Kenapa Kita Bisa Jatuh ke Dalam Dosa?

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Kejadian 1:1

Saya percaya bahwa sebelum Tuhan menciptakan manusia, Ia menciptakan dahulu para malaikat, termasuk Lucifer. Di bawah pimpinan Allah Tritunggal, yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus, Lucifer berkuasa atas segalanya. Melalui Lucifer, Allah juga menciptakan musik, dan ia dijadikan pemimpin penyembahan kepada-Nya di surga. Segala sesuatu yang ada di surga berada di bawah administrasi Lucifer. Firman Tuhan mengatakan bahwa Lucifer adalah ciptaan yang cantik dan sempurna.

“Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja kau kurserahkan menjadi tontonan bagi matanya” (Yehezkiel 28:17).

Lalu Lucifer jatuh ke dalam dosa, dan dilempar ke bumi oleh Allah. Di bumi, Lucifer di kenal dengan nama iblis, atau setan. Dia menjadi penguasa di bumi, menjadi bapa atas makhluk di bumi. “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta” (Yohanes 8:44).

Jikalau Lucifer diciptakan sempurna, kenapa dia bisa jatuh ke dalam dosa? “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (1 Yohanes 2:16). Lucifer diberikan kebebasan untuk memilih apa yang ia hendak lakukan, dan ia jatuh ke dalam dosa karena keinginan daging, keinginan mata dan juga keangkuhan serta kesombongannya. Ia memberontak dan ingin menjadi seperti Tuhan, Sang Penciptanya. Ia ingin semua menjadi miliknya sendiri. “Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!” (Yesaya 14:14).

Lalu apa yang terjadi? Tentu saja ia tidak berhasil! Apa yang Tuhan lakukan? “Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur” (Yesaya 14:15). Pertama-tama namanya dicopot oleh Tuhan, dari Lucifer , yang artinya Bintang Timur/putera Fajar menjadi setan, yang artinya lawan/musuh (adversary), dan juga menjadi iblis, yang artinya pendusta. Lalu, ia juga diusir oleh Tuhan dari hadirat Allah, dan tinggal di bumi, dimana kita sekarang tinggal.

Iblis adalah penguasa di udara (Efesus 2:2), namun ia tidak bisa tiba-tiba saja menguasai saudara dan membunuh kita. Yang ia bisa lakukan adalah menipu kita dengan tipu muslihatnya.

Sebelum Tuhan Yesus menebus dosa manusia di atas kayu salib, ada beberapa kuasa yang iblis miliki. Dia berkuasa atas sakit penyakit (Lukas 13:11; Ayub 2:6, 7), dan atas alam/cuaca (Lukas 8:24). Setelah Tuhan Yesus mati di atas kayu salib dan bangkit dari kematian, kuasa iblis telah dihancurkan. [Di dalam bahasa Yunani, arti kata menghancurkan adalah menetralkan (Neutralise)]. Keberadaan iblis tidak dihancurkan, namun kuasanya telah dinetralkan.

Iblis punya kuasa penuh atas orang-orang di bumi yang belum lahir baru di dalam Kristus Yesus. Namun jika kita telah lahir baru, kita bukan lagi menjadi anak-anak dari kerajaan kegelapan, tetapi menjadi anak-anak Tuhan di dalam kerajaan Allah (Ibrani 2:14, 15).. Sebab dari itu Alkitab mengatakan bahwa kita harus dilahirkan kembali dan tidak lagi berbuat dosa, sebab barangsiapa yang berbuat dosa, ia berasal dari iblis (1 Yohanes 3:8).

Di atas kayu salib, Tuhan Yesus telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di udara, dan menjadikan mereka tontonan umum (Kolose 2: 15). Jikalau iblis tahu apa kehendak Allah, mereka pasti tidak akan menyalibkan Yesus! (1 Korintus 2:7, 8). Walaupun iblis tidak lagi mempunyai kuasa atas kita, namun jika kita berbalik dari Allah dan jatuh ke dalam dosa, Tuhan bisa memakai iblis untuk membuat kita menderita agar kita kembali lagi ke dalam jalan yang benar (1 Korintus 5:5). Setan dipakai oleh Tuhan untuk menuduh kita jika kita berbuat dosa.

Marilah kita tidak lagi berbuat dosa, dan jangan tertipu oleh segala tipu muslihat iblis. Iblis tidak bisa menyentuh kita jika kita tidak mengijinkannya. Marilah kita juga senantiasa bebas dari keangkuhan di dalam hidup kita. Janganlah pernah sombong dengan apa yang telah Tuhan kerjakan dan berikan di dalam hidup kita.

Tags:
No Comments

Post A Comment