The Power of Failure

“”Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”” Ester 4:16

Di tengah masalah yang dialami oleh Ester, tidaklah terlihat bahwa ada tanda-tanda bahwa Ester akan berhasil melaluinya. Bahkan secara realitas, Ester kelihatannya akan gagal. Namun hal ini tidak membuat Ester tinggal diam dan tidak melakukan apa-apa; Ester berusaha dan mencoba dengan menghadap raja, tindakan yang sebenarnya melanggar undang-undang. Dengan melakukan demikian Ester telah mempertaruhkan nyawanya sendiri.

Tahukah saudara bahwa takut akan kegagalan adalah salah satu musuh terbesar untuk dapat hidup di dalam suatu kehidupan yang sudah Tuhan siapkan bagi anak-anak-Nya?

Setiap kita dapatlah belajar melalui segala kegagalan. Untuk itu tidak perlu takut untuk mencoba, ataupun takut terhadap kegagalan.

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” 2 Timotius 4:7

Perkataan di atas adalah kata-kata yang diucapkan oleh Paulus, seseorang yang jika hidup di jaman ini pastilah dikategorikan sebagai orang yang gagal. Paulus selama hidupnya hampir berkali-kali mati, dia tidak mempunyai banyak harta, dan juga tidak beristri. Namun di mata Tuhan, Paulus adalah seorang yang sangat berhasil.

Definisi lama dari kegagalan adalah sesuatu yang negative, fatal, dan sesuatu yang membuktikkan bahwa orang tersebut tidak mampu, tidak melakukan sesuatu sampai tuntas, ataupun sesuatu yang jelek yang patut ditangisi dan disesali. Ini adalah suatu definisi lama yang salah. Definisi baru dari kegagalan adalah suatu hasil yang tidak terduga dalam jangka pandek namun adalah sesuatu kesempatan untuk memperoleh keberhasilan.

Janganlah pernah menyerah, sewaktu mengalami kegagalan biarlah kita mencoba terus sampai berhasil.

“Empat orang yang sakit kusta ada di depan pintu gerbang. Berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Mengapakah kita duduk-duduk di sini sampai mati? Jika kita berkata: Baiklah kita masuk ke kota, padahal dalam kota ada kelaparan, kita akan mati di sana. Dan jika kita tinggal di sini, kita akan mati juga. Jadi sekarang, marilah kita menyeberang ke perkemahan tentara Aram. Jika mereka membiarkan kita hidup, kita akan hidup, dan jika mereka mematikan kita, kita akan mati.”” 2 Raja-raja 7:3-4

Jika kita terus membaca lanjutan dari ayat-ayat yang di atas, kita akan melihat dampak positif yang dihasilkan oleh ke-empat orang yang sakit kusta ini hanya karena mereka berani mencoba dan tidak mau tinggal diam.

Kita harus belajar dan mengerti beberapa hal dari kegagalan.
1. Kita harus mengerti pandangan baru dari kegagalan. 2. Harus mau belajar dari kegagalan. 3. Mengerti bahwa kegagalan adalah tangga menuju kesuksesan. 4. Temukanlah kesempatan demi kesempatan di dalam kegagalan. 5. Jadikanlah negatif feedback agar kita berubaha menjadi positif. 6. Percayalah kepada Tuhan Yesus, karena tidak ada yang mustahil bagi Dia dan bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya. 7. Cobalah terus sampai berhasil!

Tags:
No Comments

Post A Comment