Luka, Beban, Hambatan, Yang Harus Diselesaikan!

Beberapa hari lagi, kita akan meninggalkan tahun 2009 dan memasuki tahun 2010 bersama Tuhan. Marilah kita periksa dan renungkan, apakah kita masih mempunyai Beban/Hambatan berupa luka dimasa lalu yang belum diselesaikan? Apakah itu berupa cita-cita/ambisi yang belum menjadi kenyataan, kegagalan dalam bisnis/ keluarga/ relationship dan semuanya itu merupakan luka masa lalu yang masih mengganjal serta belum diselesaikan, Lets Forgive and Forget The Past!!!

Kita tidak akan bisa Melupakan sebelum kita Mengampuni dan Pengampunan dimulai dari mengampuni diri sendiri (berdamai kembali dengan Tuhan, menerima AnugerahNya) baru setelah itu kita bisa mengampuni orang lain yang bersalah pada kita! Setelah itu terjadi, maka sangat mudah melupakan kesalahannya (tidak diingat-ingat lagi seperti yang Yesus perbuat kepada kita).

 Marilah kita menanggalkan semua BEBAN dan DOSA yang merintangi  kita dan BERLOMBA dengan TEKUN dalam PERLOMBAAN yang diWAJIBKAN bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan MATA yang TERTUJU kepada YESUS yang memimpin kita dalam Iman dan yang membawa iman kita kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul Salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk disebelah kanan tahta Allah (Ibrani 12:1-2).

 Luka masa lalu yang belum terselesaikan akan jadi HAMBATAN Yang Besar karena dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah, pertimbangannya/ukurannya selalu memikirkan dirinya sendiri/EGOnya saja dan ini tanda ketidakdewasaan/kanak-kanak!

Ternyata yang membuat anak Tuhan tidak mengalami pertumbuhan rohani adalah luka masa lalu yang belum terselesaikan! Hanya orang-orang yang mau BERDAMAI/ PULIH dengan masa lalunya, yang akan mengalami Percepatan Pertumbuhan KEDEWASAAN dalam Kehendak Tuhan, yang akhirnya DIPERCAYAKAN Hal-hal Besar oleh Tuhan.

 Hari ini kita akan belajar dari Raja Saul yang punya luka dengan masa lalunya sehingga membuat dia tidak dewasa dan akibatnya kehilangan pengurapannya (1Samuel13:1-15).

Ay 3 Yonatan memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin yang ada di Gibea dan hal itu terdengar  oleh orang Filistin. Karena itu Saul menyuruh meniup sangkakala diseluruh negeri sebab pikirnya, biarlah orang Ibrani mendengarnya.

Ay 11 Tetapi kata Samuel: “apa yang telah kau perbuat?” Jawab Saul: “karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, pada hal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas.

Ay 12 maka pikirku: sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal padahal aku belum memohonkan belas kasihan Tuhan sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran”.

Ay 13 Kata Samuel kepada Saul “perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah Tuhan Allahmu yang diperintahkanNya kepadamu  sebab sedianya Tuhan mengokohkan Kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.

Ay 14 Tetapi sekarang Kerajaanmu tidak akan tetap.Tuhan telah memilih seorang yang berkenan dihatiNya dan Tuhan telah menunjuk dia menjadi raja atas umatNya karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan Tuhan kepadamu.”

 Ini akibat ketidakdewasaan Saul, Ia memulai segala sesuatunya dengan rohani tetapi untuk mencapai tujuannya, dia pakai cara-cara manusiawi/manipulatif. Apa penyebabnya ?

  1. Saul punya luka dimasa lalu karena pernah dihina (1Samuel 10:27) tetapi orang-orang dursila berkata: “masakan orang ini dapat menyelamatkan kita!” Mereka menghina dia dan tidak membawa persembahan kepadanya. Tetapi ia pura-pura tuli) Berarti saat itu Saul luka tetapi tidak diselesaikan…malah pura-pura tuli. Sehingga waktu Yonatan memukul kalah orang Filistin, maka Saul menyuruh meniup sangkakala di seluruh negeri supaya orang Ibrani mendengarnya. Saul mau membuktikan kepada semua orang bahwa dia bisa mengalahkan orang filistin dan menyelamatkan rakyat Israel (1 Samuel 13:3-4).
  2. Saul berusaha mendapat dukungan dari rakyatnya dengan menghalalkan segala cara, pakai cara-cara yang manipulatif. Dan Saulpun takut ditinggal rakyatnya sehingga dia melanggar perintah Tuhan (1 Samuel 13:11-12…)
  3. Dalam menghadapi masalah, pertimbangannya dirinya sendiri dan bukan bertanyakan Tuhan, maunya apa? Pertimbangan saul adalah EGOnya. Segala sesuatu diukur dari kepentingan pribadinya (1 samuel 15:9,15). Saul seperti anak kecil yang pintar manipulasi.

Orang yang Dewasa dalam Tuhan, menghadapi masalah, pertimbangannya itu dari Tuhan, Tuhan maunya apa, Tuhan berbicara apa lewat masalah ini dan apa yang Tuhan ingin kita lakukan? Senantiasa bertanyakan Tuhan !

Tetapi luka masa lalu yang tidak terselesaikan akan jadi HAMBATAN yang besar bahkan akan membuat kita STUCK dan GAGAL seperti Raja Saul!

 Sekarang, kita lihat pribadi yang Dewasa dalam Kehendak Tuhan yang tidak punya luka di masa lalu yakni Samuel (1Samuel 7:2-13) Ketika orang Israel ditekan oleh Filistin, maka Samuel mengajak seluruh rakyat  ke Mizpa dan berdoa kepada Tuhan (ay 5) dan Tuhan mendengar doanya!! Tetapi perhatikan bahwa “Ya nya Tuhan” dengan TindakanNya ada jangka waktu! Dan ini merupakan masa ujian iman dan kesabaran. Nasib satu bangsa ditentukan oleh satu orang yang punya hubungan intim dengan Tuhan dan bertanyakan Tuhan maunya apa?

 Dalam hidup ini ada banyak pilihan-pilihan dan biarlah kita senantiasa bertanyakan Tuhan, Tuhan maunya apa? Belajar untuk mau DIDEWASAKAN!

Roma 8:14 “semua orang yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah”.

Pengertian anak Allah adalah anak yang DEWASA dan dipimpin oleh Roh Allah merupakan sebuah KONFLIK yang berat dengan daging kita sendiri! Kalau kita mau DEWASA, sama dengan mau menyerah kepada Pimpinan Tuhan!

1 Korintus 13:11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi Dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

Tags:
No Comments

Post A Comment