Roh Kudus

Kejadian 1:1-2 “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.”

Kata “melayang-layang” di sini di dalam terjemahan bahasa Inggris dikatakan “hovering”. Kata “hovering” ini mempunyai arti seperti induk ayam yang sedang mengerami telurnya. Sejak mula langit dan bumi diciptakan Bapa, Anak dan Roh Kudus selalu bekerja bersama-sama.

Tuhan tidak mempunya jenis kelamin, tetapi Ia sering menunjukkan dirin-Nya sebagai seorang Bapa. Namun Roh Kudus itu berfungsi sebagai Ibu. Kata El-Shaddai itu jika diterjemahkan ke dalam arti dasar artinya Tuhan yang berdada besar. Dada adalah tempat yang memberikan comfort – seperti seorang ibu yang memberikan comfort kepada bayi-nya.

Kejadian 2:7 “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.”

Kata “nafas” di dalam bahasa Ibrani adalah kata “ruah”. Ini adalah Roh Tuhan yang diimpartasikan kepada Adam, dan Tuhan tidak melakukan hal ini kepada binatang-binatang ciptaan-Nya. Karena “ruah” inilah maka Tuhan dapat berkomunikasi dengan manusia ciptaan-Nya.

Yohanes 4:23 “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.”

Tanpa Roh Tuhan maka manusia tidak akan pernah dapat menyembah Tuhan dengan benar.

Manusia terdiri tubuh, jiwa dan roh. Jika makanan tubuh adalah adalah makanan yang kita makan setiap hari dan makanan jiwa adalah pengetahuan serta pendidikan, maka makanan roh adalah Firman Tuhan dan hubungan pribadi kita dengan Tuhan.

Tahukah saudara bahwa pembaharuan roh itu lebih penting dari pada pembaharuan pikiran? Jika roh kita sehat maka segala bagian dari hidup kita juga akan sehat.

Yohanes 20:21-22 “Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.”

Kata “terima” atau “receive” dalam bahasa Inggris terdiri dari kata “re” dan “ceive” yang arti dasar nya adalah “terima kembali”. Ini karena Roh Kudus sudah ada dari permulaan ciptaan, tetapi karena manusia jatuh dalam dosa maka di dalam Yohanes 20:22 dikatakan “terimalah kembali” (re-ceive). Roh Kudus sudah diberikan kepada kita tetapi manusia kehilangan-Nya dan sekarang Tuhan kembali memberikan-Nya kepada manusia. Yesus sendiri di dalam pelayanan-Nya di bumi selalu dipimpin oleh Bapa melalui Roh Kudus.

Degradasi terjadi setelah kejadian menara Babel. Peradaban Mesir dan Maya membuktikan bahwa manusia purba sebenarnya tidak inferior dibanding dengan manusia moderen. Pada hari Pentakosta Tuhan menyatukan kembali bukan hanya bahasa tetapi juga memulihkan roh dan menyatakan kuasa Roh Kudus kembali secara luar biasa.

“Doma”, bahasa yang diucapkan oleh ilham Roh Kudus tidak dimengerti oleh yang mengucapkan tetapi dimengerti oleh yang mendengarkan.

Sedangkan “Karisma” adalah bahasa yang diucapkan yang tidak dimengerti oleh yang mengucapkan dan pendengar. Tetapi Alkitab berkata bahwa bahasa ini membangun roh kita. Bahasa Roh membangun hubungan langsung dengan Tuhan. Bahasa akal budi “dependent” dengan perasaan kita, tetapi bahasa Roh menghubungkan roh kita langsung dengan Roh Kudus.

Roh Kudus bisa diibaratkan seperti decoder cable TV. Tanpa decoder kita tidak akan bisa mendapat “channel”.

Tags:
No Comments

Post A Comment