Yesus Serius Mau Menikahi GerejaNya

“Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.” Yesaya 62 : 5

Yesus akan datang untuk menjemput gerejaNya yang adalah : mempelai-Nya. Kita masing-masing pribadi lepas pribadi sebagai orang percaya adalah: gerejaNya = mempelaiNya. Jadi Yesus tidak akan datang untuk menjemput anak-anak, karena mempelai adalah seorang yang sudah dewasa. Jadi betapa sangat pentingnya kita sebagai orang percaya untuk terus bertumbuh semakin dewasa. Yesus akan datang untuk menjemput mempelai-Nya yang kudus, tidak bercacat, tidak bercela dan tidak berkerut (Efesus 5 : 27 ). Itu sebabnya kita harus senantiasa membangun hubungan kasih yang intim dengan Tuhan Yesus Kristus. Tanyakanlah pada diri kita masing-masing apakah hari ini saya sedang jatuh cinta pada Yesus dan berapa sich dalamnya (how deep is your love)

Yesus bukan hanya sekedar mau berpacaran dengan kita, Yesus serius ingin menikahi kita gerejaNya. Itulah salah satu alasan Yesus mati diatas kayu salib ganti dosa kita.

Sebagai calon mempelai Kristus mari kita sama-sama belajar 3 hal berikut ini :

I. Cinta model apa sich yang sebenarnya Tuhan Yesus rindukan dari kita mempelai wanita-Nya: “taruhlah aku seperti materai pada hatimu, seperti materai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api Tuhan ! air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.” (Kidung agung 8 : 6-7)

jadi kita melihat 3 model cinta di dalam ayat bacaan tadi :

1. cinta yang kuat (ayat 6), seberapa kuatnya rasa cinta saudara pada Yesus hari ini. Contoh orang-orang yang punya cinta yang kuat : a. Tidak egois / selfish , contoh : Paulus – tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan Tuhan…..” (Kisah para rasul 20 : 24)
b. Percaya dan berani bayar harga, contoh : Sadrakh – Mesakh – Abednego (Daniel 3:16-18) c. Taat total dan takut akan Tuhan, contoh : Abraham yang taat total pada perintah Tuhan (baca : Kejadian 22: )

2. Cinta yang menyala-nyala (on-fire) – ayat 6 a. tidak pantang menyerah, contoh : Daniel (baca dalam Daniel 6: ) b. Haus dan lapar akan hadirat Tuhan, contoh: Daud (baca Mazmur 63:2 dan Mazmur 84:3)

3. Cinta yang tak mudah padam / cinta yang tak bisa dibeli atau ditukar dengan apa dan siapapun (ayat 7) Contoh : Yesus yang dicobai iblis (Lukas 4: 1-13) ditawari 3 hal oleh iblis tetapi karena cintanya pada Bapa dan kita manusia maka tak bisa ditipu.

II. Hambatan-hambatan kita punya ketiga cinta diatas adalah:

1. Kita masih belum dewasa – masih kanak-kanak
2. Kita kehilangan kasih kita yang mula-mula (Wahyu 2:5) 3. Masih tinggal – suka dan menikmati berbuat dosa

III. Bagaimana caranya kita dapat terus mempunyai karateristik cinta yang seperti Tuhan Yesus rindukan:

1. Mari kita tinggalkan sifat kanak-kanak kita – 1 Korintus 13:11 2. Pulihkan dan maintain kasih mula-mula kita pada Tuhan dengan bertobat dan melakukan apa yang dulu kita lakukan waktu kita jatuh cinta sama Yesus (Wahyu 2:5) 3. Berhenti berbuat dosa dan hidup dipimpin Roh Kudus (Galatia 5:16-)

Jadi bayangkan dan tempatkan diri saudara sebagai orang yang akan menikah dan dinikahi. Yesus sebagai mempelai pria jelas sudah membuktikan cintanya yang kuat dan menyala-nyala pada kita bahkan sampai mati dan menyerahkan nyawanya untuk kita diatas kayu salib. Sekarang tinggal kita sebagai mempelai wanitanya – how strong, how on fire we are… sebaiknya kita persiapkan diri baik-baik supaya ketika Yesus datang kita kedapatan siap. Ingat perumpamaan 5 gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana pada matius 25: , mari gereja Tuhan jatuh cintalah pada Yesus tambah dan tambah dalam lagi. Amin.

“Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia,Maranata!” 1 Kor 16:22

Tags:
No Comments

Post A Comment