Give Your Little Heaven!

1 Petrus 4:19

“Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya dengan selalu berbuat baik kepada Pencipta yang setia.

Orang yang melakukan Kehendak Allah itu luar biasa karena kebanyakan orang senang melakukan kehendaknya sendiri. Dan bila ada orang yang melakukan Kehendak Allah dengan ‘menderita’ dan mau melakukannya, itu luar biasa sekali, membuat Tuhan disukakan, bukan karena Dia senang melihat kita menderita tetapi Dia senang karena ketemu dengan orang yang punya hati dan pikiran seperti Dia yang rela dan mau memberikan ‘surga kecilnya’ untuk kepentingan orang lain, tidak mementingkan dirinya tetapi memberikan kepada Tuhan dan orang lain. Pada waktu kita menyerahkan ‘surga kecil’ kepada Dia, maka kita akan mengalami menderita karena Kehendak Allah. Zona nyaman hidup kita diserahkan dan mengijinkan Dia membongkarnya, kita harus menyerahkan jiwa (pikiran, perasaan, keinginan, kehendak) kepada Tuhan.

Bagaimana cara menyerahkannya?

Dengan selalu berbuat baik kepada Pencipta atau dengan melakukan yang benar, meresponi dengan benar apa yang sedang terjadi karena itu merupakan bagian dari Kehendak Allah. Petrus berkata: menyerahkan jiwamu dengan cara meresponi dengan benar apa yang sedang terjadi didalam kehidupan kita. 

Surga kecil (little heaven) adalah sesuatu yang paling berharga dalam hidup kita, pada waktu menyerahkan jiwa kita, itulah saat yang tepat, kita meresponi dengan benar semua yang terjadi. Karena bagi Tuhan yang paling penting bukan masalah yang sedang terjadi tetapi bagaimana RESPON kita terhadap semua yang terjadi dalam hidup.

Abraham disodori empat cara untuk menyerahkan apa yang paling berharga dalam hidupnya (his little heaven) dan karena kita dipanggil €˜anak-anak Abraham€™, maka Tuhanpun menawarkan hal yang sama. Dengan cara apa kita mau menyerahkan jiwa kita? Karena dengan menyerahkan jiwa, maka kita akan meresponi dengan benar untuk semua yang terjadi dalam kehidupan ini.

1. Cara Natural: Kejadian 11:31-32 & Kejadian 12:1.

Tuhan menyuruh Abram keluar dari Urkasdim, pergi ke Kanaan. Yang membawa Abram pergi bukan Roh Kudus tetapi Terah, ayahnya. Padahal Allah berfirman kepada Abram untuk tinggalkan negrinya. Allah berbicara kepada Abram dan disampaikan kepada bapanya, Terah (ay 31). Jarak waktu pertama kali Allah berfirman sampai Kejadian 12:1, kira-kira 15 tahun. Ketidaktaatan membuat Allah ‘diam’ dan tidak bicara! Seringkali dalam hidup kita ada Terah-terah yang membuat Allah diam dan membuat Abram tinggal di Haran, tidak sampai Kanaan. Sampai akhirnya Tuhan berbuat sesuatu yang ‘natural’ – Terah mati (ay 32 Umur Terah 205 tahun; lalu ia mati di Haran).

Dalam hidup kita seringkali ada ‘sesuatu’ atau ‘orang’ yang memimpin atau membawa hidup kita ke arah yang lain (berupa ambisi; pacar; suami/istri/anak; kekayaan, bisnis; popularitas dsb). Hal tsb menguasi hidup kita sehingga kita tidak bisa menolak, tidak mau melawan! Kadang Allah tidak perlu bicara lebih dulu dan Dia ambil Terah dari dalam hidup kita. Walau sakit karena kehilangan tapi masih bisa berdamai, itu juga datangnya dari Tuhan. Lewat cara natural  bisa dijelaskan karena sudah tua, sudah waktunya Terah mati.

2. Cara Logika: Kejadian 13:1-9.

Kejadian 11:32 Terah, bapanya diambil secara natural, maka dalam Kejadian 13 keponakannya yang diambil. Baca ayat tsb dengan teliti. Waktu Abram dan Lot belum punya apa-apa, bisa rukun tapi begitu hartanya bertambah, terjadi keributan!! Seringkali kekayaan menceraikan sahabat. Setelah tidak bisa lagi dan disudutkan harus dilepaskan pakai cara Logika (keadaan dibuat sedemikian rupa sampai kita buat keputusan untuk melepaskan secara logika, masuk akal dengan ‘lapang dada’). Kalau cara pertama, masih ada rasa sakit karena ‘kematian’ tapi  dengan cara logika, dihitung semua dan diambil keputusan yang terbaik! Bahkan Lot ditawari untuk memilih lebih dulu (ay 9). Abram dihadapkan pada pilihan yang sangat logis karena tidak mungkin diteruskan bersama-sama (ay6).

