Kehidupan Orang yang Bergaul Akrab dengan Tuhan

“Dan Aku akan mengangkat bagi-Ku seorang imam kepercayaan, yang berlaku sesuai dengan hati-Ku dan jiwa-Ku, dan Aku akan membangunkan baginya keturunan yang teguh setia, sehingga ia selalu hidup di hadapan orang yang Kuurapi” 1 Samuel 2: 35.

Ada orang-orang yang mempunyai predikat imam, tetapi tidak melakukan perintah Tuhan dan tidak berlaku sesuai dengan hati-Nya. Ketahuilah bahwa mempercayai Tuhan dan dipercayai oleh Tuhan adalah dua hal yang berbeda. Apakah kita mempercayai Tuhan dan juga dapat dipercaya oleh Tuhan? Apakah kita orang-orang Kristen yang berlaku sesuai dengan hati-Nya?

Satu hal yang perlu kita ketahui, jikalau kita mempercayai Tuhan dan melakukan kehendak-Nya, segala yang kita perbuat akan berhasil! Marilah kita pelajari bersama-sama keberhasilan di dalam kehidupan nabi Samuel yang diurapi Allah.

“Tuhan berfirman kepadaku: “Sekalipun Musa dan Samuel berdiri di hadapan-Ku, hati-Ku tidak akan berbalik kepada bangsa ini. Usirlah mereka dari hadapan-Ku, biarlah mereka pergi!” (Yeremia 15:1).

Dari sekian banyak orang-orang yang diurapi oleh Tuhan di dalam Alkitab, Tuhan menyebutkan dua nama, yaitu Musa dan Samuel. Perhatikan kalimat: €˜sekalipun Musa dan Samuel berdiri di hadapan-Ku…€™ Seperti halnya dengan manusia, jikalau kita sedang marah hanya orang-orang yang dekat dengan kita sajalah yang berani berdiri di hadapan kita. Orang yang berani berdiri di hadapan Tuhan yang sedang marah adalah orang yang sangat dekat kepada-Nya dan orang yang sangat berarti di mata-Nya. Pada waktu Samuel berseru kepada Tuhan, Ia menjawabnya. Seruan orang yang dekat kepada Tuhan akan dijawab-Nya! (Mazmur 99:6).

Marilah kita belajar secara detil mengenai kehidupan nabi Samuel. Pertama-tama, Nabi Samuel lahir atas kehendak Tuhan, bukan atas kehendak manusia (1 Samuel 1:27, 28). Seperti Samuel, setiap kita juga lahir atas kehendak Tuhan; tidak ada seorangpun yang lahir di dunia ini karena “kecelakaan” atau “kebobolan”, atau karena orang tua kita sedang “iseng”! Banyak sekali orang-tua yang mencoba ingin memiliki seorang anak tetapi tidak bisa memilikinya.

Sejak Samuel masih kecil ia sudah melatih telingnya untuk mendengar suara Tuhan (1 Samuel 3:10). Ada beberapa hal yang bisa melatih telinga kita untuk bisa mengenal suara Tuhan: 1. Banyak berdoa. 2. Banyak membaca Firman Tuhan.

Di dalam 1 Samuel 15: 10-11 di mana Tuhan sedang “curhat” dengan Samuel, dikatakan bahwa Samuel berduka dan kecewa hatinya karena melihat hati Tuhan yang berduka dan kecewa. Dengan kata lain, hati Samuel menjadi sama seperti hati Tuhan.

Pada waktu Samuel dalam keadaan tertekan dan banyak masalah, ia mengumpulkan bangsa Israel dan berdoa kepada Tuhan. Samuel berdoa, berpuasa dan memberikan korban kepada Tuhan! (1 Samuel 7:3-10). Bukan hanya itu saja, di saat Samuel marah dan sedih, ditolak oleh bangsa Israel, ia tetap berdoa dan berseru kepada Tuhan (1 Samuel 12: 18-23).

Kita boleh saja ditolak, dibenci dan disakiti, namun biarlah kita seperti Samuel yang tetap berdoa bagi orang-orang itu. Di atas kayu salib Yesus juga berdoa bagi orang-orang yang menyalibkan-Nya. Marilah kita belajar untuk tidak hanya berdoa bagi mereka yang baik kepada kita.

Di dalam terjemahan bahasa Inggris, dituliskan di dalam 1 Samuel 8:21 bahwa Samuel membisikkan kepada Tuhan di telinga-Nya. Kita tahu bahwa tidak sembarang orang bisa membisikkan sesuatu di telinga kita. Begitu juga halnya dengan Tuhan, hanya orang-orang yang intim dan akrab saja yang dapat berbisik-bisikkan. Samuel hidup intim dan akrab dengan Tuhan! Marilah setiap kita juga membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, sebab kepada orang-orang yang akrab dengan-Nya akan diberitahukan rahasia-rahasia-Nya (1 Samuel 9:15).

Tags:
No Comments

Post A Comment