Capai dalam Proses…Kompromi??

1 Samuel 16:10-13 10 Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel tetapi Samuel berkata kepada Isai: “Semuanya ini tidak dipilih TUHAN.”

11 Lalu Samuel berkata kepada Isai: “Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya: “Masih tinggal yang bungsu tetapi sedang menggembalakan kambing domba. Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah memanggil dia sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang kemari.”

12 Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia sebab inilah dia.”

13 Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud ditengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh Tuhan atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.

1 Samuel 16:18 Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: “Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu yang
– pandai main kecapi.
– Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa,
– seorang prajurit, yang pandai bicara,
– elok perawakannya dan
– TUHAN menyertai dia.”

Pilihan Tuhan kepada Daud, disamping Tuhan melihat hati, ternyata Daud juga memiliki sikap hidup yang benar. Daud mempunyai ketrampilan bermain kecapi; memiliki kepemimpinan yang tinggi (terbukti dengan tanggung jawabnya untuk menjaga dengan sungguh-sungguh domba ayahnya yang hanya 2 atau 3 ekor. Apabila ada beruang atau singa, maka Daud siap mati untuk melindungi domba-dombanya); berhikmat; cakap dan takut akan Tuhan sehingga penyertaan Tuhan nyata dalam hidupnya.

1 Samuel 16:21 Demikianlah Daud sampai kepada Saul dan menjadi pelayannya. Saul sangat mengasihinya dan ia menjadi pembawa senjatanya.

Hidupnya menyenangkan Tuhan dan disukai oleh manusia sehingga ketika Raja Saul melihat Daud, Rajapun sangat mengasihinya dan mengangkatnya menjadi orang kepercayaannya.

1 Samuel 17:15; 20a 15 Tetapi Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Betlehem.

20 Lalu Daud bangun pagi-pagi, ditinggalkannyalah kambing dombanya pada seorang penjaga, lalu mengangkat muatan dan pergi, seperti yang diperintahkan Isai kepadanya.

Daud memiliki sikap hati yang benar dan sangat bertanggung jawab (walaupun sudah diurapi jadi raja, sangat dikasihi Raja Saul dan menjadi orang kepercayaan Raja tetapi hal-hal tsb tidak mengubah sikap hidupnya; dia tetap rendah hati dan melakukan tugas dan tanggung jawabnya yang semula dengan setia). Sampai tiba waktunya ketika Daud harus melawan Goliat, ini merupakan waktu Tuhan untuk mempromosikan Daud. Lihat masalah dengan cara pandang atau mata Tuhan.

1 Samuel 18:6-9 6 Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing;

7 dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.”

8 Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat dan perkataan itu menyebalkan hatinya sebab pikirnya “Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya.”

9 Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud.

Ketika Tuhan mempromosikan Daud, maka Raja Saul yang tadinya sangat mengasihi Daud, berbalik menjadi iri dan berusaha membunuhnya….”high level, high devil…”

1 Samuel 18:10-11 10 Keesokan harinya roh jahat yang dari pada Allah itu berkuasa atas Saul, sehingga ia kerasukan di tengah-tengah rumah sedang Daud main kecapi seperti sehari-hari. Adapun Saul ada tombak di tangannya.

11 Saul melemparkan tombak itu karena pikirnya: “Baiklah aku menancapkan Daud ke dinding.” Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua kali.

1 Samuel 19:9-10 9 Tetapi roh jahat yang dari pada TUHAN hinggap pada Saul, ketika ia duduk di rumahnya, dengan tombaknya di tangannya; dan Daud sedang main kecapi.

10 Lalu Saul berikhtiar menancapkan Daud ke dinding dengan tombaknya tetapi Daud mengelakkan tikaman Saul sehingga Saul mengenai dinding dengan tombak itu. Sesudah itu Daud melarikan diri dan luputlah ia pada malam itu.

1 Samuel 24:11-13; 26:8-12 Sebaliknya Daud mempunyai kesempatan 2 kali untuk membunuh Raja Saul tetapi Daud tidak melakukannya karena dia tahu menghormati otoritas Allah atas Raja Saul dan dia tidak mau menjamah orang yang diurapi Tuhan.

Samuel 27:1-7; 28:1-2 1 Tetapi Daud berpikir dalam hatinya: “Bagaimanapun juga pada suatu hari aku akan binasa oleh tangan Saul. Jadi tidak ada yang lebih baik bagiku selain meluputkan diri dengan segera ke negeri orang Filistin: maka tidak ada harapan bagi Saul untuk mencari aku lagi di seluruh daerah Israel dan aku akan terluput dari tangannya.”

Dalam perjalanan hidup, Daud mengalami kelelahan karena selalu dikejar-kejar untuk dibunuh sehingga akhirnya dia berpikir untuk kompromi dengan Filistin (=musuh bangsa Israel). Waktu Daud kompromi dengan Filistin, maka :
– Raja Saul tidak mengejar Daud lagi sehingga dia bisa hidup tenang, nyaman.
– Diberi Kota Ziklag sehingga Daud dan keluarga serta seluruh tentara dan keluarganya mendapat perlindungan, perteduhan.
– Diberi jabatan, diangkat menjadi pengawal pribadi Raja Akhis. Tuhan membiarkan Daud dan seluruh tentaranya tinggal di Filistin selama 18 bulan saja.

1 Yohanes 2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

1 Samuel 29:4; 6-8 Kompromi merupakan tindakan ketidaktaatan kepada Tuhan. Sehingga akhirnya Daud dan seluruh tentaranya diusir dari kelompok Filistin dan dipulangkan ke kota Ziklag.

1 Samuel 30:1-8 Ketika mereka tiba di Ziklag, kota tsb dibakar habis, istri dan anak-anak mereka ditawan oleh bangsa Amalek.
– Kompromi dengan Filistin = tidak taat kepada Tuhan dan harus bayar harga.
– Bila harus bayar harga, pilihannya lebih baik jatuh kedalam tangan Tuhan.
– Jangan berhenti…jangan menyerah, bayar harga dan terus maju..

1 Samuel 30:6-8 6 Dan Daud sangat terjepit karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya. 7 Lalu Daud memberi perintah kepada Imam Abyatar bin Ahimelekh: “Bawalah efod itu kepadaku.” Maka Abyatar membawa efod itu kepada Daud. 8 Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: “Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?” Dan Ia berfirman kepadanya: “Kejarlah sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.”

Kunci pemulihan:
– Semakin menguatkan kepercayaan kepada Tuhan; 1 Korintus 1:9.
– Merendahkan diri, mengaku dosa dan mencari wajah Tuhan; 1 Yohanes 1:9.
– Dalam segala hal, selalu bertanyakan Tuhan; berharap total kepada Tuhan. Saya akan akhiri dengan pesan Firman Tuhan dalam Roma 4:20-21 20 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah. 21 Dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

Tags:
No Comments

Post A Comment