Dia yang Menggenapi JanjiNYA

Saya percaya setiap kita pernah menerima janji Tuhan, masalahnya adalah apakah janji tersebut sudah digenapi dalam hidupmu atau belum? Bila kita menerima janji Tuhan, biarlah Tuhan yang genapi bukan kita! Kej 27:1-46, dikisahkan bagaimana Ishak & RIbkah menerima janji Tuhan, tapi mereka berusaha menggenapai dengan cara mereka sendiri. Ayat 7 dikatakan bahwa Ishak mendahului Tuhan untuk memberkati Esau. Kehendak Ishak bukan dari Tuhan, sebab:

1. Kalau dari Tuhan, maka itu sesuai dengan janji Tuhan (Kej 25:23) Tindakan Tuhan tidak pernah bertentangan dengan nubuat/janji-janji-Nya sendiri. 1Kor 14:33, “Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan tapi damai sejahtera.”

2. Ishak berulang-ulang merasa mau mati (ay 2&4) tapai ternyata dia baru mati diusia 180th. Sedangkan pada waktu itu usia Ishak 90th. Jadi Ishak lebih mengikuti perasaannya daripada kehendak Tuhan.

3. Tindakan Ishak tanpa sepengetahuan istrinya, itu sangat tidak baik! Suami harus sehati lebih dulu, baru suami bertindak. Istri itu penolong yang sejodoh, juga suami bagi istri. Kalau sama-sama didalam Tuhan, penuh Roh & dipimpin Roh, bisa selalu menasehati, selalu meneguhkan & menguatkan! Kalau Ishak akrab & ada komunikasi yang baik dengan istrinya serta minta pertimbangannya, maka tidak akan terjadi peristiwa tersebut.

4. Jangan berjalan sendiri, meskipun nampaknya sudah betul dalam perkiraannya sendiri tetapi perlu peneguhan dari orang-orang terdekat, perlu selalu bertanya-tanya akan Tuhan supaya jangan terjadi kekeliruan. Apalagi Ishak buta, itu cacat, mudah keliru jalan! KArena itu harus dekat Tuhan & istrinya sehingga bisa mengimbangi cacat ini. Ini menjadi suatu pelajaran supaya jangan kita mendahului Tuhan, apalagi kalau salah, bisa mengakibatkan malapetaka seperti yang dialami Ishak & Ribkah sekeluarga.

1Taw 16:11, “Carilah Tuhan dan kekuatannya; carilah wajah-nya selalu.” Daud selalu bertanya kepada Tuhan; sekalipun dalam melakukan hal yang hampir sama untuk kedua kalinya, ia tetap bertanya kepada Tuhan. Kej 27:8, Ribkah hendak menggenapi janji Tuhan dengan caranya sendiri! Kesalahan Ishak sebagai suami/pemimpin yang salah karena mendahului Tuhan, diikuti oleh Ribkah yang mau meluruskan kesalahan Ishak dan secara tidak langsung mau menggenapi janji-janji Tuhan dengan cara dia! Apabila suami istri bebas berbicara satu sama lain dan komunikasi yang lancar, maka banyak kesalahan yang bisa dihindarkan! Untuk kerukunan dan keharmonisan, komunikasi yang baik dan bebas antara suami istri itu perlu! Karena kurang komunikasi (apapun sebabnya) maka Ishak berbuat salah, juga Ribkah berbuat salah dan akibatnya harus dimakan bersama seluruh keluarga. Cara Ribkah adalah akal-akalnya sendiri bukan cara dari Tuhan! Dalam dunia manusia dilatih untuk terus berpikir dan mencari cara/siasat untuk menghadapi dan menyelesaikan semua masalahnya. Tapi karena kemampuan mereka terbatas, maka tidak heran kalau manusia mulai bersiasat, berbohong dan menipu bahkan menghalalkan segala cara asal tujuannya tercapai. Orang yang sungguh-sungguh mengenal Tuhan akan takut kepada Tuhan sebab Tuhan itu Maha Kuasa, tidak terbatas & mengetahui semuanya seperti dalam hati & pikiran manusia semuanya telanjang dihadapan Tuhan (Ibr 4:13). Dalam setiap janji Tuhan, selalu ada 2 pihak & masing-masing pihak mempunyai bagian kewajibannya sendiri. Bagian kita dan bagian Tuhan. Kita hanya wajib menyelesaikan bagaian kita dengan bantuan kekuatan dari Tuhan. Harus percaya akan janji-janji Tuhan dan taat akan semua syarat-syarat perjanjian serta sabar menunggu waktu Tuhan. Banyak orang yang tidak tahan menunggu sebab takut terlambat, allu melangkah elbih dulumendahului Tuhan tetapi justru janji Tuhan jadi batal. Contoh: Abraham dan Sarah, tidak bisa tahan menunggu anak dari Tuhan. Lalu Saul yang tidak bisa menunggu sehingga akhirnya rencana Allah untuk meneguhkannya batal & ia ditolak dari oleh Tuhan. Beda halnya dengan Daud, Yusuf, Zakharia & Elizabeth menunggu dalam banyak tantangan & kesulitan serta tetap hidup berkenan kepada Tuhan dalam kesucian (Ini bagian kita) Bagian Tuhan jangan diambil, pasti tidak akan mampu melakukan bagian Tuhan. Sering karena tidak bisa menunggu; tidak sabar & kuatir Allah terlambat lalu melakukan tindakna-tindakan yang sebetulnya bukan bagian kita tetapi bagian Tuhan. Akibatnya pasti kacau rusak dan bisa binasa. Tidak mungkin kita menggantikan kedudukkan & tugas Allah. Ini kesalahan Ribkah, ia tahu bahwa Yakub akan menjadi yang sulung dengan kata-kata nubuatan dari TUhan, dan Esaupun sudah menjual hal kesulungannya kepada Yakub (meskipun dengan akal-akalan) Tetapi ini bukan alasan untuk Ribkah bertindak! Seharusnya ia mnunggu waktu Tuhan. Memang suaminya membuat tindakan keliru tetapi ia bisa bicara kepada Ishak dan berdoa kepada Tuhan minta jani-janji Tuhan digenapi. Ribkah berbuat siasat, mengajari Yakub dusta, menghalalkan segala cara dengan menipu suaminya. RIbkah tahu itu dosa dan melawan Tuhan & ia memberanikan diri untuk menerima segala kutuk dan akibatnya. Sebab itu ia menderita, diceraikan dari anak ayng dicintainya & tidak ketemu sampai mati. Yakob dan Esau bermusuhan serta mau bunuh-bunuhan rumah tangganya kacau balau. Tuhan tidak pernah terlambat/keliru. Kalau Tuhan sudah bicara, itu akan jadi 100% tepat. Orang yang mau menuggu waktu Tuhan, tidak merampas hak Tuhan & tidak menggenapi sendiri janji-janji Tuhan akan mengalami suka cita ayng besar dan kekal. (contohnya: Yusuf, Zakharia & Elizabeth). Janganlah kita berusaha menggenapi janji Tuhan sendiri, sabarlah menunggu. Seperti orang menanam biji sebab tidak sadar, tanaman kecil yang sudah tumbuh ditarik keluar dibantu supaya cepat tumbuh, supaya cepat keluar buah & menuai. Jangan menarik sendiri dan menggenapkan bagian Tuhan! Tuhan itu baik dan janjinya 100% digenapi & tidak terlambat sedetikpun.

Tags:
No Comments

Post A Comment