Logika manusia: mau bangun menara, hitung dulu, cukup tidak dananya, bila tidak cukup, jangan diterusin. Logika iman: sampai-tidak imanku? Kalau tidak sampai, jangan diterusin!! Seringkali ada orang-orang yang ngotot mau buat ini/itu tapi imannya tidak sampai sehingga waktu berjalan, berantakan semua; waktu jalan baru tau, iman berjalan dengan benar atau emosi?

Contoh: 2 Samuel 12, anak hasil perzinahan dengan Betsyeba sakit keras dan Daud ngotot sama Tuhan agar tidak mati, doa dan puasa mohon belas kasihan. Tetapi begitu mendengar anaknya mati, Daud langsung bangun, pergi berurap, tukar baju, masuk bait Allah, menyembah Tuhan dan makan (ay20). Pegawainya bingung dan bertanya (ay 21-25). Daud memakai logika rohani, siapa tau Allah ‘berbelas kasihan’ tapi hal tsb tidak terjadi. Daud tidak mau dikendalikan oleh perasaannya sehingga akhirnya Tuhan menggantinya dengan ‘Salomo’. Apapun yang terjadi, logika rohani dipakai untuk melepaskan hal-hal yang harus dilepaskan; itu sebabnya perlu baca Firman Tuhan!!

Apa yang bisa kita buat? Dia Tuhan yang berdaulat, yang punya segala-galanya, kalau Dia mau ambil, lepaskan dan selesai. walau rasa sakit hati/kecewa…masih masuk akal…masih bisa berdamai.

3. Cara Ketidakadilan: Kejadian 21:8-12.

Hal ini merupakan medan pembunuhan sehingga sering kita tidak bisa berkutik. Banyak anak Tuhan ‘stuck’ dan tidak bisa buat apa-apa! Karena lama sekali menunggu janji Tuhan, Sara tidak hamil, maka dia berikan ide Abram untuk nikah dengan Hagar, pembantunya. 13 tahun Allah tidak berbicara dan Abram asyiik dengan Ismael, anaknya. Abram dan Hagar bahagia sekali tetapi Sara ‘pahit’ (Kejadian 16:1-16). Kemandulan dianggap ‘kutuk’ sebaliknya Abram berpikir impiannya terjadi. Setelah 13 tahun, maka Tuhan menampakkan diri dan berfirman (Kejadian 17:1-27). Masalah timbul waktu Ishak disapih sehingga Sara berkata kepada Abraham untuk mengusir Hagar dan anaknya. Tetapi Abraham marah karena dia sedang asyik bermain dengan Ismail. Tuhan berfirman kepada Abraham untuk mendengar perkataan Sara (Kejadian 21:12)..dengan kata lain ‘biarkan dirimu ditindas’ – ketidakadilan yang diijinkan/ direstui. Perasaan ketidak adilan membuat keributan/kebencian. Sara menyuruh Abraham untuk usir Hagar dan Ismail…Sepertinya dibiarkan dan direstui..Dimana KeadilanMu..?

1 Korintus 6:7 “Adanya saja perkara diantara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?” 

Terjadi kemarahan, berontak tapi kalau roh kuat dan hati besar, maka kita akan tau bahwa ini dari Tuhan! Jangan berontak dan bertanya Tuhan: mauMu apa Tuhan? Seringkali waktu Tuhan ambil “little heaven” kita, Dia tidak kasih jalan keluar sehingga kita hanya berkata: ‘baik Tuhan, aku rela’. Masing-masing kita harus siapkan diri untuk hal-hal tsb terjadi dalam hidup kita.

4. Cara Kerelaan: Kejadian 22:1-12

Cara ini dengan tanpa masalah atau kesalahan, dalam keadaan semuanya baik, tiba-tiba Allah datang dan menguji Abraham. Tuhan uji untuk tau isi hatinya. Abraham tidak segan-segan berbuat apapun untuk Allahnya. Dia rela berikan segalanya (surga kecilnya) untuk Allahnya! Abraham hanya berpikir kalau Ishak harus dipersembahkan, maka Allah akan bangkitkan Ishak atau memberikan gantinya sehingga dia berkata kepada bujangnya (ay5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu disini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi kesana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu”)

Serahkan ‘surga kecilmu’ untuk bisa memberkati ribuan bahkan jutaan orang yang membutuhkan hidupmu! Ada hal-hal yang Tuhan minta dari hidup kita, ada banyak hal yang harus kita lepaskan! Selalu berusaha berjalan dalam kehendak Tuhan dengan menyerahkan seluruh jiwa (keinginan, pikiran dan perasaan) kita kepada Tuhan sehingga selalu meresponi dengan benar untuk semua hal yang terjadi dalam hidup kita.

Tags:
No Comments

Post A Comment