kagum oleh mujizat. Mereka ini bahkan tidak setia mengikuti Elia seperti Elisa.

Seperti nabi-nabi yang tidak setia ini (ayat ke-17), orang-orang yang mengikuti Tuhan dari jauh umumnya juga memiliki pikiran yang negatif. Janganlah kita seperti nabi-nabi yang mengikuti Elia dari jauh. Namun contohlah Elisa yang selalu berjalan bersama-sama dengan Elia dengan setia.

Segala kekurangan dan kelemahan Elia Elisa tahu; namun Elisa tetap setia mengikuti pemimpinnya, sampai pada akhirnya urapan dua kali lipat Elia diterima oleh Elisa.

Ingatlah bahwa kita harus berubah! Dan tetaplah setia!

Tags:
No Comments

Post A Comment