Pintu Pengharapan / Gateway of Hope

Iman yang kita miliki seharusnya berdasarkan atas Firman Tuhan, dan bukan berdasarkan atas pengalaman kita.

“Sebab itu, sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya. Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir.” Hosea 2: 13, 14

Hosea menikahi seorang pelacur; dan perbuatan Hosea ini menggambarkan kasih Tuhan kepada bangsa Israel, dan juga kepada kita semua, Israel Rohani.

Atas perintah Tuhan Hosea menikahi Gomer, dan mereka dikaruniakan beberapa anak. Dan setelah itu Gomer pergi dari Hosea, kembali kepada kehidupannya yang lama, dan akhirnya dijual sebagai budak. Hosea menebus kembali istrinya Gomer.

Kasih Hosea kepada Gomer menggambarkan bangsa Israel juga yang berkali-kali meninggal Tuhan namun Dia tetap setia kepada bangsa Israel. Berkali-kali kita meninggalkan Tuhan dan berbuat dosa, namun Tuhan tetap mengasihi dan menebus kita.

Seperti Gomer yang Tuhan ajak masuk ke padang gurun, begitu juga Dia membawa kita masuk ke padang gurun karena Ia ingin memulihkan hidup kita.

Lembah Akhor, yaitu lembah ratapan akan Tuhan rubah menjadi pintu pengharapan.

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.” John 10:1, 9

Pintu pengharapan ini sudah terbuka bagi kita, pintu itu adalah Tuhan Yesus. Jika kita masuk melalui pintu ini, maka kita akan menemui padang rumput yang hijau. Namun kita jangan salah, padang rumput yang hijau tidak berarti kita akan memiliki uang yang melimpah.

Pintu pengharapan sudah terbuka bagi kita hari ini; Gomer seorang pelacur diubahkan Tuhan menjadi seorang istri yang baik. Seperti Gomer, bukankah kita juga sering menjual Yesus?

Tuhan mau merestorasi hidup kita sebab memang inilah pekerjaan-Nya. Tuhan memanggil Musa, Abraham, dll dan itu semua adalah suatu restorasi hidup yang Tuhan kerjakan.

Melewati pintu ini ada proses, prosesnya adalah kita harus melalui padang gurun; dan di padang gurun ini hidup kita akan dipulihkan.

Restorasi artinya dikembalikan kepada posisi semula. Tahukah apa posisi saudara yang semula?

Di dalam kitab 2 Raja-Raja 8 diceritakan tentang perempuan Sunem dan bagaimana Tuhan merestorasi hidupnya.

Perempuan Sunem ini tidak bersalah namun ia tetap harus melalui padang gurun, ia kehilangan segalanya. Salah atau tidak, setiap kita juga harus melalui padang gurun.

Kata Sunem artinya tempat peristirahatan ganda. Perempuan Sunem ini berbuat sesuatu bagi nabi Tuhan. Ingatlah bahwa apa yang kita perbuat bagi abdi Allah tidak akan berlalu dengan sia-sia. Namun kita juga harus ingat bahwa kita harus melakukan segalanya dengan hati yang tulus.

Jika kita lakukan hal ini maka kita akan membuka yang namanya “Kingdom connection” di mana mujizat akan terjadi.

Ketika anak dari perempuan Sunem ini meninggal, ia tidak marah kepada Tuhan. Ia datang dan membawa hal ini kembali kepada Tuhan. Dan kita tahu ceritanya bahwa Tuhan memulihkan dan mengembalikan anaknya.

Restorasi memang artinya mengembalikan kepada keadaan atau posisi yang semula, tetapi di dalam Tuhan restorasi dan pemulihan bukan hanya dikembalikan kepada keadaan semula tetapi juga ada bonus yang diberikan-Nya.

Lalu berkatalah Elisa: “Dengarlah firman TUHAN. Beginilah firman TUHAN: Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria.” Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: “Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?” Jawab abdi Allah: “Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya.” 2 Raja-Raja 7:1-2

Janganlah kita pernah menolak Firman Tuhan, dan jangan kita tidak percaya dengan abdi Tuhan, sebab merekalah Kingdom connection.

Tags:
No Comments

Post A Comment