The Nature of God€™s Glory

Apakah kemuliaan Tuhan itu sebenarnya? Mazmur 19:1 berkata: “langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;” Dua hal yang dapat kita lihat di sini adalah:
1) langit menceritakan kemuliaan Allah. 2) cakrawala memberitakan pekerjaan Tuhan.

Kemudian di dalam kitab nabi Yesaya 6:3 ada tertulis: “Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!””

Apa sebenarnya kemuliaan Allah itu? Dan apa artinya ketika kita berkata tentang kemuliaan Allah?

Di dalam Perjanjian Lama kata “kemuliaan” di dalam bahasa Ibrani adalah “kabod” yang artinya berat atau berbobot (heavy or weighty). Kata “kabod” memiliki arti bobot dari seseorang yang sangat penting, luar biasa dan juga seseorang yang mempunyai reputasi yang positif.

Kemuliaan Tuhan adalah suatu manifestasi nyata Tuhan di mana Tuhan menyatakan pribadi dan juga kehendak-Nya di tengah-tengah umat manusia.

Di dalam Perjanjian baru kata “kemuliaan” di dalam bahasa Yunani adalah “doxa” yang artinya “attributes, nature of thing”. Kemuliaan Tuhan di sini mempunya arti “nature and acts of God in self manifestation, which best seen through the person of Jesus Christ and the lives of believers”

Jadi kemuliaan (kabod / doxa) Tuhan adalah “the weightiness of his person and reputation, the fullness of his presence in the earth, the visible manifestation of his attributes and character, and the full expression of his name.”

God is creator by nature, and his creation displays his creativity. Creation manifests God€™s glory; and the glory of God is the full nature of God on display.

Berikut ini adalah empat prinsip kemuliaan Tuhan di dalam ciptaan-Nya:

1. God created everything with glory – Genesis 1:1 Because God is creator by nature, it is only natural that his creation would reflect his glory. And everything that God created has its own unique glory.

2. God created everything to manifest its glory – Genesis 1:11, 14-15, 20, 24 Plants, animals, birds, fish, heavenly bodies were created to act or behave according to the nature of God put into them. All of these things are created to manifest their glory. For example: It is bird€™s glory to fly, for God created it with “flight nature”.

The full nature of a creature, its glory, is already present when it is created. All it takes is nourishment, growth, and the right environment for that creature to fully display its glory.

3. God is pleased when glory is seen – Genesis 1:10b, 12b, 18b, 21b, 25b God is pleased when his creations manifest their glory, by becoming everything He created them to be.

4. God created man as the ultimate exposure of his glory – Genesis 25-28, 31 We are his masterpiece! God€™s purpose in creating man was so that he could fellowship with Him, rule of the earth as He rules in heaven, and manifest his glory by fully displaying our own.

Kejadian 1:26-28 menyingkapkan €˜The Master€™s Masterpiece€™: Manusia! 1. Manusia diciptakan serupa gambar dan rupa Allah. 2. Manusia diciptakan untuk berkuasa atas bumi dan segala isinya.

Semua ciptaan Tuhan mencerminkan kemuliaan Tuhan, tetapi hanya manusia yang diciptakan seturut gambar dan rupa Allah. Gambar dan rupa adalah tselem dalam bahasa Ibrani yang berarti kemiripan = perwakilan, yang juga berarti idola.
Kemuliaan manusia adalah menjadi seperti Tuhan dan memerintah dengan Tuhan dalam persekutuan yang erat dengan-NYA.

Tuhan menciptakan manusia untuk memuji dan menyembah Dia. Arti penyembahan yang sejati adalah senantiasa hidup dalam hadirat Tuhan (lingkungan yang sebenarnya) dan menikmati persekutuan yang berkesinambungan dengan-NYA (hubungan yang sebenarnya). Tuhan menciptakan kita untuk mempunyai hubungan yang intim dengan-NYA.

Begitu besarnya kasih Tuhan kepada ciptaan-NYA yang paling mulia sehingga Dia akan melakukan apapun yang dibutuhkan untuk memulihkan manusia yang berdosa kepada kedudukan kita yang semestinya, yaitu dalam hubungan yang intim dengan-NYA, dalam lingkungan hadirat-NYA.

Tags:
No Comments

Post A Comment