Urapan yang Menghancurkan Kubu Pertahanan Musuh

Apakah saudara percaya bahwa Tuhan mempunyai tujuan bagi hidup setiap kita?

“Lalu datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata: “Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan TUHAN telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.” Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel. Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah. Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda. Lalu raja dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Mereka itu berkata kepada Daud: “Engkau tidak sanggup masuk ke mari; orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!” Maksud mereka: Daud tidak sanggup masuk ke mari. Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud. Daud telah berkata pada waktu itu: “Siapa yang hendak memukul kalah orang Yebus, haruslah ia masuk melalui saluran air itu; hati Daud benci kepada orang-orang timpang dan orang-orang buta.” Sebab itu orang berkata: “Orang-orang buta dan orang-orang timpang tidak boleh masuk bait.”” 2 Samuel 5:1-8

Untuk Daud bisa dapat sampai pada tujuan hidupnya, yaitu menjadi raja atas bangsa Israel, dia harus terlebih dahulu melalui banyak hal. Salah satunya ialah Daud mengalami 3 fase pengurapan. Urapan pertama Daud terima ketika diterima lewat pengurapan Samuel sewaktu Daud masih menjadi seorang gembala. Yang kedua Daud diurapi oleh Yehuda, ini adalah pengurapan daerah (€˜regional€™). Yang terakhir yang diterima Daud adalah pengurapan secara national, yaitu oleh seluruh Israel.

Seperti halnya dengan Daud, demikian juga rencana Tuhan atas hidup kita juga ada fase-fase-nya; sebab di dalam Tuhan tidak ada yang namanya jalan pintas. Berjalan dengan Tuhan itu perlu bayar harga. Billy Graham pernah berkata bahwa “to accept Jesus only cost you something, but to receive all His Glory will cost you everything.”

Memang benar sepanjang jalan hidup kita akan ada iblis yang harus kita kalahkan, tetapi janganlah kita takut sebab Tuhan telah mengurapi kita. Ketakutan hanya akan mengintimidasi dan menghancurkan hidup kita.

Urapan ketiga yang diterima oleh Daud adalah pengurapan yang mendatangkan rekonsiliasi atas bangsa Israel. Jika kita diurapi oleh Tuhan, maka kita juga akan membawa damai kemana pun kita pergi.

Marilah kita berjalan dengan Kristus dengan apa yang sudah diberikan oleh-Nya. Di ayat yang ke-6 di atas dikatakan bahwa Daud berangkat dengan €˜orang-orang-nya€™, artinya Daud bekerja dengan apa yang Tuhan sediakan kepadanya. Kita juga haruslah demikian, apa yang Tuhan percayakan kepada kita itu cukup untuk menghasilkan suatu keberhasilan.

Tuhan Yesus sendiri pun membuat mujizat dengan memberikan ribuan orang hanya dengan apa yang ada padanya pada saat itu, yaitu lima roti dan dua ikan.

Keberhasilan yang kita dapatkan itu bukan karena apa yang kita miliki, ataupun yang dimiliki oleh orang tua kita. Keberhasilan dicapai semata-mata ketika kita berjalan dengan Tuhan! Jika kita ingin menjadi History Maker, maka jadikan hidup kita HIS Story, bukan your story.

Berjalan dengan Tuhan itu perlu korban. Hal ini jelas tertulis di Perjanjian Lama dan juga Perjanjian Baru. Kenapakah banyak gereja akhir-akhir ini yang tidak bertumbuh? Salah satu sebabnya adalah karena di dalam gereja tidak ada korban.

Agar kita dapat menghancurkan kubu pertahanan iblis, kita juga harus mencara sumber mata air. Bagaimana kita mencari sumber mata air ini? Yaitu dengan cari menggali dalam-dalam Firman Tuhan; trus berdoa sampai kita bertemu dengan Tuhan.

Dan benteng pertahanan musuh yang sudah kita hancurkan itu akan menjadi kekuatan bagi kita!

“Dan Daud menetap di kubu pertahanan itu dan menamainya: Kota Daud. Ia memperkuatnya sekelilingnya, mulai dari Milo ke bagian dalam. Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN, Allah semesta alam, menyertainya.” 2 Samuel 5:9, 10

Tags:
No Comments

Post A Comment