Reposition Yourself (Living a Life Without Limits)

Dalam tahun yang baru ini, marilah kita melakukan Reposisi supaya kita bisa hidup tanpa batasan-batasan lagi bahkan bisa mencapai kehidupan yang maksimal. Apabila saat ini saudara sudah berada pada tingkat delapan dan mengalami “stuck” dan saudara ingin menuju level selanjutnya, maka saudara harus rela untuk mengulang kembali dari tingkat awal.

Apakah saudara mau menjadi sesuatu yang besar pada level yang rendah atau saudara rela kembali dari awal pada level selanjutnya untuk bergerak menuju level yang lebih besar ?

Saat ini saudara mungkin sudah mapan/ nyaman tetapi apabila mau bergerak menuju lebih tinggi lagi, harus rela kembali dari dasar pada level berikutnya. Kembali ke dasar dan dapatkan sesuatu yang baru dan belajar dengan bergairah. Ulangi proses lebih dan lebih lagi, setiap kali pada tingkat yang lebih tinggi dan lebih sukses lagi.

Ada 3 hal yang harus kita lakukan untuk bisa mengalami Living A Life Without Limits : 1. Start over again and again in life but each time at a new level, a higher level – Mulai lagi tapi setiap kali pada level yang baru, level yang lebih tinggi. Ibrani 12 : 2 “marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk disebelah kanan tahta Allah”. Hebrew 12 : 2 “Looking unto Jesus the author and finisher of our faith ..” Contoh : kehidupan Musa. 40 tahun pertama, Musa hidup dalam kemegahan dan kemewahan Kerajaan Mesir. Dia hidup dengan sangat nyaman. Musa menjadi putra angkat dari Firaon, Raja Mesir. Dia sudah menjadi sesuatu yang besar tetapi pada level yang rendah. Sehingga waktu dia mau menjadi Pemimpin bangsa Israel, Musa ditolak dan dia harus melarikan diri.

40 tahun kedua, Musa hidup di padang gurun Midian, menjadi gembala domba, mertuanya Yitro. Dia harus mengulangi proses lagi dari awal tetapi pada level selanjutnya, level yang baru, level yang lebih tinggi. Secara manusia, Musa menjadi seorang yang “nothing”…tetapi penilaiannya bukan manusia yang menentukan. 40 tahun terakhir, barulah Tuhan mengutus Musa menjadi Pemimpin Bangsa Israel …move into the next dimension. Waktu Tuhan bukanlah waktu Musa dan semuanya indah pada waktunya !! Ibrani 11 : 27b …Musa bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan”. Hebrew 11 : 27b …for he endured as seeing Him, who is invisible”.

2. Don€™t have to become bored – Jangan menjadi bosan. a. Lakukan sesuatu yang fresh; contoh : olah raga, holiday dsb. Disamping melakukan hal-hal yang jasmani, sesuatu yang fresh itu hanya didapatkan dalam hadirat Tuhan ( Yesaya 40 : 31 – “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekutan baru; mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” ). b. Buat hidupmu bergairah dan menarik lagi; contoh : belajar sesuatu yang baru yang dapat membuat hidup kita berarti dan bergairah lagi.
“It€™s a new season…It€™s a new day. A fresh anointing is flowing my way..It€™s a season of power and prosperity. It€™s a new season coming to me”.

3. Don€™t limit yourself – Jangan batasi dirimu !!! a. Kolonel Sander, dalam usia 60 tahun, tiba-tiba kehilangan pekerjaannya, bisnisnya bangkrut dan kehilangan segala2nya…”become homeless”…bersyukur dia tidak mengakhirinya dengan €˜titik€™ tapi €˜koma€™ sehingga dia bangkit lagi, dia mulai berjualan keliling ayam goreng. Dia tidak membatasi dirinya dengan usia yang sudah lanjut ataupun dengan pengalaman kegagalannya, tetapi dia mulai lagi dari awal; dia terus mencoba dan mencoba dengan tekun. Sehingga hari ini seluruh orang di dunia makan ayam goreng buatan Kolonel Sander yang terkenal dengan “Kentucky Fried Chicken”. b. Mama Lindsay (istri dari pendiri sekolah alkitab Christ For The Nations, Dallas) dalam usia 90 tahun lebih, masih aktif melayani Tuhan bahkan dia menuai keuangan bangsa-bangsa untuk membiayai kebutuhan dana sekolah tsb. c. Kaleb – Yosua 14 : 14 “Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu sampai sekarang ini karena ia tetap mengikuti Tuhan, Allah Israel dengan sepenuh hati”. Dalam usia Kaleb ke 85 tahun, dia masih sanggup menduduki gunung-gunung yang tinggi dan sukar; dia tidak membatasi dirinya dengan umur dan segala kemampuannya karena dia tau kepada siapa dia mempercayakan hidupnya. Tidak ada yang pernah terlalu terlambat untuk mengatasi masalah-masalah dihidupmu. Tuhan punya berkat yang dahsyat bagi semua orang yang €˜setia mengikut Tuhan dengan sepenuh hati€™. Tuhan tidak perduli dengan berapa umurmu atau berapa besar gunung-gunung persoalanmu. Kalau saudara tinggal dalam hadirat Tuhan, saudara akan mengalami kemenangan demi kemenangan; berjalan dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang lebih besar. Bagi Dia tidak ada yang sukar dan Dialah Allah, yang memegang perjanjianNya.

Tags:
No Comments

Post A Comment