True Worshipper

“Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menhendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran” Yohanes 4: 23-24.

Menyembah Tuhan tidak hanya dibatasi oleh ruangan gereja ataupun lokasi dimana orang percaya berkumpul. Terlebih lagi menyembah Tuhan tidak hanya melalui lagu maupun tarian. Seperti ayat di atas dikatakan bahwa penyembah-penyembah yang Tuhan cari adalah menyembah dalam roh dan kebenaran.

Ada 2 hal penting yang Tuhan cari dalam hal menyembah;

1. Menyembah dalam roh

Menyembah dalam roh berarti kita harus menjadi orang yang telah dilahirkan kembali.

Yohanes 3:5 “Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah”.

Banyak orang Kristen yang datang ke gereja dengan rajin setiap minggu berpikir bahwa mereka telah menjadi orang yang dilahirkan kembali. Ataupun orang yang lahir dari keluarga Kristen dan berpikir bahwa mereka adalah orang yang telah lahir baru.

Orang yang dilahirkan kembali adalah orang yang pada satu titik tertentu dalam kehidupannya menyadari bahwa kalau dia tidak menerima Yesus sebagai juru selamat pribadi maka ia tidak akan masuk dalam kerajaan Tuhan. Orang tersebut juga akan mengakui segala dosa dan kelemahannya dan meminta pegampunan dan pertolongan kepada Tuhan.

Jikalau kita belum mengalami hal tersebut di atas maka kita bukanlah disebut orang yang telah dilahirkan kembali dan tidak akan masuk kedalam kerajaan Tuhan.

Akulah jalan kebenaran dan hidup, Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa tanpa melalui Aku” Yoh 14:6.

2. Menyembah dalam kebenaran

“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran, firman-Mu adalah kebenaran” Yoh 17:17

Menyembah dalam kebenaran adalah hidup yang sesuai dengan firman Tuhan. Hidup benar di mata Tuhan adalah salah satu bentuk penyembahan dalam kebenaran.

Lukas 7: 36-47 menggambarkan bagaimana seorang wanita pelacur yang mengurapi Tuhan Yesus dengan minyak wangi Narwastu. Pada ayat ke 47 dikatakan:

“Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih”

Pembacaan ayat diatas secara sekilas membuat kita berpikir bahwa hanya orang-orang yang mempunyai masa lalu yang buruk (pembunuh, penzinah, perampok, dan sebagainya) pada saat mereka bertobat maka mereka akan mencintai Tuhan lebih dalam dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai masa lalu yang buruk.

Ayat diatas tidak bermaksud demikian. Yang dimaksudkan dengan “Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih” adalah:

Jikalau kita mempunyai pola pikir dalam setiap sisi kehidupan kita bahwa hanya karena kasih karunia Tuhan kita dapat hidup dan menikmati semua berkat Tuhan, maka kita akan menjadi orang yang menyembah Tuhan dalam kebenaran.

Jikalau kita berpikir bahwa dosa kita selama hidup ini tidah seburuk orang lain (perampok, pembunuh dan sebagainya) maka kecenderungannya adalah kita tidak perlu petolongan Tuhan dalam setiap sisi kehidupan kita. Kita mulai membagi dosa sesuai dengan ukuran moral manusia (dosa besar atau dosa kecil).

Tuhan Yesus adalah Tuhan yang mencintai kita terlebih dahulu tanpa melihat keberadaan kita. Untuk kita dapat hidup benar dan menyembah Dia dalam roh dan kebenaran maka kita harus mencintai Dia sehingga Dia dapat berkerja dalalm kehidupan kita.

Banyak dari kita telah kehilangan kasih kita yang mula-mula dan menjadi dingin.

“Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maypun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.

Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku dan engkau tidak mengenal lelah.

Namun demikian Aku mencela engkau karena engkau telah meninggalkan kasih yang semula” Wahyu 2: 2-4.

Penyembahan yang benar adalah gaya hidup dalam kehidupan sehari-hari dimanapun kita berada baik itu di kantor, kampus, rumah tangga, pelayanan dan sebagainya. Jikalau kita mencintai Tuhan Yesus maka kita juga dapat mennunjukkan kepada orang lain bahwa Tuhan Yesus ada dalam kehidupan kita sehingga kita menjadi Terang dan Garam dunia. Amin.

Tags:
No Comments

Post A Comment