Iman dan Kesabaran

“Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan. Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.” Ibrani 6:9-12

Sama halnya seperti kedua sisi dari koin, Iman dan kesabaran ada dua hal atau sisi yang tidak dapat dipisahkan.

Jika kita berdoa kepada Tuhan dengan iman, maka jawabannya Cuma ada tiga kemungkinan: 1. ya, 2. tidak, 3. ya, tapi nanti atau belum waktunya.

Di dalam gereja, atau pengajaran-pengajaran kita sering didorong dalam hal iman kita sebagai orang percaya, tetapi jarang sekali diajarkan sisi lainnya, yaitu hal kesabaran. Pada jaman sekarang ini, semua orang ingin agar segalanya terjadi dan dilaksanakan dengan instan.

Di dalam hal iman, kita perlu keseimbangan dengan kesabaran. Di samping iman, kita juga perlu mengembangan karakter kita, yaitu dalam hal kesabaran. Janganlah kita terburu-buru atau ingin segalanya serba instan. Bahkan ada banyak dari kita yang memaksakan kehendak dan keinginan kita sendiri kepada Tuhan di dalam doa dan mengira itu adalah iman. Ingatlah bahwa keinginan kita itu belum tentu keinginan Tuhan!

Tuhan dapat melakukan yang terbaik bagi kita, tetapi ingatlah untuk tetap sabar dan beriman; Tuhan kita tahu akhir dari segala sesuatu, dan karena itu Dia tahu yang terbaik bagi setiap kita.

Mengapakah kita memerlukan iman dan kesabaran, apakah dasarnya?

“Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”” Yohanes 13:7

Mungkin sekarang ini kita tidak mengerti dengan keadaan kita, tetapi kelak suatu hari kita akan mengerti. Untuk itu janganlah cepat untuk mengambil kesimpulan karena keadaan atau situasi yang sedang dialami.
Milikilah iman, tetapi milikilah juga kesabaran!

“Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.” Ibrani 6:10

Allah itu tidak pernah lupa dengan apa yang pernah/sudah kita lakukan. Jerih payah dan kesetiaan kita untuk Tuhan tidak akan pernah sia-sia.

“Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” 2 Petrus 3:9

Tuhan sendiri pun harus bersabar kepada manusia supaya kita semua boleh diselamatkan. Janganlah kita pernah iri dengan orang yang sekarang ini lebih sukses dan yang kelihatannya mengalami semua kebaikan di dalam hidup walaupun mereka tidak hidup benar dalam Tuhan. Firman Tuhan berkata bahwa Dia akan membuat perbedaan antara orang fasik dan orang benar. Marilah kita miliki iman dan kesabaran.

Apapun yang sedang kita alami, itu dapat Tuhan pakai untuk melatih iman dan karakter kita.

“Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya,” Ibrani 6:11

Hal yang perlu kita ketahui juga adalah bahwa pengharapan kita kepada Tuhan tidak akan pernah mengecewakan. Kita juga dapat belajar dan meneladani Abraham akan iman dan kesabarannya.

Latihlah iman dan kesabaranm, supaya kita menjadi orang Kristen yang dewasa; bersama dengan Tuhan maka tidak ada perkara yang mustahil bagi kita.

Tags:
No Comments

Post A Comment