Ketekunan Hanna

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu; Kasihilah seorang akan yang lain. Yoh 15:16-17.

Sebagai orang Kristen kita telah ditetapkan untuk berbuah. Banyak orang Kristen hari-hari ini mengalami kemandulan rohani didalam hidupnya. Tuhan mau saudara menghasilkan buah, yaitu buah jiwa-jiwa. Berapa banyak jiwa-jiwa yang telah saudara bawa selama ini? Buah yang kedua adalah buah Roh (lihat Gal 5:22) Apakah ada kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, lesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri didalam dirimu? Sedangkan buah yang ketiga adalah buah-buah pelayanan. Alkitab katakan pohon yang baik dilihat dari buahnya. Sudahkah saudara melayani Tuhan?

Hannah adalah seorang yang mandul, ia tidak punya anak. Percayakah saudara bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah? Terlebih lagi bagi saudara yang percaya!

Saudara bisa baca kisah Hana ini di dalam 1 Sam 1. Arti kata Hana adalah “Gracious” sedangkan arti kata Penina adalah “kerikil”. Setiap kali Hana ketemu Penina, Penina selalu mengejek Hana. Kita bisa lihat disini keadaan hati Hana penuh dengan kepedihan, karena ia tidak punya anak. (Baca ayat 5,6) Didalam Perjanjian Lama, orang menganggap orang yang tidak punya anak sebagai orang yang dikutuk Tuhan. Hana begitu ditekan hidupnya setiap tahun, ia hidup didalam kekecewaan! Hana diperlakukan tidak adil. Ketiga hal inilah yang iblis pakai untuk menekan Hana. Demikian juga terhadap kita. Tuhan mau membereskan “kerikil-kerikil” kecil didalam hidupmu yang menghambat pertumbuhan kita! Senjata iblis yang dipakai untuk meyerang orang Kristen adalah kekecewaan. Kekecewaan harus diselesaikan! Kita tidak mungkin bisa menyembah Tuhan dengan benar jika masih ada kekecewaan. Alkktab mengajarkan bahwa “Hidupku bukanlah aku lagi tetapi Kristus dalamku” jadi “Aku” inilah yang harus dihilangkan. Sekarang mari kita lihat sikap dari Hana ini yang harus kita ikuti. Hana berdoa dengan terus menerus. Konsisten, tidak menyerah. Hana tidak cepat menyerah, ia mengerti waktunya Tuhan. Ia terus berpikiran positif! Saudara harus mengerti bahwa Tuhan itu berdaulat! Ia mempunyai rencana untuk setiap kita. Sikap Hana yang selanjutnya adalah Hana diam! (Ayt 13). Hana berbicara didalam hatinya, Hana tidak bersungut-sunggut! Seringkali kita begitu mudah mengomel, komplain kepada Tuhan. Mari kita berhenti bersungut-sungut dan mulai mengucap syukur. Sekarang mari kita lihat hasil dari doa adalah hidup Hana berubah, Tuhan mendengar dan memberi mujisat (ayt 19) “Ketika Elkana bersetebuh dengan Hana, istrinya, Tuhan ingat kepadanya.” Tuhan ingat kepada Hana, Tuhan ingat akan doa-doa Hana yang selalu dinaikkan tanpa berhenti.

Hasil doa yang ketiga adalah hal yang negatif menjadi positif. Allah akan merubah hidupmu! Ef 3:20, “Bagi Dialah yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja didalam kita.” Allah kita adalah Allah yang memberikan lebih dari yang kita minta. Hana hanya meminta anak tetapi Allah memberikan nabi yang besar! Apa yang hari ini sedang saudara doakan dan inginkan? Allah akan memberikan lebih dari yang engkau doakan. Ada satu pepatah berkata “habis gelap terbitlah terang” artinya kita tidak perlu takut jika kita masuk kedalam kegelapan karena pasti ada terang dibalik itu. Allah kita adalah Allah yang setia yang tidak pernah meninggalkan kita, anak-anak-Nya. Marilah kita mempunyai sikap yang benar seperti Hana yang tidak menyerah, percaya dan tidak bersungut-sungut.

Tags:
No Comments

Post A Comment