Proses Pemulihan

Saudara yang saya kasihi, kita semua pasti tahu dan sadar bahwa didalam kehidupan kita, kita perlu yang namanya pemulihan. Pemulihan bisa terjadi dibanyak sekali aspek hidup. Pemulihan didalam hubungan, baik itu dengan keluarga, teman, saudara, teman kerja, dll. Pemulihan didalam hal keuangan. Pemulihan didalam pekerjaan atau usaha. Pemulihan hati sendiri juga bisa. Hari ini kita bukan hanya melihat bagaimana supaya kita dipulihkan tetapi kita akan mengerti prosesnya. Kita akan lihat satu kisah didalam Alkitab yang pasti saudara sudah kenal, yaitu kisah Ayub. Alkitab mencatat Ayub sebagai seorang saleh dan jujur dan takut akan Allah. Ayub hidup menjauhi kejahatan. Didalam hidupnya yang sangat baik dan diberkati, secara tiba-tiba semua berkat yang ia miliki itu habis didalam sekejab! Dimulai dari iblis yang mengajukan “penawaran” kepada Allah untuk mengulurkan tangan-Nya dan menjamah segala yang dipunyanya karena ia yakin jika semua berkat itu diambil pasti Ayub akan mengutuki Allah. Jika saudara baca Ayub1-2, diceritakan semua yang Ayub alami dan bagaimana Ayub tetap mengasihi Tuhan sampai waktu iblis menimpakan barah busuk dari ujung kaki sampai kepalanya… Ayub didalam penderitaan tubuhnya ia mulai mengutuki hari kelahirannya (pasal 3). Saudara, jika engkau membacanya maka dari sepanjang pasal 3-37 adalah dialog Ayub dengan sesama, teman-temannya. Selama itu Ayub hanya mengeluh…mengeluh… menyesali kelahirannya dll. Dia mulai lupa bahwa ada Allah yang mempunyai kuasa yang lebih besar dari masalahnya, dari penyakitnya. Allah yangg sanggup memulihkan! Barulah pada pasal 38 Ayub berbicara kepada Tuhan. Lalu Ayub merendahkan diri dipasal 40. Ia bertobat dan didalam pasal 42 keadaan Ayub dipulihkan! Tetapi saudaraku, ada 2 ayat yang ingin saya bahas sebelum Ayub dipulihkan dan saya percaya karena Ayub melakukan hal-hal inilah maka keadaannya dipulihkan Tuhan. Proses yang Ayub lakukan adalah:

1. Ayub berdamai dengan Allah. Ayub 42:5, “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” Telah begitu lama sejak tubuhnya terkena barah yang sangat parah dan sejak ia mengutuki dirinya sendiri, Ayub telah berpaling dari hadapan Tuhan. Ia menganggap Allah tidak baik, tidak adil, dsb. Ayub kecewa! Kekecewaan membuat kita jauh dari Tuhan! Hari itu Ayub mengambil keputusan untuk berbalik dan berdamai dengan Allah.

2. Ayub berdamai dengan dirinya sendiri. Ayub 42:6, “Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.” Saudaraku yang terkasih, mencabut perkataan itu sangatlah penting! Alkitab mencatat apa yang keluar dari mulut itu berasal dari hati. Ada lagi yang mengatakan bahwa kita akan dihakimi berdasarkan perkataan kita! Perkataan apa yang Ayub cabut? Ayub 3:11, “Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir, atau binasa waktu aku keluar dari kandungan?” Ayub mengutuki dirinya sendiri. Didalam Ayub 6 dijelaskan bahwa Ayub begitu kecewa terhadap sahabat-sahabatnya. Penahkah engkau dikecewakan oleh sahabat-sahabatmu? Orang yang kecewa itu hidupnya berat. Saudara ingat itu! Lihat Ayub 7. Ayub bertobat dari merasa diri benar atau apatis. Di Ayub 9:21, “Aku tidak bersalah! Aku tidak perdulikan diriku, aku tidak hiraukan hidupku!” Ayub juga mencabut kata-kata sia-sia dan kutuk kepada orang lain. Saudara, hati-hatilah dengan setiap perkataan yang engkau ucapkan! Ucapanmu bisa mendatangkan berkat atau kutuk! Alkitab berkata bahwa kita akan memakan buah dari perkataan kita. Ada kuasa didalam perkataanmu!

3. Ayub berdamai dengan sesama. Ayub 42:10, “Lalu Tuhan memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan Tuhan memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.” Kita lihat betapa pentingnya pemberesan dengan sesama. Maz 133 berkata, “Sungguh alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!… sebab kesanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.”

Saudara semua yang saya kasihi, mari sekarang perhatikan bagian apa dari hidupmu y ang perlu dipulihkan Tuhan dan marilah kita mengambil 3 langkah yang Ayub lakukan, yaitu berdamai dengan Allah, berdamai dengan diri sendiri dan berdamai dengan sesama. Maka saudara akan melihat Allah mulai bekerja dan memulihkanmu! Amin? “Amin engga amin… harus amin. ! Amin?”

Tags:
No Comments

Post A Comment