3 Langkah Menerima Berkat

Kisah perkawinan di Kana sudah merupakan suatu cerita yang tidak asing lagi buat kita semua. Di pesta perkawinan inilah Yesus membuat mujisat pertama-Nya! Hari ini kita akan melihat kembali cerita ini dan akan menarik satu pelajaran bagaimana untuk menerima berkat dan mujisat dari Tuhan. Didalam Yoh 2:1-2 dikatakan, “Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada disitu, Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya” “Mereka kehabisan anggur.”” Kita akan melihat 3 langkah untuk menerima berkat Allah.

Langkah pertama adalah sadar bahwa kita mempunyai kebutuhan! Setiap orang pasti mempunyai kebutuhan. Tahukah saudara apa yang paling saudara butuhkan? Terkadang yang kita butuhkan itu melebihi kemampuan kita dan seringkali kita tidak sadar kebutuhan kita yang sebenarnya. Kita mencari-cari sesuatu yang kita pikir bisa membuat kita puas tetapi kita tidak menyadari bahwa yang kita perlukan sebenarnya adalah Yesus. Kebutuhan utama kita adalah Yesus! Saudara, sama seperti Yesus yang diberitahu ibunya bahwa anggur telah habis, demikian juga kita juga seringkali memerlukan orang lain untuk memberitahukan kebutuhan kita. Kita perlu orang lain untuk memberitahukan tentang Yesus. Coba saja saudara ingat-ingat bagaimana saudara pertama kali mendengar tentang Yesus? Siapa yang memberitahukanmu? Kebanyakan dari kita pasti mendengar tentang Yesus dari teman dari pada kita mendengar atau menemukannya sendiri. Saudara kita perlu orang lain untuk memberitahu kita! Demikian juga dengan kekurangan kita, kita memerlukan orang lain untuk mengoreksi dan memberitahu kita. Jadi langkah pertama yang perlu kita ambil untuk menerima mujisat dan berkat Tuhan adalah menyadari akan kebutuhan kita!

Langkah kedua adalah mentaati perkataan Yesus. Ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” dengan kata lain ia berkata apapun yang Yesus suruh, baik itu masuk akal atau tidak… lakukan saja! Ketaatan itu bukanlah dari pikiran tetapi merupakan sikap hati! Jika ketaatan itu dari pikiran, maka kita akan hanya taat pada hal-hal yang kita pikir masuk akal dan mungkin saja. Tetapi Tuhan meminta kita untuk mempunyai sikap taat di hati kita masing-masing. Ketaatan yang total itu akan mendatangkan berkat! Helleluya! Pernahkah saudara mendengar istilah “Nothing is free”? Banyak orang mau menerima berkat tetapi tidak mau bayar harganya. Sebagai contoh yang gampang saja, orang mau mendapat gelar Bachelor tetapi tidak mau buat assignment, ikut ujian, masuk kuliah, dsb. Tidak ada kepandaian tanpa belajar, tidak nasi goreng jika tidak ada yang memasaknya, tidak ada keselamatan jika Yesus tidak mati di kayu salib. Semua ada harga yang harus dibayar! Ketaatanmu adalah harga dari suatu berkat maupun mujisat! Air akan tetap menjadi air jika pelayan-pelayan itu tidak melakukan sesuai dengan perintah Yesus! Seringkali orang Kristen hanya mengambil sebagian ayat-ayat berkat tanpa mau percaya, taat dan menyerahkan diri. Janji berkat itu tidak akan kita terima dengan sikap yang seperti itu, tetapi ketaatan dan penyerahan saudara akan membuat janji-janji berkat tiu menjadi bagian saudara! Glory to God!

Langkah yang terakhir, ketiga adalah jangan berhenti sebelum selesai. Setiap orang yang bertanding akan menerima pujian, tepuk tangan jika ia sampai garis finish atau menyelesaikan game. Didalam cerita ini Yesus menyuruh pelayan-pelayan itu mengisi enam tempayan itu penuh dengan air. Pernahkah saudara berpikir mengapa Yesus harus menyuruh pelayan-pelayan mengisi semua tempayan dan menyuruh mereka kemudian mencedoknya dan membawanya kepada pemimpin pesta? Mengapa Yesus tidak langsung saja merubah air menjadi anggur? Mengapa juga setelah tempayan-tempayan itu diisi air harus dicedok dan dibawa ke pemimpin pesta? Jawabannya adalah Ia mau melibatkan manusia, kita didalam membuat mujisat itu. Ia mau kita ikut serta dengan Dia sampai Dia menyelesaikan semuanya. Dia mau kita mengerti, merasakan, menikmati proses dari “nothing” menjadi “something”, dari kekurangan menjadi kecukupan. Yesus juga mau pelayan-pelayan itu mengerjakannya sampai selesai. Tuhan juga mau supaya kita tidak mengerjakan sesuatu setengah-setengah. Saudara yang terkasih, sadarkah saudara bahwa apa yang kita berikan kepada Tuhan sebetulnya tidak sebanding denga apa yang telah Ia berikan? Mari kita ingat sebentar, waktu seorang anak datang membawa 2 ekor ikan dan 5 roti dan memberikannya kepada Yesus, apa yang Yesus berikan kembali? 5000 orang laki-laki belum termasuk wanita dan anak-anak selamat dari ancaman kelaparan dan bahkan mendapat kelebihan 12 bakul. Menyelesaikan tugas yang diberikan adalah kunci untuk kita menerima berkat Tuhan!

Sekarang marilah kita mengambil ketiga langkah ini dan melakukannya dengan penuh percaya bahwa Tuhan pasti akan memenuhi segala kebutuhanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya.

Tags:
No Comments

Post A Comment