Kualitas Pembunuh Raksasa

“Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” Roma 8:31

Jika Allah ada ada di pihak kita maka tidak akan ada yang dapat melawan kita. Kenapa? Sebab Yesus sudah mati di kayu salib menebus dosa kita, dan yang kita perlu lakukan hanya menerimanya saja.

“Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?” Roma 8:32-34

Di dalam hidup ini Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa kita akan menempuh jalan yang lurus dan mulus. Bahkan sebaliknya, di dalam hidup ini akan ada tantangan dan masalah. Tetapi Firman Tuhan berkata, dalam segala tantangan dan masalah kita lebih dari pemenang.

“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.” Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Roma 8:35-39

Sewaktu Daud berhadapan dengan Goliat, dia tidak melihat seberapa besar musuhnya, tetapi Daud melihat seberapa besar Tuhannya. Di dalam kitab 2 Samuel 21:15-22 kita dapat melihat ada 4 raksasa yang dikalahkan oleh orang-orang yang berbeda, dan ditambah dengan 1 raksasa yang dikalahkan oleh Daud, yaitu Goliat. Pertanyaannya kenapakah bukan Daud yang mengalahkan semua raksasa-raksasa itu? Karena seperti itulah raksasa-raksasa yang ada di dalam hidup kita, yaitu hanya dapat dikalahkan oleh kita sendiri. Dengan kata lain kita tidak dapat mengharapkan pendeta kita untuk mengalahkan raksasa yang ada di dalam hidup kita. Masing-masing dari kita perlu mengalahkan raksasa-raksasa kita sendiri.

Marilah kita melihat beberapa kualitas dari seorang pembunuh raksasa.

1. Biasa membunuh singa dan beruang “Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.”” 1 Samuel 17:34-36

Sebelum kita dapat mengalahkan raksasa, kita harus terlebih dahulu terbiasa mengatasi beruang dan singa, yaitu perkara-perkara kecil dalam hidup kita.

2. Fokus kepada tujuan, bukan kepada apa yang sedang di alami Pada saat di padang gurun bangsa Israel bersungut-sungut kepada Tuhan karena mereka tidak melihat kepada tujuan tetapi kepada apa yang sedang mereka alami.

Ingatlah bahwa padang gurun bukanlah tujuan dari hidup kita, tetapi tanah yang penuh dengan madu dan susulah tujuannya. Betapa sulitnya padang gurun sekalipun, teruslah berjalan dan fokus kepada tujuan sebab padang gurun hanyalah untuk sementara saja.

3. Memburu musuh dan bukan diburu oleh musuh Pemenang ditakuti oleh musuh dan bukan malah ketakutan oleh musuhnya.

Ketakutan dapat melumpuhkan hidup dan bahkan mematikan, dan dapat membuat kita tidak mencapai tujuan yang sudah Tuhan sediakan.

4. Tinggal dan bergaul dengan pemenang “Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,” Kisah Para Rasul 9:1

Saulus bergaul dengan orang-orang yang salah, dia menghirup udara yang penuh dengan amarah. Udara seperti apa yang kita hirup sekarang ini? Bagaimana dengan sekeliling kita? Dengan siapa kita bergaul?

Seorang pemenang tinggal dan bergaul dengan pemenang.

5. Pemenang selalu berpesta pora Apakah kita bersuka cita senantiasa? Tidak peduli kita sedang senang atau susah, kita harus tetap bersuka cita.

Di dalam suka cita akan ada kekuatan baru!

Tags:
No Comments

Post A Comment