The Promise of Rest

Hari ini kita mau belajar dari kitab Ibrani 4:1-13.

“Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku. Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya.” Ayat 1-2.

Janji yang tertulis di ayat di atas masih berlaku bagi kita hari ini, tetapi kita dapat melihat bahwa ada juga orang-orang yang ketinggalan dan tidak menerimanya.

“Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka.” Ayat 6.

Orang yang tidak masuk ke tempat perhentian atau “rest” disebabkan oleh ketidaktaatan mereka.

1. God€™s promise (ayat 1) Janji untuk memasuki “rest” masih terbuka bagi setiap kita sampai hari ini. “Restless life” bukanlah kehendak Tuhan bagi kita.

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Matius 11:28

2. God€™s rest (ayat 4-8) God€™s rest itu masuk ke dalam kesempurnaan pekerjaan Tuhan (His finished work for us) – ayat 9.

“Rest” yang dimaksudkan disini bukan sesuatu tanda “weariness” (atau lelah). Dan juga tidak menunjukkan suatu “inactivity”. Rest means God has done it all completely and perfectly. Kita hanya diminta untuk masuk dan menikmatinya.

Apakah pekerjaan-pekerjaan Tuhan yang sempurna itu? i. In Creation (Kejadian 2:2; Ibrani 4:4) Tuhan berkata kepada Adam bahwa Ia telah menyelesaikan segalanya lalu mengundangnya untuk masuk ke taman Eden dan menikmatinya. Adam adalah orang pertama yang masuk ke dalam God€™s rest. Namun setelah Adam jatuh ke dalam dosa maka ia telah keluar dari God€™s rest dan hidupnya menjadi “restless”.

ii. In Canaan (Bilangan 14:8; Ibrani 4:5-6) Tuhan memerintahkan Musa untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir ( “restlessness”) untuk masuk ke Tanah Perjanjian (“rest). Namun bangsa Israel gagal masuk ke dalam “rest” yang sudah Tuhan sediakan karena ketidakpercayaan mereka. Hanya pada waktu generasi Joshua bangsa Israel masuk ke dalam “rest” sebab mereka percaya dengan janji Tuhan. Banyak sekali dari kita yang kehilangan janji Tuhan hanya karena tidak percaya.

iii. On the Cross (Ibrani 4:8-9) The biggest, the greatest and the latest rest was completed on the cross. Tuhan Yesus berkata di atas kayu salib “it is finished” (Yohanes 19:30). Yesus sudah kerjakan untuk kita semua, kita hanya tinggal masuk dan menikmatinya.

Hari ini Tuhan mengundang kita untuk masuk ke dalam keselamatan-Nya tanpa harus berbuat apa-apa sebab Dia sudah lakukan semuanya.

3. Our rest (Ibrani 4:3, 10) Kata “rest” mempunyai arti “ceased from own works”. Bagi kita artinya kita harus berhenti dengan usaha sendiri sebab Tuhan lakukan semuanya bagi kita dengan sempurna. Arti lain dari “rest” adalah “to lean on” atau bersandar. Masuk ke dalam “rest” Tuhan artinya bersandar (have faith) kepada pekerjaan Tuhan yang sudah diselesaikan-Nya 2000 tahun yang lalu.

Percayakanlah hidupmu kepada Tuhan seluruhnya.

God€™s rest (finished work) is the foundation of our rest (confidence). Hanya karena Tuhan berkata bahwa Ia sudah selesai maka kita dapat mendapatkan “rest”.

Hari Sabbath adalah cara Tuhan untuk mengingatkan kita bahwa Ia sudah menyelesaikan segalanya untuk kita. Jadi sebenarnya Sabbath itu bukan hanya sehari dalam seminggu tetapi setiap hari. Setiap hari kita harus masuk ke dalam Sabbath (“rest”).

Kita dapat berhasil bukan karena usaha dan pekerjaan kita tetapi karena Tuhan yang sudah menyelesaikannya dan memberkati kita.

Untuk dapat masuk ke dalam “rest” kita harus mulai dengan percaya bukan dengan usaha. Sabbath is not earned by works, only received by faith!

“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” Ibrani 12:2

“Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?” Roma 8:34

“Rest in Christ” bukan berarti kita akan memiliki hidup yang gampang bebas masalah. Namun di dalam masalah pasti ada jawaban dan di persimpangan pasti ada tuntunan.

In the midst of storm you will have peace!

“Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.” Ibrani 4:11

Kita harus berusaha masuk ke dalam “rest”. Usaha kita adalah iman. Iman itu ada dasarnya, yaitu Firman Tuhan.

“Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi–dan memang sungguh-sungguh demikian–sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.” 1 Tesalonika 2:13

Tags:
No Comments

Post A Comment