Kehidupan Kekristenan yang Sesungguhnya

“Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.” Kisah Para Rasul 9:1-2

Firman Tuhan di atas menceritakan tentang Saulus, seorang muda yang sangat dahsyat dan luar biasa, tetapi sayangnya ia berada di tangan iblis. Potensi dan kemampuannya dipakai untuk menganiaya anak-anak Tuhan.

“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” Roma 12:11

Ayat di atas ditulis oleh orang yang sama, yaitu Saulus yang sudah Tuhan ubahkan menjadi Paulus. Orang ini tetap menyala-nyala, tetapi api yang dimilikinya sekarang sudah berbeda, yang ada padanya adalah api Tuhan.

“Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.”” Kisah Para Rasul 9:3-6

Saulus, orang yang begitu kejam diubah total oleh Tuhan. Ketika Tuhan menjumpai Saulus, ia langsung bertanya: “Siapakah Engkau, Tuhan?”.

Ini adalah rahasia dari perubahan total Saulus, ia ingin mengenal siapa Tuhan itu. Intisari sari kehidupan Kekristenan yang sebenarnya adalah bahwa setiap kita harus mengenal Tuhan. Bukan hanya hanya sekedar mengenal, tetapi ada suatu hubungan yang intim.

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” Yohanes 17:3

Pengenalan akan Tuhan itu adalah hidup yang kekal. Mengenal di sini artinya intim dan melekat kepada Tuhan; dan keterpisahan kita dengan Tuhan adalah neraka! “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,” Filipi 3:10

Paulus tidak puas hanya sekedar mengenal Tuhan, ia ingin mengenal Tuhan secara utuh. Paulus mengenal Tuhan bukan hanya dalam kebaktikan dan mujizat Tuhan, tetapi ia juga mengenal Tuhan dalam penderitaan dan kematiaan Tuhan.

Jangan mengenal Tuhan dengan tanggung-tanggung. Iblis juga mengenal dan percaya kepada Tuhan, tetapi iblis tidak mau taat saja.

Paulus sewaktu jahat dia tidak tanggung-tanggung, dan setelah bertobat dia juga tidak tanggung-tanggung di dalam mengikuti Tuhan.

Jangan mengenal Tuhan hanya dari perbuatan-Nya, namun kenali Tuhan juga dari sifat dan karakter-Nya; kenali isi hati Tuhan!

Setelah mengenal Tuhan, kita juga perlu hidup bagi Tuhan.

“Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.”… Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”” Kisah Para Rasul 9:5-6, 15-16

Kita harus hidup sesuai dengan panggilan, jangan puas hanya dengan pertobatan dan percaya kepada Tuhan.

“Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.” Kisah Para Rasul 20:24

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” 2 Timotius 4:7

Tags:
No Comments

Post A Comment