Developing the Negative

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung diantara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.” Rom 8:29-30. Today there is a good news for you! Kabar baik itu adalah bahwa saudara telah dipilih Allah, bahkan ditentukan Allah untuk menjadi serupa dengan Yesus, Anak-Nya! Bukankah itu membuat engkau bersuka cita dan €˜exited€™? Seringkali kebenaran ini menjadi €˜kabur€™, kita menjadi lupa siapa kita sebenarnya karena masalah-masalah, lingkungan kita bertumbuh, dan lain sebagainya yang membuat tujuan hidup kita menjadi semu atau tidak jelas. Sekarang coba engkau jawab sendiri, apakah tujuan hidupmu? Apa yang sedang engkau kejar? Banyak orang mempunyai tujuan hidup menjadi orang kaya, orang yang terkenal, orang yang cantik atau tampan, atau orang yang sangat berpengaruh/berkuasa. Tujuan hidup mereka akan membentuk karakter dan mempengaruhi sikap dan pandangan mereka terhadap segala hal. Saudara yang terkasih, tetapi Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa akhir hidup kita adalah dimuliakan (ay.30). Kita telah ditentukan untuk menjadi serupa dengan Yesus!

Hari ini kita akan melihat 3 hal yang membantu saudara untuk sampai kepada tujuan yang sebenarnya itu:

1. It€™s not an option but a must Mengerti bahwa menjadi serupa dengan Yesus bukanlah suatu pilihan tetapi keharusan! Saudara tidak mempunyai pilihan atau tujuan yang kedua atau ketiga. Hanya ada satu tujuan yaitu menjadi serupa dengan Anak-Nya. Allah kita adalah Allah yang merencanakan dan memikirkan segala sesuatunya dengan sangat baik. Waktu Ia ingin membuat manusia (kej 1:26), Ia menciptakan manusia setelah Ia menciptakan alam semesta dan isinya terlebih dahulu, artinya manusia bukan hidup untuk hal material tetapi material diciptakan untuk melayani manusia. Halleluyah! Allah mempunyai suatu rencana buat engkau, “yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yer 29:11. Jika saudara membaca Yoh 1:1-3, engkau akan mengerti bahwa kita bisa memiliki apa yang Tuhan miliki dan kita bisa melakukan apa yang Dia lakukan. Jika Tuhan sudah menentukan engkau untuk menjadi serupa dengan Dia, maka terjadilah demikian! Dia adalah Allah yang berkuasa!

2. It€™s a process Didalam kej 1:26, “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan (let us make) manusia menurut gambar dan rupa Kita…” kata €˜make€™ berarti juga €˜develop€™. Seperti ibarat seorang photographer men-€˜develop€™ negative demikian pula Allah medevelop kita. Sebuah negative akan dimasukkan ke dalam €˜dark room€™ untuk proses pemcetakkan dari negative menjadi gambar asli. Negative itu akan dicelupkan kedalam cairan kimia beberapa kali. Jika kita kaitkan dengan kehidupan kita, maka dark room dan dicelup di cairan kimia itu berbicara soal proses. Proses itu tidak enak bagi kita, seringkali kita harus keluar dari €˜comfort zone€™ kita, keluar dari kenyamanan kita. Setelah selesai bekerja di dark room, sang photographer pergi meninggalkan dark room. Terkadang, kita merasakan dimana sorga kelihatannya sepi, doa kita tidak dijawab, sepertinya Allah tidak mendengarkan kita. Saudara yang terkasi, jika engkau ada pada level ini, janganlah takut karena Allah kita adalah Allah yang setia, Ia tidak pernah meninggalkan kita. New level will bring us to new devil but it will produce new character. Karakter Kristus akan semakin nyata waktu kita lulus/keluar dari dark room itu sebagai gambar yang sesungguhnya. €˜Warna” Kristus itu akan nampak dengan jelas! Haleluyah.

3. A price to be paid Harga yang harus dibayar adalah ketaatanmu. Saudara, kita semua sudah dibayar lunas oleh darah Yesus. Pada waktu kita ada di dark room itu memang tidak enak, mungkin kita harus menangis, tetapi saran saya menangislah dengan satu mata saja. Maksudnya mata yang satunya tetap memandang rencana Allah untuk kita yang luar biasa. Allah kita adalah Bapa yang baik, Dia akan memeliharamu dengan sangat baik! Jika waktu menciptakan manusia saja Allah harus mengotori tangan-Nya, mengapa kita menolak waktu tangan-Nya membentuk kita? Ayat terakhir buat saudara, Yes 50:10, “Siapa diantaramu yang takut akan Tuhan dan mendengarkan suara hamba-Nya? Jika ia hidup didalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama Tuhan dan bersandar kepada Allahnya!”

Sekarang kita bisa meneguhkan percaya kita bahwa Allah tidak pernah mengijinkan proses datang untuk menghancurkan kita tetapi Dia sedang mengerjakan kita supaya €˜warna€™ Kristus itu muncul sehingga semua orang bisa menikmati keindahan warna dan gambar kita. Bukankah kita tidak pernah menaruh foto negative kita pada pigura yang mahal atau dalam dompet kita?

Tags:
No Comments

Post A Comment