Pilihan Hidup Yonatan

1 Samuel 20: 30-42

Sebagai seorang anak raja, dan sahabat Daud, Yonatan diperhadapkan dengan sebuah keputusan yang sangat sulit. Yonatan harus memilih antara ayahnya, raja Saul dan Daud sahabatnya, seorang calon raja. Yonatan mengasihi dan menghormati ayahnya tetapi ia juga mengasihi Daud, seorang yang dibenci oleh ayahnya sendiri.

Saul disini menggambarkan tradisi, dan comfort zone kita. Jika Yonatan memilih Saul, dia akan mendapatkan kuasa sebagai anak raja, kekayaan, dan bahkan dia menjadi penerus tahta kerajaan. Sebaliknya Daud menggambarkan hal-hal yang baru dan kehendak Tuhan. Memang sepertinya saat itu jika Yonatan memilih Daud dia juga akan dikejar-kejar oleh ayahnya sendiri, menjadi musuh bagi ayahnya. Yonatan tidak akan menikmati kepuasan-kepuasan sebagai anak raja. Daud dipilih Tuhan untuk menjadi raja menggantikan Saul, tapi kapan hal itu akan terjadi. Sepertinya pilihan untuk mengikuti Daud hanya akan membuahkan celaka.

Demikian juga dengan hidup kita. Pilihan yang sering harus kita hadapi adalah pilihan antara kehendak Tuhan yang sempurna yang kita tau harus kita lakukan dan keinginan danging kita sendiri. Pilihan untuk mengikuti kehendak Tuhan sering kelihatannya tidak enak, dan tidak menguntungkan. Sedangkan pilihan yang lainnya sepertinya enak, dan menguntungkan. Kalau bisa kita ingin menggabungkan kedua pilihan yang ada. Kita ingin melakukan pilihan yang enak yang juga adalah kehendak Tuhan.

Yonatan pun pada awalnya ingin menyatukan Saul dan Daud. (1 Samuel 18:1-5) Yonatan mengasihi Daud tetapi dia takut kepada Saul. Akhirya Yonatan memilih Saul. Pilihan Yonatan menyebabkan kematiannya.

Seandainya Yonatan memilih Daud, Yonatan pasti akan mendapatkan kuasa dan kemuliaan ketika Daud memerintah. Dalam 2 Samuel 9:1 Daud menunjukkan kasihnya kepada Mefiboset, anak Yonatan yang cacat. Jika hari itu Yonatan membuat keputusan yang benar untuk memilih Daud, Yonatan pun akan diangkat menjadi orang kepercayaan Daud. Tapi Yonatan mengambil keputusan yang salah.

Hari-hari ini Tuhan sedang mengerjakan hal-hal yang baru. Jangan lagi kita ingat-ingat perkara-perkara yang dulu. Mari kita tinggalkan “saul” yang ada dan kita mengambil keputusan yang benar.

“firmanNya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihanKu; umat yang telah Kubentuk bagi Ku akan memberitakan kemasyhuranKu.” Yesaya 43:18-21

Tags:
No Comments

Post A Comment