Struggle

Fight/Against = Berjuang, bergumul. Struggle is proof that your enemy has not yet conquered you.

Dalam sebuah pelayanan, pasti ada perjuangan/pergumulan. We may be tired of fighting, battle may weary us, but when we€™re struggling it is proof that our enemy has not won yet. Justru ketika kita sedang melakukan kehendak Tuhan, iblis akan melawan kita dan kita akan bergumul. Berada dalam jalan Tuhan tidak berarti kita akan mengalami jalan mulus.

1 Timotius 6:12 – Fight the good fight of faith! Berperanglah dalam peperangan yang benar dalam iman, jangan sembarangan. Setiap pertandingan dalam hidup kita ada aturan mainnya. Aturan mainnya adalah FAITH. Sejak kita declare Yesus sebagai Juru Selamat, kita tidak ada pilihan lain selain bertanding dalam pertandingan iman. The proof that you€™ve truly understood something will be evident in times of struggle. Kita siap atau tidak, baca Alkitab atau tidak, bertumbuh dalam iman atau tidak, problem akan tetap datang.

Ada 4 forces yang dapat membantu kita dalam menguasai pergumulan kita (4 forces that will shorten season of struggle). Ini bukan berarti memperpendek masa struggle, tetapi memperpendek di dalam perasaan kita (in times of struggle, a 24 hour period often seem to be much longer).

1. Our speaking The words of faith build us up in the spirit. Faith-talk is explosive – speak in the name of Jesus. If you sound defeated, you€™re truly almost defeated.

Filipi 2:9-11 – The amazing power of Jesus€™ name.

Apapun €˜nama€™ persoalanmu akan kalah dibanding dengan nama Yesus. When God wanted the present to end and the future to begin He spoke.

Amos 3:7 – When God wants to do something, He reveals His secrets to His servants the prophets.

This is the key, when you want to see something new in your life, speak it up. You are at least a prophet for yourself!

Death and life are in the power of the tongue (Amsal 18:21).

Pada waktu kita tidak kuat menghadapi masalah, adopt an offensive tactic. Perkatakanlah perkataan iman!

2. Our singing & praising Motion creates emotion.

Mazmur 22:4 – God enthroned in the praises of Israel.
Bertahta – duduk di atas tahta – siap untuk melakukan segala perkara baik besar maupun kecil. Bersemayam – masuk ke peraduan, siap untuk istirahat. 1 Samuel 16:23 – roh jahat yang ada dalam Saul keluar di dalam hadirat Tuhan saat Daud memainkan kecapinya.

Singing and praising God create climate satan cannot tolerate. Justru ketika kita tidak mau atau tidak bisa memuji dan menyanyi untuk Tuhan, itulah waktunya kita memberi korban pujian. Itu berharga bagi Tuhan. Hadirat Tuhan dijaga dengan pujian dan penyembahan.

3. Our sharing Sharing with an intercessor – the prayer of agreement with righteous people is extremely powerful.

Matius 18:18-20 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.””

Amsal 24:5-6 “Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang tegap kuat. Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.”

Pengkhotbah 4:9 “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka.” But be careful with whom you are sharing.

Roma 16:17-18
“Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.”

Be careful of people who caused divisions and offenses. Jangan merumpi dan membuat perpecahan.

4. Our seed of sowing Sowing creates partnership with God.

Galatia 6:7 “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”

Mazmur 126:5-6 “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.”

When in financial struggle – Maleakhi 3:10-11″ Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.”

Other struggles – Lukas 6:31 “Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.”

Efesus 6:8 “Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.”

Two truths of the battle: 1. Your battle is always for a reason Double blessing – Ayub 42:10 Rewarded in glory & eternity – Wahyu 3:5, 12 & 21

2. Your battle is always for a season Mazmur 30:5 – God€™s anger is just for a moment, God€™s favour is for life.

Mazmur 126:5-6 – Our times of struggle will feel short if we fully depend on God and trust in His goodness.

Tags:
No Comments

Post A Comment