The Power of the Cross

“Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?… Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Yesaya 53:1, 4 & 5

Yesus sudah menanggung semua penyakit kita di atas kayu salib dan sudah sepantasnya kita memuji Tuhan akan kebaikan-Nya.

“Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lubang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.” Mazmur 103:1-5

Jika kita mau melihat Tuhan bekerja di dalam hidup kita maka kita harus percaya. Fondasi dari segala hal dalam hidup kita adalah iman. Saya percaya bahwa segalanya yang kita perlukan dan inginkan dapat kita temukan di atas kayu salib.

“Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.” 1 Korintus 1:18

Berita tentang salib adalah kuasa Tuhan! Bagi mereka yang tidak percaya berita tentang salib adalah kebodohan (foolishness). Di luar dari salib tidak ada kesembuhan, hidup, kemakmuran, dan juga pernikahan. Apa yang dianggap kebebasan bagi dunia adalah kebodohan dan ikatan bagi kita yang di dalam Kristus. Mengapa demikian? Sebab kita telah berjumpa dengan Kristus dan mengerti bahwa kita hanya dapat mendapatkan kebebasan yang sesungguhnya di dalam Kristus.

Tuhan melalui Yesus Kristus telah menebus dosa kita supaya kita tidak perlu lagi hidup dalam dosa. Salib Kristus memberikan kita jalan untuk hidup bebas dari dosa. Kebebasan dari kemabukan, dosa, merokok, obat-obatan, dan segalanya dapat ditemukan di atas kayu salib.

“Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.” Kolose 2:13-15

Sewaktu saya masih kecil, saya pingsan kita sedang main game “Mortal Combat”. Saya bangun 2 hari kemudian di atas ranjang Rumah Sakit. Para dokter tidak dapat menemukan apa yang menyebabkan saya pingsan dan tidak dapat memberikan jawaban setelah beberapa check up. Tetapi sejak hari itu juga saya mengalami sakit kepala yang sangat hebat, dan saya tidak dapat tahan dengan sinar matahari. Beberapa tahun kemudian ketika saya sedang di tengah-tengah penyembahan di dalam suatu kebaktian di Amerika, Tuhan berbicara kepada saya: “Aku sudah menyembuhkanmu”. Saya tidak percaya akan hal itu sebab saya selalu pikir bahwa Tuhan mengajar dan bukan menyembuhkan. Lalu suara yang sama berkata lagi “Aku sudah memaafkanmu”. Saya menerima bahwa saya perlu dimaafkan sebab pada hari itu saya tidak berpuasa sebagaimana mestinya. Tuhan berkata lagi “Mengapa kamu percaya saat Aku berkata kamu sudah dimaafkan tetapi tidak percaya ketika Aku berkata kamu sudah Kusembuhkan?”

Iman yang saya pakai untuk percaya bahwa saya perlu dimaafkan adalah iman yang sama untuk saya menerima kesembuhan dari Tuhan. Sejak hari itu saya dipulihkan. Dipulihkan di dalam penyembahan.

Bersama dengan Tuhan kita tidak perlu berusaha keras untuk menerima sesuatu dari-Nya. Kita hanya perlu menikmati berkat-berkat-Nya, segalanya yang sudah Dia sediakan bagi kita. Jika kita berada di atas pesawat dengan Tuhan, maka kita hanya perlu percaya kepada sang Pilot.

Mengapa kita sering percaya kepada sang pilot yang tidak kita lihat saat kita terbang di atas pesawat tetapi kita bertanya banyak hal kepada Tuhan. Mengapa kita khawatir akan masa depan, atau apa yang akan terjadi? Nikmati saja perjalanan hidup ini. Percaya kepada Tuhan. Tuhan mencintai engkau dan dia tidak akan “cheat” kepada kita.

Apakah engkau khawatir akan hidupmu? Tuhan akan menuntun langkah hidupmu, yang engkau perlukan hanyalah percaya kepada-Nya dan mengikuti Dia.

“Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?… Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.” Roma 8:31, 32 & 37

Tags:
No Comments

Post A Comment