Ujian Yang Membawa Kemuliaan

“Untuk pemimpin biduan. Nyanyian Mazmur. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! Katakanlah kepada Allah: “Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu. Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu.” Sela Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia: Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia, yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri. Sela Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. Sebab Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak. Engkau telah membawa kami ke dalam jaring, mengenakan beban pada pinggang kami; Engkau telah membiarkan orang-orang melintasi kepala kami, kami telah menempuh api dan air; tetapi Engkau telah mengeluarkan kami sehingga bebas.” Mazmur 66:1-12

Terjemahan yang lebih tepat untuk ayat ke-12 di atas adalah sebagai berikut: “You let men ride over our heads; we went through fire and water, but You brought us out to abundance.” Psalm 66:12

Kata “abundance” (kelimpahan) di sini berasal dari kata Ibrani “revayah”, yaitu tempat kelimpahan.

Coba kita perhatikan, sebelum Tuhan membawa kita ke tempat kelimpahan, Dia juga terlebih dahulu mengijinkan orang lain melintasi kepala kita, dengan kata lain perendahan hati kita; sebab tidak aka nada kelimpahan sebelum Tuhan mengijinkan proses perendahan hati ini.

There is no glory without cross!

Kita juga harus sadar bahwa proses dan ujian atas hidup kita ini bukan datang dari iblis, tetapi dari Tuhan sendiri.

Tuhan sering kali mengijinkan kita mengalami yang namanya kegagalan supaya kita tidak masuk ke dalam dosa yang sangan Ia benci, yaitu kesombongan. Kegagalan dapat membuat kita menjadi rendah hati.

“Maka timbullah kelaparan di negeri itu. –Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.” Kejadian 26″1-3

“Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.” Kejadian 26:12

Yang membawa kelimpahan bukanlah karena Ishak menabur, tetapi karena ia terlebih dahulu taat kepada perintah Tuhan.

Seperti yang dialami oleh Ishak dan juga murid-murid Yesus, kita juga akan menuai kelimpahan saat kita taat menabur di mana Tuhan sudah perintahkan.

“Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.” Ulangan 8:18

“Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.” 1 Timotius 6:17

Kekayaan datang dari Tuhan, dan tidak ada salahnya bagi kita untuk menikmatinya, namun kita harus ingat bahwa kita juga perlu membagikan kepada orang lain apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita.

“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Yohanes 10:10

Tuhan datang dari surga ke bumi untuk memberikan kita kehidupan yang berkelimpahan.

“Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian. Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar. Sesungguhnya, Allah telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan. Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.” Mazmur 66:17-20

Tags:
No Comments

Post A Comment