Excellent Spirit – Roh yang Luar Biasa

Ps. Lydia Yusuf
19/06/2011

Daniel 1:3-4 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya untuk membawa beberapa orang Israel yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela; yang berperawakan baik; yang memahami berbagai-bagai hikmat; berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.

Daniel 1:5 Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja.
Dari ayat-ayat Firman Tuhan tsb kita lihat bahwa keturunan itu sangat penting; jadi bagi keluarga-keluarga agar hidup takut akan Tuhan supaya anak cucu kita diberkati dan hidup dalam Kebenaran Tuhan.
Daniel dan teman-temannya adalah keturunan raja dan kaum bangsawan, mereka juga adalah orang-orang muda yang cakap, tidak ada cela serta sangat berhikmat. Mereka memiliki roh yang luar biasa, unggul – memiliki kemampuan dan prestasi yang lebih tinggi. Roh yang ada didalam Daniel begitu luar biasa sampai ia “menonjol” diantara orang-orang sekitarnya. Raja yang memerintah Kerajaan Babel berganti-ganti, namun kedudukan Daniel selalu meningkat,.hidupnya menjadi dampak bagi kerajaan terbesar saat itu yakni Kerajaan Babel.

Daniel 6:2-4
2 Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan;
3 membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan.
4 Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.

Mari kita belajar dari kehidupan Daniel yang memiliki roh yang luar biasa:
1. Ketetapan Hati – Daniel 1:8
‘Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya”.
Pada saat itu Daniel termasuk pemuda yang dibuang ke Babel dan dipilih untuk bekerja di istana Raja Nebukadnesar. Dalam kenikmatan makanan di istana raja, Daniel mempunyai ketetapan hati untuk tidak menajiskan dirinya terhadap makanan-makanan tsb, dia bertindak melawan arus.
- Ketetapan hati terhadap mulut – mulut adalah organ kecil yang berpengaruh besar. Melalui mulut (perkataan), orang bisa dibangkitkan, dikuatkan atau dilemahkan. Silent is gold – diam itu emas; sedikit bicara, banyak bekerja; dan juga terhadap apa yang kita makan atau minum karena segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.
- Ketetapan hati terhadap mata – kelemahan seorang laki-laki adalah matanya, apa yang dia lihat? Ayub 31:1 “Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara”?
- Ketetapan hati terhadap telinga – banyak informasi yang didengar dan kita harus segera menghapus yang tidak berguna. ‘Iman datang dari pendengaran, pendengaran akan Firman Tuhan.’
- Ketetapan hati untuk menjaga hati – Amsal 4:23 ‘Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.’
Kain membunuh adiknya, Habel; Yusuf dimasukkan sumur dan dijual sebagai budak oleh kakak-kakaknya, semua karena irihati.
Orang yang memiliki ketetapan hati, pasti mempunyai prinsip sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh pendapat orang lain dan mereka akan membuat terobosan- terobosan dalam hidupnya.

Daniel 1:20 ‘Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.’

2. Mengandalkan Tuhan – Daniel 2:17-19.
17 Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya,
18 dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.
19 Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam. Lalu Daniel memuji Allah semesta langit.

Masalah yang dihadapi Daniel adalah hal yang mustahil karena Raja Nebukadnesar bermimpi tetapi ia lupa akan mimpinya dan menyuruh orang-orang pandai untuk memberitahu mimpi serta artinya:-)… Apabila mereka tidak bisa, maka keluarganya akan dibunuh. Daniel menghadapi situasi sangat sulit…namun ia membawanya kepada Tuhan. Ini pelajaran dasar tetapi sering dilupakan. Kita berusaha dengan kemampuan kita tetapi lupa bahwa kemampuan kita terbatas. Oleh sebab itu kita perlu Allah yang tidak terbatas, yang sanggup menolong!
Yeremia 17:5;7
5 Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Jika kita mengandalkan Tuhan, Ia akan menolong kita dengan cara yang ajaib! Tuhan yang sanggup menyingkapkan mimpi Raja kepada Daniel, Diapun mau menyingkapkan masalah anda.
Daniel 5:12 “karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!”

3. Kesetiaan – Daniel 6:5.
“Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya”.

Kesetiaanlah yang membuat Daniel unggul, lebih menonjol dari semua pejabat dan wakil raja lainnya.

Amsal 20:6 “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya”?

Dewasa ini sulit mencari orang yang benar-benar setia; akan tetapi jika ada sifat yang membuat orang menonjol dan mendapat perhatian penuh dari Allah adalah kesetiaan.
Mazmur 101:6 “Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka diam bersama-sama dengan aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku”.

4. Memiliki Kehidupan Doa – Daniel 6:11.
“Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya”.

Daniel memiliki persekutuan pribadi dan bergaul akrab dengan Allah dalam doa.
Kunci keberhasilan tokoh-tokoh dalam Perjanjian Lama maupun Baru, mereka memiliki akses langsung dengan Tuhan melalui persekutuan pribadinya.
- Abraham bisa tawar menawar dengan Allah untuk keselamatan Lot – Sodom.
- Yesus pagi-pagi benar berdoa…Doa adalah nafas dan kekuatan orang percaya.

Daniel artinya Tuhan adalah hakim dan itu nyata dalam hidupnya. Daniel dibela Allah karena ia tidak bersalah dan perlindungan Tuhan sangat ajaib.

Daniel 6:23 “Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.”

Daniel 12:3 “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya”.

Daniel 1:19-20
19 Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja.
20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.

Daniel 2:13-20
13 Ketika titah dikeluarkan supaya orang-orang bijaksana dibunuh, maka Daniel dan teman-temannyapun terancam akan dibunuh.
14 Lalu berkatalah Daniel dengan cerdik dan bijaksana kepada Ariokh, pemimpin pengawal raja yang telah pergi untuk membunuh orang-orang bijaksana di Babel itu,
15 katanya kepada Ariokh, pembesar raja itu: “Mengapa titah yang begitu keras ini dikeluarkan oleh raja?” Lalu Ariokh memberitahukan hal itu kepada Daniel.
16 Maka Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja.
17 Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya,
18 dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.
19 Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam. Lalu Daniel memuji Allah semesta langit.
20 Berkatalah Daniel: “Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!

Daniel 5:29 Lalu atas titah Belsyazar dikenakanlah kepada Daniel
pakaian dari kain ungu dan
pada lehernya dikalungkan rantai emas dan
dimaklumkanlah tentang dia bahwa di dalam kerajaan ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga.

Daniel 6:1-3
1 Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan;
2 membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab supaya raja jangan dirugikan.
3 Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu karena ia mempunyai roh yang luar biasa dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.

Daniel 6:5 Maka berkatalah orang-orang itu: “Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!”