Iman (Part 2)

“Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” Markus 11:22-24

Kita sering menyalah gunakan ayat ke-24 yang berkata bahwa apa saja yang kita minta kita pasti akan menerimanya. Kita sering lupa kalau ayat ini ada kondisinya yang tercatat di dalam ayat ke-22 yang berkata “Have faith in God” (NIV), yang seharusnya diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi “percayalah di dalam Tuhan” dengan kata lain, milikilah iman yang di dalam Tuhan.

Iman yang berasalah dari Tuhan itu tidak akan pernah “on and off” seperi iman dari manusia.

Jika kita mempuyai iman dalam Tuhan maka kita justru akan dihadapkan dengan gunung-gunung dan bukan kepada karpet merah yang enak.

Perintah Tuhan kepada kita adalah “speak to the mountain”. Berkatalah kepada gunung, yaitu kepada masalah kita! Tidak perlu kita berkata kepada sesama kita dalam hal ini. Kita juga perlu berkata kepada Tuhan supaya iman kita bertumbuh dan dikuatkan. Lalu akhirnya, berkatalah kepada iblis dan klaim kembali apa yang sudah dicurinya.

“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Amsal 18:21

Seperti yang tercatat dalam Firman Tuhan, di saat kita memperkatakan janji-janji Tuhan maka hal itu akan terjadi dan kita akan menikmati buahnya.

Kebimbangan memang akan selalu ada dalam hidup kita, namun kalahkanlah dengan iman, dan jagalah jangan sampai kita menjadi murtad.

“Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” Matius 12:35-37

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Amsal 4:23

Semakin bersih hati kita maka akan semakin terang juga pancaran dari hati kita. Jangalah sampai hati kita tercemar.

“Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku. Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya. Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: “Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku,” sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.” Ibrani 4:1-3

Manusia bisa mundur karena imannya tidak bertumbuh. Janganlah sampai kita jatuh karena tidak mau taat.

“Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” Ibrani 4:11-12

Perkatakanlah selalu Firman Tuhan!

Salah satu tujuan kita berdoa yang penting adalah untuk mendapatkan jawaban dari Tuhan. Tahukah saudara bahwa berdoa itu sebenarnya berkata-kata kepada Tuhan dengan iman?

“Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.” 2 Korintus 4:13

Renungkanlah Firman Tuhan dalam hatimu, sebab itu akan mempengaruhi pikiran, perkataan dan perbuatanmu.

“Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.” Amsal 13:12

“Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.”” Wahyu 2:7

Tags:
No Comments

Post A Comment