Di mana Hati Kita Berada, Di Sanalah Gairah Kita Berada

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yeremia 29:11

Apabila kita dengan sungguh-sungguh mengikuti Tuhan, maka kita akan mengalami mujizat. Sekalipun kita berada di dalam masalah, kita akan tetap bergairah melayani Tuhan.

Di mana hati kita berada maka di situ juga kita akan bergairah! Dan jika ada gairah dalam hidup kita maka apapun boleh kita alami dan kita akan tetap kuat.

Karena itu jika hati kita ada di dalam Tuhan, maka kita akan bergairah bersama dengan-Nya. Pikiran kita juga akan diubah oleh Tuhan jika kita memiliki hati yang melekat kepada-Nya.

Sebelum Simon Petrus mengikuti Yesus, dia taat kepada perkataan Yesus untuk menebarkan jala ikan. Walaupun hal tersebut kedengarannya tidak masuk di akal. Dan akibat dari ketaatnya, maka Petrus diberkati dengan luar biasa. Setelah itu Petrus meninggalkan semua yang dimilikinya dan mengikut serta mengiringi Yesus.

Setiap orang yang mengiringi Tuhan Yesus akan dipenuhi dengan berkat-Nya. Masalahnya bukan menerima berkat Tuhan, tetapi memberkati orang lain dari berkat yang sudah diterima. Banyak orang yang diberkati tetapi tidak menyalurkan berkat tersebut. Mereka hanya menerima dan tidak memberi.

Petrus meninggalkan segala yang dimiliknya dan mengikuti Yesus sebab ada sesuatu yang lebih dalam diri Yesus yang ditemukan oleh Petrus. Tetapi pada waktu itu Petrus belum sungguh-sungguh mengenal Yesus secara pribadi.

“Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut.” Matius 14:22-26

Seperti murid-murid Yesus, sering kali kita juga tidak mengenali Yesus ketika sedang diombang-ambingkan oleh masalah. Ingatlah bahwa di tengah-tengah masalah Tuhan selalu ada bersama dengan kita, apapun juga masalah yang boleh kita alami!

Saat itu Petrus meminta sesuatu yang tidak masuk di akal oleh manusia, dan Tuhan kabulkan permintaannya itu:

“Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”” Matius 14:28-30

Namun lagi-lagi ketika Paulus mulai merasakan tiupan angin, ia menjadi takut dan mulai tenggelam. Seperti Petrus alami banyak juga orang Kristen yang berapi-api hanya pada saat baru mengikuti Tuhan, tetapi ketika tiupan angin mulai terasa mereka langsung menjadi bimbang dan tenggelam. Mengapa hal ini terjadi atas Petrus dan juga atas banyak orang Kristen?

Walaupun sudah mengikuti Yesus selama 3.5 tahun lamanya, Petrus tetap tidak mengenal Yesus secara pribadi. Petrus bahkan mengikari Yesus sebanyak tiga kali.

Mengapakah hal ini dapat terjadi? Hal ini terjadi karena Petrus masih mempertahankan satu hal yang paling penting dalam hidupnya, yaitu nyawanya!

Namun ketika Petrus mengenal Tuhan Yesus secara pribadi maka hidupnya berubah total. Petrus tidak lagi menyayangkan nyawanya, dan Tuhan memakai hidupnya dengan luar biasa.

“Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu.” Yeremia 29:12-14

Jika Tuhan tidak memberikan diri-Nya untuk ditemui, maka kita tidak akan pernah dapat menemukan Dia. Apa yang diterima dan dialami oleh Petrus itu karena inisiatif dari Tuhan sendiri agar dirinya dapat ditemui dan dikenal.

Tags:
No Comments

Post A Comment