Year of Completeness

Memasuki tahun ke -9 pelayanan Bethany Rain Harvest Ministries (BRHM), Tuhan berbicara secara khusus bahwa tahun 2005 merupakan Tahun Kelengkapan (Year of Completeness) bagi pelayanan BRHM Sydney.

Angka 9 merupakan angka yang terakhir dalam bilangan satu digit. Tidak ada angka yang lebih besar dari angka 9. Beberapa ayat Firman Tuhan membuktikan bahwa angka 9 merupakan angka yang lengkap (complete):

1. Mat 27: 45-46: Pada jam ke-9 (the ninth hour) Tuhan Yesus menyerahkan hidupNya di dunia dan bersatu dengan Bapa di surga. Arti rohani: Pada tahun ke-9 pelayanan BRHM akan seutuhnya / selengkapnya diserahkan kepada Tuhan tanpa mengandalkan keahlian, kekuatan ataupun kemampuan manusia untuk mencapai visi utama yaitu menjadi serupa seperti Yesus.

2. Kej 17:1-4: Pada usia 99 tahun Abram menerima janji Allah (covenant) dengan perintah untuk hidup tanpa bercela. Arti rohani: Tuhan menginginkan gerejaNya untuk hidup tanpa cela sehingga janji (covenant) yang sama dapat diberikan.

3. Gal 5:22-23: Buah Roh dengan 9 manifestasi buah-buah Roh

4. I Kor 12:7-11: Tuhan mengaruniakan 9 Karunia Roh kepada gerejaNya

Pesan untuk Tahun 2005: “Tujuan utama Tuhan memanggil kita bukan untuk melakukan perkara ataupun mukjizat besar melainkan untuk menjadi umat kesayanganNya”

Pertanyaan-nya adalah bagaimana kita menjadi umat kesayangan Tuhan?

Umat kesayangan Tuhan adalah seperti yang tercantum dalam I Sam 2:35

“Dan Aku akan mengangkat bagi-Ku seorang imam kepercayaan, yang berlaku sesuai dengan hati-Ku dan jiwa-Ku, dan Aku akan membangunkan baginya keturunan yang teguh setia, sehingga ia selalu hidup dihadapan orang yang Kuurapi”

Jauh lebih mudah untuk percaya kepada Tuhan daripada menjadi orang kepercayaan-Nya. Pada saat kita taat dan setia ataupun siap untuk kehilangan segalanya untuk Tuhan maka kita dapat dikatakan sebagai orang yang telah mendapatkan kepercayaan itu.

Orang yang dipercayai Tuhan harus berlaku sesuai dengan hati-Nya dan jiwa-Nya. Hati Tuhan adalah Roh Kudus dalam kehidupan kita dan Jiwa (pikiran) Tuhan adalah Firman Tuhan yang kita baca setiap hari. Beberapa tanda-tanda orang yang dipercayai oleh Tuhan:

1. Tidak mempunyai agenda / rencana sendiri Pada saat kita siap melayani Tuhan maka kita harus menyingkirkan semua agenda pribadi kita dan menaruh rencana Tuhan di atas segalanya.

2. Mempunyai rohani yang kuat Syarat utama untuk mempunyai rohani yang kuat adalah mendengar dan melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari

3. Mempengaruhi lingkungan sekitar (Hak 21:25, I Sam 3:1) Nabi Samuel merupakan contoh bagaimana kehidupannya tidak dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Pada saat nabi Samuel dilahirkan, keadaan bangsa Israel sangat kacau ditandai dengan: – Tidak ada Raja sehingga orang melakukan sekehendaknya sendiri – Firman Tuhan sangat jarang – Penglihatan sangat jarang – Kehidupan Iman Eli dan anaknya yang sangat hancur (korupsi dan berzinah)

Tapi nabi Samuel tumbuh dewasa dan disukai oleh Tuhan dan manusia (I Sam 2:26).

I Sam 2-3 menggambarkan bagaimana Samuel diserahkan oleh ibunya, Hana, kepada imam Eli untuk dibesarkan dan Firman Tuhan jelas mencatat bahwa pada saat itu iman Eli sudah kehilangan karakter Ilahi karena berkompromi dengan dosa anak-anaknya, Hofni dan Pinehas. Kemudian Tuhan juga menggunakan suara imam Eli untuk memanggil Samuel beberapa kali sebelum berbicara langsung kepadanya.

Dunia menunjukkan kepada kita bahwa anak yang tumbuh dalam lingkungan buruk akan menghasilkan manusia dengan karakter yang tidak baik, namun hari ini kita belajar dari kehidupan nabi Samuel bahwa Tuhan dapat menggunakan lingkungan yang seburuk apapun untuk menghasilkan manusia dengan karakter Ilahi.

Keintiman dan ketaatan nabi Samuel kepada Tuhan ditandai dengan 3 fase dalam pelayanannya:

1. I Sam 3:10: Tuhan datang dengan panggilan khususnya (Sanctification) 2. I Sam 3:19: Tuhan datang dengan penyertaan-Nya (Purification) 3. I Sam 3:21: Tuhan menampakkan diri (Ordained)

Seperti keintiman Tuhan dengan nabi Samuel begitu pula di tahun 2005 ini, Tuhan ingin menyatakan pribadiNya lebih lagi kepada gerejaNya dan ini hanya dapat terjadi pada intensitas keintiman dinaikkan melalui pujian dan penyembahan.

“When intimacy is built then completeness shall whole”

Tags:
No Comments

Post A Comment