Bermegah di Dalam Tuhan

“Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan” Matius 23:12

Firman Tuhan dengan jelas mengajarkan kita untuk rendah hati.
Namun kita sebagai murid-murid Yesus sering kali mangasosiasikan rendah hati dengan sifat yang malu-malu (timid), yang selanjutnya sering kali mengarah kepada rendah diri, minder, kurang percaya diri, dsb. Benar sekali Firman Tuhan mengatakan kita harus rendah hati, tapi tidak sekalipun Firman Tuhan menghubungkan rendah hati dengan “being timid”. Kerendahan hati tidak berarti bahwa kita tidak dapat bermegah (boasting/ being bold).

Dari Roma 8:31-39 kita dapat belajar bahwa setiap orang-orang percaya bisa “boast” dalam 3 hal:

1. If God is for us, who can be against us? (ayat ke-31) Jangan salah mengerti, ayat ini tidak menjanjikan bahwa tidak akan ada yang melawan dan menjadi musuh kita. Ayat ini hanya semata-mata mengatakan Allah ada di pihak kita. Siapapun dan apapun dapat menjadi musuh kita, tetapi Allah ada di pihak kita! Janji Allah adalah, seperti yang tertera di dalam Roma 8:28, Ia akan membuat segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.
Contohnya, di dalam kitab Kejadian diceritakan tentang Yusuf yang dimusuhi oleh kakak-kakaknya, Potifar dan istrinya, dan juga oleh berbagai macam keadaan yang makin lama makin memburuk. Namun di dalam semuanya itu, Tuhan memakai setiap hal-hal yang negatif untuk mendatangkan kebaikan bagi masa depan Yusuf. Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya di dalam Kejadian 50:20, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan…”.

Contoh lainnya, di dalam kitab Nehemia 13:1-2 diceritakan bagaimana orang Amon dan orang Moab mengupah Bileam untuk mengutuki bangsa Israel. Namun pada akhirnya Tuhan mengubah semua kutuk itu menjadi berkat (Nehemia 13:2b).

Roma 8:32 dapat disimpulkan dalam bahasa sehari-hari dengan kalimat berikut ini, “If God gives us the best, will He not give us the rest?”.

2. If God is for us, who can bring charge against us? (ayat ke-33) Kalau Allah ada dipihak kita, siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Seperti point sebelumnya, ayat ini juga tidak berarti bahwa tidak akan ada yang menggugat kita. Bahkan sebaliknya, kita semua akan digugat habis-habisan oleh si iblis pada penghakiman besar di akhir jaman (Ibrani 10:27). Iblis akan membawa catatan setiap dosa-dosa kita untuk menyatakan kita bersalah di hadapan Hakim Agung, yaitu Allah. Iblis tahu benar bahwa upah dosa, tidak perduli sekecil apapun, adalah maut! Puji Tuhan pada ayat ke-33 ini ada suatu janji yang indah: Tuhan Yesus yang akan menjadi Pembela kita. Ia akan menyatakan semua orang-orang percaya tidak bersalah (not guilty) di dalam pengadilan karena Ia telah menebus semua dosa-dosa kita.

3. If God is for us, who will separate us from the love of Christ? (ayat ke-35) Ayat ini menjanjikan bahwa Tuhan akan selalu bersama dengan kita. Ia akan selalu menyertai kita, Allah Immanuel. Maut sekalipun tidak akan memisahkan kita dari kasih Allah. Kalau manusia pertama, Adam, membawa manusia jatuh ke dalam dosa, Adam yang terakhir (Tuhan Yesus) mendamaikan (reconciled) kembali manusia dengan Allah (1 Korintus 15:45). Yakinlah bahwa kasih Allah tidak akan pernah meninggalkan kita selamanya.

“…baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 8:38, 39).

Maka dari itu, sesuai dengan ketiga hal di atas, Roma 8:37 menyatakan bahwa kita semua adalah lebih dari pemenang! “The Lord will fight for you, and you shall hold your peace” (Keluaran 14:14, NKJV). Saudara-saudari yang terkasih, baiklah kita mengingat 3 hal penting di dalam ayat ini.

I.
Life is a battleground, II. God will handle the battle, and III. We shall hold our peace

“Tetapi aku sekali-kali mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia” (Galatia 6:14)

Tags:
No Comments

Post A Comment