Kasih Karunia

“Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu” Efesus 3: 8

Apakah kasih karunia yang Paulus maksudkan di atas? Hari ini kita akan belajar bersama-sama tentang kasih karunia yang Allah anugerahkan kepada kita.

Kasih karunia adalah pemberian cuma-cuma dari Tuhan untuk setiap orang yang tidak layak menerimanya. Kasih karunia itu kepunyaaan Tuhan, tidak dapat dibeli, namun hanya dapat diperoleh jika Ia memberikannya.

Tahukah saudara bahwa kemampuan kita terbatas. Kita perlu kasih karunia di dalam hidup ini. Kasih karunia adalah kemampuan yang Tuhan berikan kepada kita agar kita dapat melakukan hal-hal yang tidak mampu dilakukan dengan kemampuan dan kekuatan kita sendiri.

Hidup ini tidak dapat ditebak. Banyak hal-hal yang di luar dugaan terjadi di dalam hidup kita.

Mama saya meninggal secara tiba-tiba. Tepatnya 2 hari sebelum ulang tahun ke-18 saya. Mama tidak sakit, ia tidur pada malam itu dan tidak bangun lagi. Ayah saya meninggal 10 tahun kemudian, ia ditabrak oleh sepada motor, kakinya patah dan meninggal. Tidak masuk di akal! Hidup ini tidak menentu, banyak sekali ketidakpastian! Tanpa kasih karunia kita akan hidup dalam kepahitan dan kekecewaan.

Kasih karunia itu tidak adil. “Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa?” (1 Petrus 2: 19-20).

Sekarang ini kebencian, sakit hati, dan sebagainya itu dianggap hal yang normal. Tetapi pengampunan dianggap sebagai sesuatu yang abnormal (tidak normal).

Papa saya meninggal karena kesalahan dokter yang merawatnya pada waktu itu. Dokter membius papa dan mengoperasi kakinya yang patah. Namun setelah dioperasi papa tidak bisa kembali sadar, setiap kali sadar sebentar ia jatuh pingsan lagi. Ia akhirnya meninggal dunia. Setelah diselidiki, rupanya ada pendarahan di otak papa saya, dan ia seharusnya tidak boleh dibius. Papa adalah seorang hamba Tuhan, dan banyak sekali pada waktu itu jemaat papa yang menyuruh kami anak-anak papa untuk menuntut dokter tersebut. Mereka bahkan menyusun semua surat-surat pengadilan, tuntutan dan sebagainya. Para pengacara pun sudah siap. Kita, anak-anak papa hanya perlu menanda-tangani surat tuntutan saja. Singkat cerita, semua anak-anak papa sepakat untuk memaafkan dokter tersebut dan tidak menuntut. Jemaat papa yang menolong kami mempersiapan tuntutan tersebut berkata bahwa kami gila, dan tidak mengasihi papa karena tidak mau menuntut dokter yang berbuat kesalahan tersebut.

Kebencian dianggap normal, dan pengampunan dianggap abnormal!

“Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang” (Ibrani 12: 15).

Apa alasan lain kita perlu kasih karunia Tuhan? Hidup ini juga penuh dengan godaan, ujian, dosa, dan lain-lain. Sering kali cobaan yang kita hadapi melebihi kekuataan kita. Kita perlu kasih karunia Tuhan agar kuat menghadapi segala cobaan!

Kunci agar kita tidak hidup dalam kepahitan, iri hati, dsb adalah: 1. TERIMA kasih karunia Tuhan dan pengampunan tanpa syarat dari-Nya bagi setiap kita. 2. LEPASkan kasih karunia yang sudah kita terima itu kepada orang lain. Beri pengampunan kepada sesama kita yang membutuhkannya.

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5: 7).

Tags:
No Comments

Post A Comment