Salomo atau Daud?

2 Taw 1:1, “Salomo, anak Daud, menjadi kuat dalam kedudukannya sebagai raja; Tuhan, Allahnya , menyertai dia dan menjadikan kekuasaannya luar biasa besarnya.” Hari ini kita akan melihat dua orang yang sangat terkenal di Alkitab yang sebetulnya juga menggambarkan 2 model yang berbeda dari gereja masa kini, yaitu Salomo dan Daud.

Salomo adalah gambaran dari roh dan gereja akhir jaman yang suam kuku. Gambaran dari orang Kristen yang suam kuku (Why 3:16). Sama seperti Salomo, gereja-gereja sekarang diberkati Tuhan luar biasa. Dengan bangunanya yang sangat indah, jutaan dollar juga dikeluarkan untuk penginjilan lewat TV, buku-buku, dan acara-acara yang besar didalam gereja. Semuanya itu berasal dari berkat Allah, seeprti berkat yang diterima Salomo. Salomo adalah orang yang sangat rapih dan pandai. Managemen kerajaannya begitu rapih. Dengan pengaruhnya yang kuat menyebabkan banyak orang datang dari jauh untuk melihat dan belajar dari Salomo. Kekuatan yang bekerja dibelakang Salomo adalah hikmat dan pengertian yang Tuhan beri atas permintaannya sendiri, “Berilah sekarang kepadaku hikmat dan pengertian, supaya aku dapat keluar dan masuk sebagai pemimpin bangsa ini, sebab sipakah yang dapat menghakimi umat-Mu yang besar ini?” 2 Taw 1:10. Semua kita pasti setuju bahwa permintaan Salomo itu baik, karena ia tidak meminta untuk memperkaya diri sendiri, tetapi jika kita selidiki kita akan menemukan ada satu yang salah didalam doa ini. Sebetulnya doa Salomo itu berkata, “Tuhan berikan kepadaku alatnya, lalu aku akan kerjakan semuanya.” Salomo meminta hikmat dan pengertian supaya ia bisa menjadi pemimpin yang menjadi hakim atas bangsa Israel. Hari-hari ini banyak gereja-gereja seperti Salomo yang dikendalikan oleh hikmat dan pengertian. Mari kita lihat lebi jauh tentang Salomo ini, 1 Raj 4:32-33, “Ia menggubah tiga ribu amsal dan nyanyiannya ada seribu lima. Ia bersajak tentang pohon-pohonan, dari pohon aras yang digunung Libanon sampai kepada hisop yang tumbuh pada dinding batu; ia berbicara juga tentang hewan dan tentang burung-burung dan tentang binatang melata dan tentang ikan-ikan.” Jika diperhatikan sebetulnya sama dengan model gereja hari-hari ini yang banyak membuat lagu-lagu yang indah, kotbah yang sederhana, yang menceritakan tentang kehidupan sehari-hari, yang bagus tersusun dan singkat, tetapi apakah betul itu yang Tuhan kehendaki? Mari kita lihat buahnya, yaitu 40 tahun lalu ada satu survey banyak orang yang lahir baru dan jumlahnya 3,8%, 2 tahun yang lalu dilakukan survey lagi dan jumlahnya tetap 3,8%. Salomo begitu mengandalkan hikmatnya dan tidak bergantung sama Roh Kudus, sehingga ia lupa/tidak mempraktekkan apa yang dia kotbahkan. Alkitab berkata, ia mempunyai banyak istri, pergi dengan wanita-wanita asing dan akhir hidupnya berakhir didalam penyembahan berhala yang buruk dan imoralitas.

Semua buah-buah dari hasil kotbah dan nyanyiannya pada akhirnya menjadi hal-hal yang tidak bermoral, tidak membuahkan pertobatan atas hidup orang lain. Bayangkan jika Salomo hidup jaman ini, pasti Salomo sudah ada di TV, ada penyanyi dan musik yang mengiringi, begitu baik… tetapi tidak membawa perubahan kehidupan. Begitu menyedihkan melihat gereja berkata ada revival tetapi kenyataannya orang-orang ynag lahir baru hanyalah menggantikan orang yang meniggal. Dunia ini perlu perubahan, di Amerika, 8 dari 10 keluarga adalah keluarga yang hancur. Di Australia sekarang adalah kota homoseksual nomor satu di dunia! Betapapun bagusnya suatu nyanyian, musik, kotbah, atau gereja, jika tanpa Roh Kudus maka tidak akan membawa perubahan atas hidup manusia. Didalam kitab Pengkotbah, akhirnya Salomo berkata bahwa segala sesuatu itu sia-sia. Salomo kelihatannya mempunyai jawaban, luar biasa, tetapi sebetulnya tidak menghasilkan apa-apa.

