Prinsip Bekerja dalam Kehendak Tuhan

Ada pengkhotbah yang pernah berkata bahwa untuk hebat dalam hal iman, maupun dalam doa diperlukan seminar sebanyak 500 kali. Tetapi untuk dapat bias dipercaya dalam hal keuangan diperlukan seminar sebanyak 2000 kali.

Akhir-akhir ini mimbar Tuhan di dalam gereja dengan pekerjaan di dunia professional sekuler sudah menjadi satu, dan bukan lagi merupakan dua hal yang berbeda.

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air…Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”” Kejadian 1:1-2, 26-28

“Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.” Pengkhotbah 9:10

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.” Kolose 3:23-24

“Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.” Mazmur 24:1

Melalui ayat-ayat di atas, terbukti sudah bahwa Tuhan tidak anti dengan orang-orang yang bekerja dan berbinis. Tuhan tidak menolak orang yang bekerja, justru sebaliknya.

Tidak benar jika kita hanya memberi dan mengharapkan berkat dari Tuhan tanpa mau bekerja dan berusaha. Pekerjaan dan bisnis adalah salah satu cara Tuhan memberkati kita. Berkat Tuhan tidak turun secara tiba-tiba dari langit tanpa ada usaha dari kita.

Bekerja adalah ide dari Tuhan! Dia sendiri adalah pribadi yang bekerja, seperti yang sudah kita lihat dari firman Tuhan di atas; Tuhan menciptakan dunia dan seisinya!

Gerja harus memberi pengaruh dan menuntun umat Tuhan dengan prinsip-prinsip kebenaran Tuhan dalam hal bekerja di dunia professional, agar rencana Tuhan terjadi atas setiap kita, yaitu kelimpahan yang datang dari pada-Nya. Gereja tidak perlu takut memakai mimbar untuk mengajarkan prinsip-prinsip kebenaran Tuhan tentang hal bekerja. Sebab memang bekerja itu adalah ide yang datang dari Tuhan.

Berikut adalah beberapa prinisip-prinsip dalam hal bekerja:

1. Bekerja dengan BERKAT dari Tuhan. Kata pertama yang keluar dari Tuhan pada perjumpaan dengan manusia adalah €˜bless€™ (berkat). Berkat adalah DNA di dalam kita, dan berkat adalah mandat dari Tuhan.

Kita tidak perlu memakai cara-cara maupun trik-trik dunia untuk diberkati dan berhasil. Yang membuat kita berhasil itu Tuhan, dan berkat-Nya itu adal di dalam DNA kita.

Apapun yang kita lakukan dapat berhasil asalkan itu benar; kita tidak perlu memakai trik-trik dalam usaha kita dengan cara yang tidak benar.

2. Bekerja dengan KUASA dari Tuhan. “Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.” Ulangan 8:17-18

Keberhasilan dalam hidup tidak dikarenakan oleh kehebatan kita, sebab keberhasilan itu memang sudah Tuhan tanamkan dalam hidup kita.

Setiap kita diberikan talenta dan kita dapat berhasil dengan mengembangkan apa yang sudah Tuhan berikan; untuk itu kita tidak perlu ikut-ikutan orang lain.

Yang perlu kita lakukan adalah mengembangkan potensi yang ada di dalam kita. Tidak perlu kita mencari potensi yang dari luar. Kita perlu mengakses dan mengembangkan potensi yang sudah kita miliki.

Jangan pernah kita puas hanya dengan setifikat kita, biar itu S1 (Bachelor), S2 (Master) maupun S3 (Doctorate). Kita perlu terus mengembangkan pengetahuan kita. Awalnya kita memang belajar untuk hidup, tetapi janganlah kita berhenti di sana, tetapi kita harus hidup untuk belajar! Janganlah kita pernah berhenti untuk belajar! Berhenti belajar sama dengan menghentikan penyediaan Tuhan atas kita.

Setiap orang diberikan talenta yang berbeda. Ada pelipat gandaan yang terjadi bagi mereka yang mau mengembangkan talentanya. Potensi yang sudah Tuhan berikan itu haruslah digunakan dan maksimalkan.

3. Bekerja denga TUJUAN yang dari Tuhan. Bekerja bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan saja, tetapi harus memiliki tujuan. Orang yang bekerja tanpa tujuan akan lah menyimpang dari jalan Tuhan. Kita harus memiliki dan membawa tujuan dari Tuhan ke dalam pekerjaan kita.

Dampak dari berkerja dengan tujuan adalah pengurapan Tuhan akan hadir atas kita. Dan inilah yang memampukan kita dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kita dengan baik.

Mimbar Tuhan memiliki pengurapan Tuhan karena alasan yang sama, yaitu adanya tujuan Tuhan di atas mimbar. Marilah kita akses tujuan-tujuan Tuhan di dalam pekerjaan dan dunia usaha.

Setelah kita berhasil maka kita dapat memakai penyediaan yang sudah diterima dari-Nya untuk disalurkan kepada sesama kita.

Tags:
No Comments

Post A Comment