Rahasia Keluarga Yang Selamat, Bahagia dan Penuh Dengan Keberhasilan

“Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu” Yohanes 2:1-2

Di dalam Yohanes 2:1-11 diceritakan tentang mujizat yang Yesus lakukan di dalam suatu perkawinan; Ia mengubah air menjadi anggur. Di sini digambarkan tentang suatu pernikahan dimana Yesus hadir di dalamnya. Dikatakan di ayat yang ke-2 bahwa Yesus diundang ke perkawinan tersebut. Ada perbedaan yang jelas antara perkawinan yang dimana Yesus hadir dan tidak hadir. Apakah saudara mengundang Yesus di dalam perkawinan saudara?

Suatu pernikahan itu akan penuh dengan masalah dan tantangan yang harus dihadapi bersama oleh sepasang suami istri. Dalam perkawinan di Kana ini, bahkan di awal perkawinan mereka telah terjadi suatu masalah. Siapakah yang diandalkan saat ada masalah di dalam pernikahan? Yesus!

Marilah kita belajar bersama-sama apakah yang perlu kita lakukan saat terjadi masalah di dalam hidup kita.

1. Jangan panik! Orang panik akan selalu cemas dan bimbang. Orang bimbang itu sama seperti gelombang laut yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin. (Yakobus 1:6-8)

2. Tidak mengandalkan manusia. Di saat kekurangan anggur, ibu Yesus, Maria, tidak sibuk mencari orang yang bertanggung jawab atas anggur di dalam pernikahan tersebut, ataupun mencari orang yang mengatur perkawinan itu. Maria tidak mengandalkan manusia.

3. Minta bantuan kepada Tuhan. Pada saat itu, Maria berkata kepada Yesus: “Mereka kehabisan anggur”. Maria meminta bantuan kepada Yesus walaupun pada waktu itu ia belum pernah melihat Yesus membuat mujizat, sebab belum pernah Yesus melakukan mujizat sebelum kejadian di perkawinan di Kana tersebut (ayat ke-11).

Pada saat ibu-Nya meminta bantuan, Yesus tidak langsung melakukannya. Yesus menjawabnya, “Saat-Ku belum tiba”. Jikalau kita memerlukan bantuan Tuhan, mintalah dengan suatu kepastian, namun ingatlah bahwa bantuan itu belum tentu akan langsung datang. Tetapi bantuan akan datang tepat pada waktunya sesuai dengan waktunya Tuhan (Bhs.Yunani: Kairos).

4. Taat kepada perkataan-Nya. Pelayan-pelayan mengisi semua tempayan-tempayan penuh dengan air saat Yesus berkata kepada mereka untuk melakukan hal tersebut (ayat ke-7). Mereka taat dan mengisi setiap tempayan penuh dengan air, maka mujizat terjadi.

Namun seperti yang kita ketahui bahwa kadang kala hal-hal yang sudah kita pelajari di atas itu tidak dapat kita lakukan. Apakah yang menghambat seseorang untuk menerapkan ke-4 langkah di atas? Jawabannya dapat kita temukan di dalam Galatia 5:19-21.

1. Melakukan hal-hal yang wajar dengan cara tidak wajar.
Contohnya, melakukan hubungan sex sebelum pernikahan, ataupun melakukan hubungan sex di dalam pernikahan namun bukan dengan suami atau istri. Lalu bisa juga melakukan hobby yang berlebihan, yang sampai mengganggu aktivitas lainnya, seperti beribadah kepada Tuhan di gereja pada hari Minggu.

2. Penyembahan berhala atau okultisme.
Hal ini mungkin dilakukan kita sendiri, dan juga bisa diturunkan dari orang tua atau nenek moyang yang menyembah berhala. Kita harus memutuskan semua kutuk yang ada di dalam hidup kita, dan hidup di dalam takut akan Tuhan.

3. Ada keretakan di dalam jiwa. Hal ini terjadi di saat ada kemarahan kepada sesama kita yang tidak diselesaikan; misalnya amarah di dalam suatu keluarga. Bisa juga karena ada suatu kebencian yang mendalam di dalam hidup seseorang.

Jikalau kita sedang dihadapi dengan masalah, Tuhan menginginkan agar kita berhasil!
Sebab Tuhan ingin keluarga kita semua selamat, hidup bahagia dan penuh dengan keberhasilan (Kisah Para Rasul 16: 31). Janganlah kita puas dengan hanya mendengarkan akan mujizat, tapi biarlah kita juga mengalaminya secara pribadi di dalam hidup kita masing-masing.

Tags:
No Comments

Post A Comment