Kasih Karunia di Padang Gurun (Mercy In The Desert)

“Aku akan menaburkan dia bagi-Ku di bumi, dan akan menyayangi Lo-Ruhama, dan Aku berkata kepada Lo-Ami: Umat-Ku engkau! dan ia akan berkata: Allahku!” Hosea 2:22

Di dalam rangka ulang tahun gereja Bethany Rain Harvest Ministries yang ke-8, saya ingin mengajak kita semua bersama-sama melihat dan belajar akan tuntunan serta janji Tuhan yang tedapat di dalam kitab Hosea 2:13-22.

Ayat ke-13 Kata membujuk (English: allure) di sini tidak mempunyai arti dengan cara paksa. Tuhan akan membujuk kita untuk masuk ke padang gurun. Ketahuilah bahwa padang gurun bukanlah tempat penghukuman. Walaupun padang gurun adalah tempat yang sepi, panas pada waktu siang dan dingin pada waktu malam, di sinilah tempat di mana Tuhan akan memberikan penghiburan.

Ayat ke-14 Tuhan menjanjikan kebun anggur di padang gurun. Dia akan memberikan pengharapan dan damai sejahtera. Tuhan akan mengubah lembah Akhor (lembah masalah) menjadi pintu pengharapan bagi kita. Kita mungkin melihat tempat berbatu, namun tidak sadar bahwa di sanalah tersembunyi oasis bagi kita.

Ayat ke-15 dan 16 Nama baal dipakai di tempat-tempat penyembahan yang penuh dengan segala macam dosa. Dan Tuhan mau menyingkirkan semua tuhan di dalam hidup kita. Tuhan mau meningkatkan intimasi dengan membuat hubungan kita dengan-Nya menjadi suami istri.

Ayat ke-17 Tuhan akan membuat perjanjian dengan kita. Dia akan melindungi kita dari: 1. Binatang buas di padang 2. Burung-burung di udara 3. Binatang melata di tanah 4. Busur panah dan pedang perang

Dan Tuhan akan membuat kita berbaring dengan tenteram!

Ayat ke-18 dan 19 Pernikahan yang berhasil tidak terjadi hanya dengan memiliki prinsip-prinsip yang sempurna, melainkan perlu adanya kasih karunia dan pengampunan antara suami istri dan mengijinkan kuasa Tuhan untuk merubah hubungan yang sudah rusak.

Tuhan mau membawa kita untuk diri-Nya sendiri, untuk menjadi milik-Nya. Dia telah menyelamatkan hubungan kita dengan-Nya melalui pengorbanan dan pengampunan.

Ayat ke 20, 21, dan 22 Ingatlah bahwa keberhasilan bukanlah karena kehebatan kita, tetapi karena Tuhan kita yang besar. Tuhan akan memberikan belas kasihan kepada setiap kita.

Kepada “Lo-Ruhama”, yang tidak mendapat kasih sayang, Tuhan akan memberikan kasih-Nya. Kepada “Lo-Ami”, yang bukan umat Tuhan, Dia akan menjadikannya umat kepunyaan-Nya.

Dan biarlah dengan melalui pelayanan kita, setiap kita boleh memberikan kasih sayang kepada mereka yang kurang kasih sayang. Dan bagi mereka yang asing, kita boleh membawa mereka kepada Tuhan.

Tags:
No Comments

Post A Comment