Selubung Yang Dangkal

Karena kami mempunyai pengharapan yang demikan, maka kami bertindak dengan penuh keberaniaan, tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu. Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya. Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka. Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. 2 Kor 3:12-18.

Saudara yang terkasih, sebagai orang Kristen, pengetahuan tentang Alkitab atau kebenaran tidak akan membebaskan kita! Di akhir jaman ini, banyak orang datang ke gereja, tahu tentang Tuhan tetapi hidupnya tidak berubah alias masih sama saja. Mengapa demikian? Karena adanya selubung yang menutupi mata mereka! Akibatnya mereka hanya beragamawi.

Roh agamawi hanya akan membuat orang terpecah-pecah dan saling menghakimi satu dengan yang lainnya. Coba kita ingat-ingat dulu sebelum kita dilahirkan kembali didalam roh, jika kita membaca Alkitab….bukankah kita tidak mengerti arti dari firman itu? Itu karena selubung didalam mata rohani kita belum diangkat. Orang yang terselubung matanya, mereka sebetulnya hanya beragamawi atau beraktifitas saja, karena pada hakekatnya mereka tidak bisa melihat Allah.

“Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.” Mrk 7:6-8.

Saat ini banyak gereja lebi menyukai kehendak manusia daripada kehendak Allah. Baru-baru ini salah satu badan gereja telah menyetujui bukan hanya memberkati pasangan gay/lesbian tetapi juga mengangkat mereka menjadi imam di gereja. Tuhan berkata, percuma kita beribadah jika kita hanya mengikuti ajaran manusia bukan ajaran dari Allah. Kita lebih senang untuk menyukakan manusia dari pada Allah. Sekarang, apa yang lebih menarik bagi engkau, Tuhan atau dunia?

Sekarang kita akan membahas arti selubung ini:

Pertama selubung berbicara soal agama yang keliru. Yesus berkata, “Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku” Mat 11:6. Agama atau ajaran yang keliru adalah pengajaran yang lebih terfokus pada manusia dari pada Allah sendiri. Orang yang kehidupan agamanya terfokus pada manusia akan kecewa dan akhirnya ia akan meninggalkan, menolak Allah! Kita perlu beribadah dengan cara yang benar! Caranya Allah sendiri!

Kedua selubung itu berbicara soal bitterness atau kepahitan. Kepahitan adalah hal yang paling mengerikan. Kekecewaan adalah langkah awal menuju kepahitan! Kepahitan merupakan kematian rohani kita! Apakah akibat dari bitterness? Akibatnya adalah broken relationship atau hubungan yang terputus.

Kepahitan membuat hubungan kita dengan Allah terputus. Kita tidak mungkin berhubungan intim dengan Allah waktu hati kita pahit! Seringkali terjadi kita kecewa dengan saudara yang lain….lalu kekecewaan kita dilampiaskan kepada Tuhan, dengan tidak mau kegereja lagi, tidak datang FA lagi, tidak mau melayani lagi, dsb. Tuhan berkata “Sebab Aku membenci perceraian, firman Tuhan, Allah Israel-juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman Tuhan semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!” Mal 2:16.
Tuhan membenci perceraian atas hubungan nikah, keluarga dan teman, dll.

Selubung hanya bisa diangkat oleh Yesus (2 Kor 3:14). Bagaimana caranya supaya selubung itu diangkat sehingga kita bisa melihat kebenaran? Satu-satunya cara ialah berbalik hati kepada Tuhan. Kita harus berbalik 180 derajat bukannya 360 derajat. Berbalik dari caramu, kepahitanmu dan dosamu! Bertobat adalah kunci dari diangkatnya selubung itu.

Seperti pengalaman pertobatan Saulus: “Lalu pergilah Ananias kesitu dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.” Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya.” Kis 9:17-19.

Waktu kita berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diangkat dan kita akan dipenuhi denga Roh Kudus-Nya. Kita akan melihat kebenaran itu dan setelah kita memakan firman Allah, pulihlah kekuatanmu!

Pertobatan atau perubahan akan terjadi jika ada kejujuran dan keterbukaan! “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung” 2 Kor 3:18.

Jika saudara membaca dari dari Maz 102, engkau akan melihat gambaran orang yang sedang tertekan/stress. Orang yang sedang stress, mereka cenderung untuk menyendiri atau menarik diri. Saudara terkasih, Allah memanggil kita bukan untuk menarik diri tetapi untuk memberikan diri, menjadi garam bagi dunia ini. “Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya.” Ay.14.

Sekarang adalah waktunya kita untuk berbalik, gereja Tuhan untuk berbalik, maka mata rohani kita akan menjadi terang dan pemulihan terjadi dalam kehidupan rohani kita!

Tags:
No Comments

Post A Comment