Buat Keputusan yang Benar Seperti Tomas

“”Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”” Yohanes 14:1-5

Tomas dikenal sebagai orang yang bimbang di dalam imannya, walaupun dia telah mengikuti Yesus selama tiga setengah tahun. Masalah yang dialami Thomas begitu nyata, dan banyak orang Kristen yang juga mengalami hal yang sama tetapi hanya tidak mau mengakuinya, melainkan memakai topeng.

Paling tidak Tomas jujur, dan dia berani tampil beda. Kita juga harusnya demikian, yaitu berani tampil beda bagi Yesus.

Ketahuilah bahwa Tuhan itu selalu berada di pihak kita, walaupun di saat kita bimbang.

Di ayat-ayat di atas kita sudah melihat bagaimana Tuhan Yesus mempersiapkan murid-murid-Nya untuk kematian Dia di atas kayu salib. Yesus bahkan menantang mereka untuk mengikuti jejak-Nya. Dan di ayat yang ke-6, Yesus menunjukkan jalan-Nya kepada mereka: “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”.

Di dalam Injil Yohanes pasal yang ke-20, setelah Yesus bangkit dari mati, Dia datang kepada murid-murid-Nya. Pada waktu itu Tomas tidak ada dengan mereka. Tomas kecewa dan menghindar dari persekutuan.

Tetapi jika kita terus membaca, kita melihat bahwa delapan hari kemudian Yesus datang kembali untuk menemui Tomas dan murid-murid-Nya yang lain. Tuhan Yesus tidak ingin mereka ketakutan. Disana Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya, dan memberikan mereka kuasa melalui Roh Kudus. Dan Tuhan memberitahukan kepada mereka rancangan-Nya.

Seperti kepada murid-murid-Nya, Tuhan Yesus juga memberikan kita kuasa untuk melengkapi kita agar mampu melakukan apa yang sudah diperintahkan-Nya kepada kita.

Kita dapat melihat bagaimana Tuhan tidak berhenti bekerja di dalam hidup Tomas dan meninggalkannya ketika ia imannya bimbang. Seperti Tomas kita perlu persekutuan dengan sesama anak-anak Tuhan di dalam gereja. Kita perlu saudara-saudara seiman di dalam Kristus untuk saling menguatkan dan menghibur. Apapun yang kita alami saat ini, janganlah kita pernah memisahkan diri kita dari persekutuan. Ingatlah bahwa Tuhan selalu ada di pihak kita.

Setelah Tuhan Yesus menemui dan selesai berurusan dengan Tomas, ia membuat keputusan dan berkata: “Ya Tuhanku dan Allahku!” (ayat ke-28)

Tomas menyangkal dirinya dan menaruh Yesus kembali ke posisi yang utama di dalam hidupnya. Saat Yesus akan diserahkan untuk disalibkan, Ia juga melakukan hal yang sama seperti Tomas dengan menyangkal diri-Nya dan berserah kepada Bapa; Yesus berkata: “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” (Lukas 22:42).

Saat kita udah tidak harapan lagi seperti Tomas, buat keputusan yang benar, yaitu tetap setia melayani Tuhan dan menyangkal diri kita.

Apakah saudara mau seperti Tomas, mengaku dan berkomitmen untuk mengikuti Yesus?

Hari ini, ke arah manakah anda berjalan di dalam hidup? Apakah tujuan hidup saudara?

Tags:
No Comments

Post A Comment