Sekarang mari kita lihat gereja model Daud. Kekuatan dari gereja model Daud adalah ketergantungan penuh pada Tuhan. 1 Sam 16:13, Daud diurapi dan sejak saat itu Roh Tuhan berkuasa atasnya! Sebelum Daud meninggal, ia memberitahukan kepada Salomo rahasia keberhasilan kerajaan. 2 Sam 23:2, “Roh Tuhan berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada dilidahku.”

Daud menyampaikan tentang hati yang dekat, hancur, dan selalu terbuka untuk Roh Kudus pimpin. Daud sangat menghormati Roh Kudus, sehingga ia meminta supaya Tuhan jangan mengambil Roh-Nya dari pada Daud. Daud sadar bahwa ia tidak bisa apa-apa tanpa Roh Kudus. 1 Kor 2:4-5, “Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikamt yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung kepada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.”

Jika saudara mau tahu perbedaan dari gereja Salomo dan Daud, gereja model Daud adalah gereja yang hatinya selalu bertobat, bergantung kepada Tuhan, ada rasa haus dan lapar akan Tuhan. Sering kita dapati di Alkitab, Daud selalu berseru kepada Tuhan, tetapi kita tidak pernah melihat Salomo berseru kepada Tuhan. Salomo berkata didalam 1 Raj 8:61 supaya berpaut kepada Tuhan dan mengikuti segala perinta Tuhan, tetapi Salomo sendiri melanggar perintah Tuhan! Ulangan 17:16-17 adalah mengenai peraturan bagi raja-raja untuk tidak memelihara banyak kuda dan mengembalikan bangsa Israel ke Mesir untuk mendapat banyak kuda. Kuda berarti kekuatan manusia. Orang Mesir bergantung kepada kuda dan kereta. Juga dikatakan raja tidak boleh mempunyai banyak istri dan mengumpulkan emas dan perak supaya hatinya tidak menyimpang. Salomo tahu perintah ini bahkan dia kotbahkan ini tetapi dia melanggarnya.

Didalam 1Raj 10:28, Salomo mempunyai banyak kuda yang dibawa dari Mesir. 1 Raj 11:1-2, Salomo mencintai banyak wanita asing (Mesir, Moab) dan mengawini mereka semua dan membawa mereka ke istananya. Jadi dia mulai membawa masuk hal-hal yang dilarang oleh Allah. Mesir adalah lambang dari dunia dan Firaun lambang dari setan. Alkitab berkata kita tidak bisa menyembah kepada dua tuan. 1 Raj 10:23, “Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat, seluruh bumi berikhtiar menghadap Salomo untuk menyaksikan hikmat yang telah ditaruh Allah dalam hatinya.” waktu orang mulai sukses, akan sangat mudah segala sesuatu itu terjadi. Doa Salomo yang mau berjalan sesuai dengan kehendak Allah, tidak terjadi kerena hatinya tidak terbuka untuk dikoreksi oleh Roh Kudus. 1Raj 11:6, “Salomo melakukan apa yang jahat dimata Tuhan, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti Tuhan, seperti Daud, ayahnya.” Daud bukanlah orang yang sempurna, ia melakukan perzinahan, ia membunuh orang tidak bersalah, tetapi setelah ia berdosa, Daud menjerit kepada Allah! Maz 51:1-13. Hati Daud inilah yang membuat ia berubah. Peng 2:23-24 (ditulis oleh Salomo), dikatakan bahwa seluruh ini hanya makan, minum, dan bersenang-senang karena besok kita akan mati. Ini adalah hasil dari hikmat dan pengertian tanpa pengurapan. Tetapi Daud mempunyai tangisan yang berbeda, “Aku berseru kepada Tuhan dan ia mendengarku dari gunung-Nya yang Kudus dan aku akan tidur dengan nyenyak.” Jika saudara punya Roh Kudus, engkau akan mendengar suara Allah dan Allah akan mendengar engkau. Salomo memulai dengan baik tetapi ia tidak mengakhirinya dengan baik juga. Daud adalah seorang yang biasa, yang menerima urapan Allah dan terus berjalan didalam urapan itu. Hatinya terus terbuka buat Tuhan. Kis 15:16, “Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh…” Allah akan membangun kembali pondok Daud ini diatas reruntuhan kerajaan Salomo. Jadi kita semua bisa melihat hal ini terjadi. Banyak orang yang berkata “Aku bisa melakukannya dengan kemampuan dan kepandaianku..” tetapi ada juga yang berkata “Tuhan pimpinlah aku, karena aku tidak mampu berjalan sendiri…” Gereja akhir jaman (gereja Daud) akan mempunyai tangisan ilahi terhadap dosa dan mempunyai hati yang lembut dan sangat bergantung kepada Roh Kudus. Bagaimana dengan saudara sendiri???

Tags:
No Comments

Post A Comment