Memerintah Bersama Tuhan

Yang kuhendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaannya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya. Flp 3:10. Jika saudara membaca ayat diatas maka kita sedang membaca visi hidup dari rasul Paulus. Didalam ayat 13 dan 14 kita melihat bahwa Paulus adalah seorang yang sangat berketetapan didalam mengejar tujuannya. “…tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalm Kristus Yesus.”

Paulus sangat ingin untuk mengenal kuasa kebangkitan-Nya. Tentang kebangkitan, wahyu 20:6 menjelaskan: “Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya. ” Paulus rindu untuk mendapatkan bagian dalam kebangkitan ini.

Saudaraku, ketahuilah bahwa Tuhan mau kita memerintah bersama Dia. Didalam Filipi 3:10, ada beberapa syarat untuk memerintah. Jika kita perhatikan perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini terus bertambah -tambah. Teknologi juga terus bertambah-tambah, semakin hari semakin maju dan canggih. Demikian juga Tuhan menambahkan pengetahuan akan pengenalan kepada Tuhan.

Paulus memberikan 3 hal: 1. Mengenal Dia Musa mengenal Tuhan dengan berkata: “Tunjukkanlah kemuliaan-Mu” Didalam Kel 34:6 dikatakan, “Berjalanlah Tuhan lewat dari depannya (Musa) dan berseru: “Tuhan, Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya.” Kita temui ada 5 kualitas yang perlu kita alami. Tuhan akan menempatkan kita pada suatu keadaan dimana kita bisa mengalami hal-hal itu. Semakin besar pengenalanmu pada Tuhan, maka akan semakin jelas juga visimu! Paulus berkata ia melupakan yang dibelakangnya dan berlari-lari untuk mencapi tujuan, yaitu mengenal Dia. Sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak cukup hanya rindu dan ingin mengenal Tuhan tetapi kita harus “berlari” maksudnya saudara harus berusaha sungguh-sungguh, dengan kata sehari-harinya: kita harus ngotot untuk mengenal Tuhan. Janganlah kita mudah menyerah atas halangan atau tantangan yang datang menghadang didalam pengenalanmu kepada Tuhan. adi syarat pertama untuk saudara memerintah bersama Tuhan adalah engkau harus mengenal Dia, Raja Mulia itu!

2. Mengenal kuasa kebangkitan-Nya Didalam Efesus 1:14,17 dikatakan: “Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya…dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. ” Saudaraku, Roh Kuduslah yang akan memampukan dan menolong kita untuk bisa mengenal Dia. Waktu Yesus mati, Dia berada didalam pusat kegelapan tetapi pada hari ke 3… waktu kuasa Tuhan turun dan membangkitkan Dia! Semua kuasa setan tidak bisa menahan kuasa itu! Kuasa kebangkitan yang sama juga tersedia buat kita yang sungguh-sunggh mau menerimanya. Kuasa kebangkitan-Nya akan membangkitkan semua bagian hidupmu yang telah mati.

3. Persekutuan dalam penderitaan-Nya Mendengar kata “menderita atau penderitaan” buat kita seringkali membuat kita takut dan kuatir. Saya mau memberi tahu saudara suatu kebenaran, yaitu didalam kegelapan sesungguhnya ada harta-harta yang tersembunyi. Sewaktu kita melewati kegelapan itulah, kita akan menemukan harta-harta itu dan kita akan mengambilnya. Jadi seharusnya kita tidak perlu takut akan kegelapan atau melewatinya. Di sorga, kita tidak akan menemui kesedihan… saudaraku, jika kita tidak mengambil kesedihan itu di bumi dan mengambil harta rohani itu maka kita tidak akan mempunyai kesempatan itu lagi. Harta rohani itu termasuk pengenalan akan Tuhan, hikmat maupun wahyu.

Saudara yang terkasih, inilah syarat untuk memerintah bersama Dia. Marilah kita berlari-lari seperti Paulus didalam mengejar pengenalan akan Tuhan.

Tags:
No Comments

Post A Comment